Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Carrier IQ Aplikasi Pengintai Ponsel

Aplikasi pengintai ponsel yang baru ditemukan oleh para ilmuwan langsung mendapat banyak tentangan. Seperti apa? Sebuah startup asal California di balik software 'pengintai' tersebut langsung
dituduh telah mengintai pengguna. Mereka pun langsung melakukan pembelaan terhadap tuntutan hukum yang telah dilakukan. beberapa tuntutan hukum sudah dilayangkan dari tiga negara bagian di Amerika Serikat (AS) terhadap pembuat software Carrier IQ dan perusahaan pembuat ponsel HTC. Samsung menuduh sejumlah perusahaan tersebut telah melanggar privasi dan undang-undang terkait.






Sementara sebuah tuntutan hukum yang dilayangkan di Silicon Valley, San Jose, menuduh bahwa Carrier IQ telah menyembunyikan 'spyware' pada ponsel-ponsel. Tuntutan hukum terhadap Carrier IQ di Illinois dan Missouri sudah termasuk dari Samsung, dan HTC berstatus sebagai terdakwa. Pihak perusahaan software Carrier IQ membantah bahwa pembuatan software itu digunakan untuk melacak pengguna smartphone. [mor-inilah-modf.]

Rabu, 19 Oktober 2011

Serangan Malware di Media Sosial Semakin Parah

Perusahaan keamanan web Websense mengungkap, serangan malware yang ada saat ini makin banyak dan ganas. Serangan terutama pada tempat kerja. Mengapa? Menurut perusahaan itu, hal ini dipicu karena makin
banyaknya orang menggunakan media sosial. Terdapat 52% organisasi mengalami peningkatan serangan malware akibat hasil langsung dari pegawainya yang menggunakan media sosial. Lebih dari 4.600 praktisi keamanan dan TI di 12 negara berpartisipasi, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Brazil serta Jerman dan semuanya melaporkan mengalami peningkatan serangan malware tertinggi.


Studi yang dilakukan ini bertujuan menentukan apa yang praktisi keamanan dan TI akan lakukan mengenai risiko keamanan terkait penggunaan media sosial. Web sosial dinamis berbeda dari web statis lama. Hasilnya diketahui, butuh pertahanan keamanan TI yang mampu keluar dari ciri khas dan kebijakan tetap teknologi web seperti antivirus dan firewall. Hal ini dikarenakan, meski pertahan semacam itu dibutuhkan, pertahanan itu tidaklah cukup.


Organisasi butuh teknologi keamanan yang mampu menganalisa tautan yang muncul karena jalur tautan saat ini baru dan tak butuh penanda yang bisa dikenali. Lebih lanjut, para pegawai diketahui membuka situs jejaring sosial setidaknya 30 menit tiap harinya. Hasil studi ini juga menunjukkan, 63% pegawai yang menggunakan media sosial dianggap sebagai ancaman yang mungkin terjadi pada tempat kerja dan hanya 29% yang memiliki perlindungan mumpuni melawan ancaman cyber seperti dilaporkan Strait Times. [mor-inilah-modf.]

Minggu, 16 Oktober 2011

Stasiun Kendali Pesawat AS Diserang Virus Komputer

Sebuah virus komputer yang bandel menyerang stasiun kendali AS di Nevada. Akibat serangan di pusat kendali pesawat militer tanpa awak dalam misi Afghanistan dan medan tempur lain tersebut, setiap tombol pilot pesawat yang terinveksi menjadi
terkunci. Demikian lansir Radio Islam Iran. Virus tersebut dilaporkan telah menyerang kokpit pesawat tanpa awak milik AS, Predator dan Reaper.



Menurut Wired, virus tersebut belum menghalangi pilot di Pangkalan Angkatan Udara Creech di Nevada untuk melaksanakan misi mereka di luar negeri. Namun virus itu telah terbukti sangat sulit dihapuskan. "Kami terus membersihkannya, dan virus tersebut terus-menerus datang lagi. Kami kira itu virus jinak," kata satu sumber, sebagaimana dikutip Wired.



