Tidak banyak yang mengetahui mengenai masa lalu ilmuwan asal Inggris Stephen Hawking, orang paling cerdas sekolong jagad ini ternyata tergolong siswa pemalas sewaktu mengenyam bangku kuliah. "Sewaktu saya berkuliah di
Oxford University saya termasuk mahasiwa yang malas kuliah. Saya hanya memikirkan diagnosis bahwa saya akan mati muda," katanya dalam sebuah kuliah umum di Royal Albert Hall, London, seperti yang dikutip Telegraph.
"Saya bahkan tidak bisa membaca hingga usia delapan tahun. Berbeda dengan kakak saya Philippa sudah bisa membaca ketika berusia empat tahun," tambahnya. Bahkan Hawking mengaku tidak pernah menyelesaikan tugas sekolah dan tulisan tangannya sampai tak dapat dibaca. Tapi itu tidak membuat teman-teman sekelasnya menjauhi dirinya. Bahkan dia selalu dipuji sebagai orang yang mempunyai kelebihan berbeda.
Ketika berusia 21 tahun, di situlah titik balik Fisikawan ini. Dia yang divonis hanya memiliki beberapa tahun untuk hidup, malah mulai memaknai hidupnya, karena dia mulai fokus pada pekerjaannya. "Ketika berhadapan dengan kemungkinan mati muda, itu akan membuat Anda menyadari keinginan untuk hidup layak dan masih banyak hal yang ingin dilakukan," katanya.[tyo- Susetyo Dwi Prihadi-modf.]
Rabu, 09 Februari 2011
Selasa, 08 Februari 2011
Cara Hack Akun Mark Zuckerberg
Hacker yang berhasil menyusup ke akun Facebook Mark Zuckerberg benar-benar memalukan jejaring sosial itu. Bahkan ahli keamanan tak mempercayai hal tersebut. “Bagaimana bisa orang ‘secanggih’ Mark Zuckerberg
sangat teledor hingga menjadi bulan-bulanan hacker?” isi pertanyaan pengguna internet di dunia saat mengetahui akun Zuckerberg disusupi hacker. Menurut perusahaan riset Sophos, hacker tak hanya menarget orang biasa atau terkenal, aktivis IT pun dapat menjadi korban, termasuk Zuckerberg. "Saya curiga, ada dua cara Zuckerberg kebobolan. Kemungkinan Zuckerberg ceroboh memakai password yang mudah ditebak,” ujar analis Sophos Graham Cluley.
Namun untuk pola pertama sangat kecil kemungkinannya, kata Cluley. Kemungkinan besar Zuckerberg menjadi target hacker menggunakan jebakan Firesheep saat menggunakan jaringan Wi-Fi tak terenkripsi di tempat umum, termasuk kafe, hotel, bandara, atau lokasi lain. Menurut Cluley, Firesheep menyusup melalui Wi-Fi dan hacker dapat mendapat password akun terproteksi hanya menggunakan jaringan tak terenkripsi. "Memang sulit mengetahui mengapa dan bagaimana fan page Zuckerberg bisa dibajak." Ia melanjutkan, kemungkinan ia menggunakan laptop yang sudah berisi malware sehingga username dan password miliknya dapat diambil hacker dan digunakan menyerang fan page-nya. “Dua pola pertama sangat mungkin terjadi,” ujarnya.
Cluley mengatakan, kejadian ini sangat memalukan Facebook. Aksi penyusupan seolah memberitahu para pemilik akun Facebook lain jika jejaring sosial itu sangat lemah dan tak aman. Dalam fan page, Zuckerberg memiliki dua juta penggemar. Ahli keamanan ini meminta pengguna Facebook membuat password yang sulit ditebak, dan bukan kata yang berasal dari kamus. Bahkan, ia juga menyarankan mengunduh plug-in browser yang secara otomatis meminta Wi-Fi mengenskripsi jaringannya sehingga pengguna aman saat mengakses situs yang diproteksi password, seperti Facebook. [mor-inilah-modf.]
sangat teledor hingga menjadi bulan-bulanan hacker?” isi pertanyaan pengguna internet di dunia saat mengetahui akun Zuckerberg disusupi hacker. Menurut perusahaan riset Sophos, hacker tak hanya menarget orang biasa atau terkenal, aktivis IT pun dapat menjadi korban, termasuk Zuckerberg. "Saya curiga, ada dua cara Zuckerberg kebobolan. Kemungkinan Zuckerberg ceroboh memakai password yang mudah ditebak,” ujar analis Sophos Graham Cluley.
Namun untuk pola pertama sangat kecil kemungkinannya, kata Cluley. Kemungkinan besar Zuckerberg menjadi target hacker menggunakan jebakan Firesheep saat menggunakan jaringan Wi-Fi tak terenkripsi di tempat umum, termasuk kafe, hotel, bandara, atau lokasi lain. Menurut Cluley, Firesheep menyusup melalui Wi-Fi dan hacker dapat mendapat password akun terproteksi hanya menggunakan jaringan tak terenkripsi. "Memang sulit mengetahui mengapa dan bagaimana fan page Zuckerberg bisa dibajak." Ia melanjutkan, kemungkinan ia menggunakan laptop yang sudah berisi malware sehingga username dan password miliknya dapat diambil hacker dan digunakan menyerang fan page-nya. “Dua pola pertama sangat mungkin terjadi,” ujarnya.
Cluley mengatakan, kejadian ini sangat memalukan Facebook. Aksi penyusupan seolah memberitahu para pemilik akun Facebook lain jika jejaring sosial itu sangat lemah dan tak aman. Dalam fan page, Zuckerberg memiliki dua juta penggemar. Ahli keamanan ini meminta pengguna Facebook membuat password yang sulit ditebak, dan bukan kata yang berasal dari kamus. Bahkan, ia juga menyarankan mengunduh plug-in browser yang secara otomatis meminta Wi-Fi mengenskripsi jaringannya sehingga pengguna aman saat mengakses situs yang diproteksi password, seperti Facebook. [mor-inilah-modf.]
Senin, 07 Februari 2011
Ancaman Bocornya Data Facebook
Dua mahasiswa doktoral Indiana University (IU) menemukan celah keamanan yang berpotensi membuat situs berbahaya mengeksploitasi Facebook. Peneliti School of Informatics and Computing IU
Zhao Rui dan Wang Li, menginformasikan adanya situs jejaring sosial populer yang meniru Facebook guna memperoleh akses data.
Setelah memperoleh akses, mereka bisa mengetahui nama asli pengunjung, akses data pribadi dan posting konten palsu atas nama mereka, kata IU. Facebook mengkonfirmasi celah itu dan mengatakan cacat pemrograman itu terkait fitur dari Adobe Flash namun telah diperbaiki.
“Para peneliti IU melaporkan celah dalam kode Platform kami, dan kami bekerja cepat mengatasinya,” kata Facebook. “Celah diperbaiki setelah ada laporan mengenai hal tersebut. Kami tak mengetahui adanya kasus di mana hal ini digunakan untuk tujuan jahat.” Facebook berterima kasih pada para peneliti Indiana University yang telah memberi tahu mengenai celah tersebut, dan untuk menunjukkan nilai pengungkapan yang bertanggung jawab, tambah Facebook. [vin-inilah-modf.]
Zhao Rui dan Wang Li, menginformasikan adanya situs jejaring sosial populer yang meniru Facebook guna memperoleh akses data.
Setelah memperoleh akses, mereka bisa mengetahui nama asli pengunjung, akses data pribadi dan posting konten palsu atas nama mereka, kata IU. Facebook mengkonfirmasi celah itu dan mengatakan cacat pemrograman itu terkait fitur dari Adobe Flash namun telah diperbaiki.