Pesawat tanpa awak merupakan salah satu alat perang yang digunakan AS sebagai mata-mata. Umumnya pesawat jenis ini diluncurkan untuk merekam situasi di medan perang, khususnya di pegunungan dan daerah terpencil seperti di Afghanistan dan Pakistan. Pesawat yang sama juga bisa dipersenjatai untuk membunuh lawan. Salah satu sumber menyebutkan bahwa jenis pesawat tanpa awak milik AS yang diserang virus tersebut digunakan untuk membunuh Anwar Al-Awlaqi dan pemimpin lain Al-Qaeda. [AN/Ir/muchlisin-modf.]

Jumat, 16 September 2011

Cara Hacker Kirim Virus Via Twitter

Twitter merupakan tujuan online mendapat segala hal, dari gosip selebriti hingga sarapan teman. Selain itu, jumlah follower menjadi indeks keberhasilan sosial online. Namun, apakah semua follower Anda
tampak seperti terlihat? Belum tentu, ahli komputer mengatakan, beberapa follower mungkin saja spammer yang berharap agar Anda mem-follow-nya kembali. Kemudian, akun itu mungkin saja mencoba mengirim spam pada Anda, atau bahkan menginfeksi komputer dengan virus. Rata-rata pengguna bisa menerima hingga 17 pesan ‘berbahaya’ per hari di Twitter.


Kebiasaan pengguna blok mikro tersebut mengirim tautan internet ‘yang disingkat’ membuat layanan situs ini sangat berbahaya bagi pengguna komputer. Karenanya, software baru yang dirilis pekan ini bertujuan melawan spammer dan penjahat cyber lainnya. Apa yang mungkin terlihat seperti tautan berita lucu mungkin saja bisa berubah menjadi unduhan software yang mengubah PC menjadi komputer ‘zombie’ yang bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh penjahat di benua lain. Petugas teknis BitDefender Catalin Cosoi yang pekan ini meluncurkan software SafeGo yang memberantas akun ‘tidak aman,’ mengatakan, “Terdapat 200 juta pengguna terdaftar di Twitter, dan 200 juta pesan dikirim tiap hari namun sebenarnya jauh lebih banyak yang diterima yakni mencapai 350 miliar karena tiap pesan terkirim ke sejumlah besar orang sekaligus”.


Menurut statistik kami, 1% pesan tersebut berbahaya dan berisi spam atau tautan ke situs yang berisi virus atau software berbahaya lainnya, lanjutnya. Artinya, sebanyak 3,5 miliar pesan berbahaya terkirim tiap harinya. Bagi pengguna rata-rata bisa terancam 17 pesan berbahaya per harinya, lanjutnya lagi. “Kebanyakan hanya spam dan banyak spammer mengawasi kata kunci yang menjadi tren di Twitter kemudian mengirim spam yang mengandung kata-kata tersebut. Sisanya, merupakan pesan berisi software berbahaya,” paparnya. Melalui SafeGo, tersangka spammer di antara daftar orang yang Anda ‘follow’ ditandai dengan empat warna dan merah sangat mencurigakan, mulai dari pengguna yang mengirim spam atau tautan berbahaya. Sangat mudah menentukan ‘follower’ yang mungkin tak benar-benar menjadi teman, dan kemudian memblok mereka. Layanan ini juga memberitahu Anda melalui pesan instan jika ada follower baru yang mencurigakan dan selama software terus berjalan, software akan memantau daftar follower Anda.


Banyak spam Twitter terbaru mentarget pencari pekerjaan dengan tautan yang mengarahkan mereka untuk ‘bekerja dari situs rumah’ yang menarik biaya untuk bergabung. Rincian kartu kredit mereka pun kemudian dicuri. Penjahat cyber Indonesia baru-baru ini menyerang pengguna Twitter dengan tautan singkat yang tampaknya mengarahkan pada gambar dari Facebook namun sebenarnya menginstal software pada komputer korban yang dirancang untuk mencuri uang. “Mengklik tautan itu akan mengarahkan pada URL Twitter singkat. Sebagian besar pengguna Twitter ini berasal dari Indonesia. Untuk memancing pengguna mengklik URL, penjahat cyber memasukkan Facebook.com dalam tautannya. Sejak 2 September 2011, sekitar 600 pesan menggunakan tautan yang sama telah terkirim,” kata pakar keamanan Trend Micro dalam posting blognya pekan ini. [mdr-inilah-modf.]