“Para peneliti IU melaporkan celah dalam kode Platform kami, dan kami bekerja cepat mengatasinya,” kata Facebook. “Celah diperbaiki setelah ada laporan mengenai hal tersebut. Kami tak mengetahui adanya kasus di mana hal ini digunakan untuk tujuan jahat.” Facebook berterima kasih pada para peneliti Indiana University yang telah memberi tahu mengenai celah tersebut, dan untuk menunjukkan nilai pengungkapan yang bertanggung jawab, tambah Facebook. [vin-inilah-modf.]
Jumat, 04 Februari 2011
Satelit Saturnus Kaya Oksigen
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa bulan kedua terbesar yang dimiliki oleh planet Saturnus ternyata atmosfirnya memiliki kandungan oksigen dan karbon dioksida yang banyak. Pesawat Cassini milik NASA telah mendeteksi atmosfir bulan Rhea
ketika terbang mendekatinya. Penemuan ini juga menandakan untuk pertama sebuah atmosfir yang kaya akan kandungan oksigen pada satelit planet Saturnus. Demikian yang dikutip dari Space.com.
Atmosfir yang mengandung oksigen diketahui ada pada satelit-satelit alami pada sistem tata surya kita. Sebagai contoh, Europa dan Ganymede, dua bulan milik planet Jupiter, juga kaya akan kandungan oksigen di atmosfirnya. "Kita sebelumnya telah melihat ini ada di planet Jupiter, dan kami telah mengkonfirmasi kalau oksigen juga ada di atmosfir satelit milik Saturnus," ujar pimpinan studi Ben Teolis dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas.
Teleskop angkasa Hubble milik NASA telah mendeteksi kadar oksigen pada atmosfir di bulan Europa dan Ganymede pada tahun 90-an. Pada kedua satelit milik Jupiter tersebut, oksigen keluar dari air es permukaan, yang mana terbagi menjadi hidrogen dan oksigen di bawah partikel-partikel asli dari Jupiter. [srn-Ahmad Taufiqurrakhman-modf.]
ketika terbang mendekatinya. Penemuan ini juga menandakan untuk pertama sebuah atmosfir yang kaya akan kandungan oksigen pada satelit planet Saturnus. Demikian yang dikutip dari Space.com.
Atmosfir yang mengandung oksigen diketahui ada pada satelit-satelit alami pada sistem tata surya kita. Sebagai contoh, Europa dan Ganymede, dua bulan milik planet Jupiter, juga kaya akan kandungan oksigen di atmosfirnya. "Kita sebelumnya telah melihat ini ada di planet Jupiter, dan kami telah mengkonfirmasi kalau oksigen juga ada di atmosfir satelit milik Saturnus," ujar pimpinan studi Ben Teolis dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas.
Teleskop angkasa Hubble milik NASA telah mendeteksi kadar oksigen pada atmosfir di bulan Europa dan Ganymede pada tahun 90-an. Pada kedua satelit milik Jupiter tersebut, oksigen keluar dari air es permukaan, yang mana terbagi menjadi hidrogen dan oksigen di bawah partikel-partikel asli dari Jupiter. [srn-Ahmad Taufiqurrakhman-modf.]
Kamis, 03 Februari 2011
HIV Sudah Ada Obatnya
Sebuah transplantasi darah yang tak biasa nampaknya telah menyembuhkan seorang pasien AIDS asal AS yang tinggal di Berlin. Akan tetapi para dokter mengatakan bahwa metode pengobatannya tidak untuk dipraktikan secara luas.
Pasien tersebut, yang berusia 40 tahun, mendapat transplantasi sel darah pada tahun 2007 untuk menyembuhkan leukemia. Dokter yang merawatnya tidak hanya bagus dalam mencocokkan darah, namun juga mendapatkan mutasi gen yang memberikan ketahanan alami terhadap HIV. Demikian dikutip dari Associated Press.
Kini, setelah empat tahun berlalu, pasien tersebut tidak lagi menunjukan tanda dari virus HIV dan leukemia, menurut sebuah laporan di jurnal Blood. "Hal ini adalah sebuah bukti konsep yang menarik, bahwa dengan metode yang luar biasa, seorang pasien dapat disembuhkan dari virus HIV. Akan tetapi masih terlalu beresiko bagi metode tersebut untuk dijadikan terapi standar bahkan jika donor yang cocok bisa ditemukan," ujar Dr. Michael Saag dari University of Alabama di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat.
"Transplantasi darah yang belakangan ini banyak dilakukan, digunakan untuk melawan kanker, dan resikonya terhadap kesehatan manusia masih belum diketahui. Transplantasi darah tersebut menghancurkan sistem kekebalan asli milik pasien, dan menggantinya dengan sel donor untuk menumbuhkan sistem kekebalan yang baru. Tingkat kematian dari prosedur tersebut bisa mencapai angka 5 persen atau lebih," kata Saag, yang juga bekas chairman di HIV Medicine Association, sebuah perkumpulan dokter spesialis penyakit AIDS. "Kita tidak bisa sepenuhnya mengaplikasikan metode penyembuhan ini kepada individu yang sehat, karena resikonya terlalu besar, kecuali jika seseorang dengan virus HIV juga menderita penyakit kanker," tambah Saag.
Ketika kasus mengenai pasien AIDS sembuh di Berlin mencuat ke permukaan dua tahun lalu, Dr. Anthony Fauci, dirut dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengatakan bahwa prosedur tersebut biayanya terlalu mahal dan beresiko untuk dilakukan sebagai sebuah metode penyembuhan. Tapi metode tersebut bisa memberikan petunjuk untuk menggunakan terapi gen atau metode lainnya untuk mendapatkan hasil yang sama. [srn- Ahmad Taufiqurrakhman-modf.]
Pasien tersebut, yang berusia 40 tahun, mendapat transplantasi sel darah pada tahun 2007 untuk menyembuhkan leukemia. Dokter yang merawatnya tidak hanya bagus dalam mencocokkan darah, namun juga mendapatkan mutasi gen yang memberikan ketahanan alami terhadap HIV. Demikian dikutip dari Associated Press.
Kini, setelah empat tahun berlalu, pasien tersebut tidak lagi menunjukan tanda dari virus HIV dan leukemia, menurut sebuah laporan di jurnal Blood. "Hal ini adalah sebuah bukti konsep yang menarik, bahwa dengan metode yang luar biasa, seorang pasien dapat disembuhkan dari virus HIV. Akan tetapi masih terlalu beresiko bagi metode tersebut untuk dijadikan terapi standar bahkan jika donor yang cocok bisa ditemukan," ujar Dr. Michael Saag dari University of Alabama di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat.
"Transplantasi darah yang belakangan ini banyak dilakukan, digunakan untuk melawan kanker, dan resikonya terhadap kesehatan manusia masih belum diketahui. Transplantasi darah tersebut menghancurkan sistem kekebalan asli milik pasien, dan menggantinya dengan sel donor untuk menumbuhkan sistem kekebalan yang baru. Tingkat kematian dari prosedur tersebut bisa mencapai angka 5 persen atau lebih," kata Saag, yang juga bekas chairman di HIV Medicine Association, sebuah perkumpulan dokter spesialis penyakit AIDS. "Kita tidak bisa sepenuhnya mengaplikasikan metode penyembuhan ini kepada individu yang sehat, karena resikonya terlalu besar, kecuali jika seseorang dengan virus HIV juga menderita penyakit kanker," tambah Saag.
Ketika kasus mengenai pasien AIDS sembuh di Berlin mencuat ke permukaan dua tahun lalu, Dr. Anthony Fauci, dirut dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengatakan bahwa prosedur tersebut biayanya terlalu mahal dan beresiko untuk dilakukan sebagai sebuah metode penyembuhan. Tapi metode tersebut bisa memberikan petunjuk untuk menggunakan terapi gen atau metode lainnya untuk mendapatkan hasil yang sama. [srn- Ahmad Taufiqurrakhman-modf.]
Rabu, 02 Februari 2011
Manusia Terinfeksi Virus Komputer
Selama ini virus yang berkembang di PC pasti akan menyebar di komputer. Lalu, apa jadinya jika virus komputer tersebut juga bisa menginfeksi manusia? Peristiwa unik ini terjadi di Inggris. Seorang ilmuwan
di University of Reading mengatakan dia menjadi orang pertama di dunia yang terinfeksi oleh virus komputer. Adalah Dr. Mark Gasson, mengakui telah terkontaminasi chip komputer yang ditanamkan di tangannya. Menurutnya itu bisa memiliki implikasi besar untuk perangkat kesehatan seperti alat pacu jantung jantung dan implan koklea.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa teknologi implan telah dikembangkan ke titik di mana implan mampu berkomunikasi, menyimpan dan memanipulasi data," katanya, seperti yang dilansir TG Daily. "Mereka pada dasarnya adalah komputer mini. Hal ini berarti bahwa, seperti mainstream komputer yang mana mereka dapat terinfeksi oleh virus dan teknologi perlu mengimbangi ini. Sehingga implan, termasuk peralatan medis, dapat digunakan secara aman di masa depan," tambahnya.
Chip A high-end Radio Frequency Identification (RFID) yang ditanamkan ke tangan kiri Gasson tahun lalu, dapat memberikan akses yang aman untuk masuk ke dalam universitas dan juga perangkat genggamnya. Setelah terinfeksi, chip merusak sistem utama yang digunakan untuk berkomunikasi dengannya. Sehingga, dia mengakui kalau dirinya merupakan orang yang pertama kemasukan virus komputer di dalam tubuhnya. [tyo-Susetyo Dwi Prihadi-modf.]
di University of Reading mengatakan dia menjadi orang pertama di dunia yang terinfeksi oleh virus komputer. Adalah Dr. Mark Gasson, mengakui telah terkontaminasi chip komputer yang ditanamkan di tangannya. Menurutnya itu bisa memiliki implikasi besar untuk perangkat kesehatan seperti alat pacu jantung jantung dan implan koklea.
![]() |
| Dr. Mark Gasson |
"Penelitian kami menunjukkan bahwa teknologi implan telah dikembangkan ke titik di mana implan mampu berkomunikasi, menyimpan dan memanipulasi data," katanya, seperti yang dilansir TG Daily. "Mereka pada dasarnya adalah komputer mini. Hal ini berarti bahwa, seperti mainstream komputer yang mana mereka dapat terinfeksi oleh virus dan teknologi perlu mengimbangi ini. Sehingga implan, termasuk peralatan medis, dapat digunakan secara aman di masa depan," tambahnya.
Chip A high-end Radio Frequency Identification (RFID) yang ditanamkan ke tangan kiri Gasson tahun lalu, dapat memberikan akses yang aman untuk masuk ke dalam universitas dan juga perangkat genggamnya. Setelah terinfeksi, chip merusak sistem utama yang digunakan untuk berkomunikasi dengannya. Sehingga, dia mengakui kalau dirinya merupakan orang yang pertama kemasukan virus komputer di dalam tubuhnya. [tyo-Susetyo Dwi Prihadi-modf.]
Selasa, 01 Februari 2011
Manusia Memakai 10% Kemampuan Otak
Otak merupakan hal yang sangat menakjubkan. Otak membantu manusia belajar, mencipta, dan membayangkan. Bahkan, nampaknya tak ada yang tak bisa dilakukan otak. Namun, banyak orang percaya kita
hanya memakai 10% kemampuan otak. Bahkan, beberapa mengklaim orang-orang dengan persepsi extrasensory perception (ESP) hanya mempu menggunakan sedikit lebih banyak dari orang lain. Namun, bayangkan apa yang bisa kita lakukan dengan 90% sisa kemampuan otak kita. Sayangnya, bagi mereka yang mempercayai ide ini, 10% merupakan sebuah mitos. Kenyataannya, semua orang menggunakan otak mereka.
Menurut profesor psikologi Simon Fraser University Barry Beyerstein yang telah bertahun-tahun mempelajari mitos ini, peneliti menggunakan teknik riset pencitraan otak, seperti pindai tomography emisi positron (PET) dan fungsional magnetic resonance imaging (fMRI), menemukan pindai otak jelas menunjukkan seluruh otak terpakai. Memang benar orang tak menggunakan seluruh bagian otak pada saat yang sama, sama seperti orang tak menggunakan seluruh otot tubuh pada waktu bersamaan. Namun, di seluruh kegiatan sehari-hari, semua otot-otot digunakan, begitu pula otak.
“Abad lalu menjadi saksi munculnya teknologi yang makin canggih untuk mengintai lintas otak,” menurut buku “50 Great Myths of Popular Psychology: Shattering Widespread Misconceptions about Human Behaviour,” (Wiley-Blackwell, 2010). “Mengabaikan detil pemetaan, tak ada daerah yang diam menunggu tugas baru muncul. Bahkan, tugas-tugas sederhana yang umumnya memerlukan kontribusi pengolahan menyebar di seluruh wilayah otak”. Mitos 10% menunjukkan sebagian besar otak hanya menunggu untuk digunakan. Namun, jika bagian otak tak digunakan, efek merusak bagian-bagiannya seharusnya kecil. Namun, orang yang menderita trauma kepala, stroke atau cedera otak lain dapat sangat terganggu. Jadi, gunakan otak Anda semaksimal mungkin ! [vin-inilah-modf.]
hanya memakai 10% kemampuan otak. Bahkan, beberapa mengklaim orang-orang dengan persepsi extrasensory perception (ESP) hanya mempu menggunakan sedikit lebih banyak dari orang lain. Namun, bayangkan apa yang bisa kita lakukan dengan 90% sisa kemampuan otak kita. Sayangnya, bagi mereka yang mempercayai ide ini, 10% merupakan sebuah mitos. Kenyataannya, semua orang menggunakan otak mereka.
Menurut profesor psikologi Simon Fraser University Barry Beyerstein yang telah bertahun-tahun mempelajari mitos ini, peneliti menggunakan teknik riset pencitraan otak, seperti pindai tomography emisi positron (PET) dan fungsional magnetic resonance imaging (fMRI), menemukan pindai otak jelas menunjukkan seluruh otak terpakai. Memang benar orang tak menggunakan seluruh bagian otak pada saat yang sama, sama seperti orang tak menggunakan seluruh otot tubuh pada waktu bersamaan. Namun, di seluruh kegiatan sehari-hari, semua otot-otot digunakan, begitu pula otak.
“Abad lalu menjadi saksi munculnya teknologi yang makin canggih untuk mengintai lintas otak,” menurut buku “50 Great Myths of Popular Psychology: Shattering Widespread Misconceptions about Human Behaviour,” (Wiley-Blackwell, 2010). “Mengabaikan detil pemetaan, tak ada daerah yang diam menunggu tugas baru muncul. Bahkan, tugas-tugas sederhana yang umumnya memerlukan kontribusi pengolahan menyebar di seluruh wilayah otak”. Mitos 10% menunjukkan sebagian besar otak hanya menunggu untuk digunakan. Namun, jika bagian otak tak digunakan, efek merusak bagian-bagiannya seharusnya kecil. Namun, orang yang menderita trauma kepala, stroke atau cedera otak lain dapat sangat terganggu. Jadi, gunakan otak Anda semaksimal mungkin ! [vin-inilah-modf.]
Langganan:
Postingan (Atom)



