Rabu, 20 Juli 2011

Detektor Malware Google Search Engine

Google Search bisa mendeteksi malware dari data yang ada di komputer Windows. Google sekarang bisa mendeteksi virus dari data yang ada di dalam sebuah komputer. Seperti ditulis di GoogleBlog dengan
judul artikel Using data to protect people from malware, Google menyebutkan baru-baru ini mereka menemukan lalu lintas pencarian yang tidak biasa saat melakukan pemantauan rutin di pusat data Google.


Setelah bekerja sama dengan sejumlah ahli sekuriti internet, Google menemukan bahwa komputer yang berperilaku demikian ternyata terinfeksi software berbahaya atau malware. Matt Cutts dari Google mengatakan ini hanya terjadi pada komputer Windows.Sehingga Google membuat sistem deteksi, dan jika komputer terdeteksi bervirus, saat membuka Google Search, di atas kotak pencarian akan muncul bar peringatan warna kuning, bertuliskan Your computer appears to be infected.


Malware itu membuat komputer yang terinfeksi mengirim trafik ke Google melalui proxy. Google berharap notifikasi ini dapat membantu mengingatkan orang untuk meng-update antivirus. [mor-inilah-modf.]

Rabu, 16 Februari 2011

Anti Virus Artav Made In Indonesia

Arrival Dwi Sentosa, siswa SMP 48 di Bandung, Jawa Barat, berhasil menciptakan sebuah antivirus lokal. Anti virus ini dinamainya Artav dan kini mulai digemari para pengguna komputer, bahkan warung internet di Bandung. Selain karena mudah
digunakan, tampilan Artav buatan Arrival ini juga tidak kalah dengan anti virus profesional. Diakui oleh sejumlah pengelola warnet, Artav sangat membantu untuk menghilangkan virus di dalam komputer, meskipun piranti lunak ini masih membutuhkan penyempurnaan.


Arrival dan Kakaknya Taufik
Perbandingan Fitur Antivirus

Arrival menciptakan antivirus ini dalam waktu satu tahun. Ia tidak belajar di tempat profesional untuk membuat Artav. Arrival dan kakaknya hanya belajar otodidak dan membeli buku panduan sampai akhirnya bisa membuat antivirus ini. [tvOne-modf.]

Download Antivirus Artav → klik Banner Artav di Sidebar Blog ini →

Rabu, 02 Februari 2011

Manusia Terinfeksi Virus Komputer

Selama ini virus yang berkembang di PC pasti akan menyebar di komputer. Lalu, apa jadinya jika virus komputer tersebut juga bisa menginfeksi manusia? Peristiwa unik ini terjadi di Inggris. Seorang ilmuwan
di University of Reading mengatakan dia menjadi orang pertama di dunia yang terinfeksi oleh virus komputer. Adalah Dr. Mark Gasson, mengakui telah terkontaminasi chip komputer yang ditanamkan di tangannya. Menurutnya itu bisa memiliki implikasi besar untuk perangkat kesehatan seperti alat pacu jantung jantung dan implan koklea.

Dr. Mark Gasson



"Penelitian kami menunjukkan bahwa teknologi implan telah dikembangkan ke titik di mana implan mampu berkomunikasi, menyimpan dan memanipulasi data," katanya, seperti yang dilansir TG Daily.  "Mereka pada dasarnya adalah komputer mini. Hal ini berarti bahwa, seperti mainstream komputer yang mana mereka dapat terinfeksi oleh virus dan teknologi perlu mengimbangi ini. Sehingga implan, termasuk peralatan medis, dapat digunakan secara aman di masa depan," tambahnya.






Chip A high-end Radio Frequency Identification (RFID) yang ditanamkan ke tangan kiri Gasson tahun lalu, dapat memberikan akses yang aman untuk masuk ke dalam universitas dan juga perangkat genggamnya. Setelah terinfeksi, chip merusak sistem utama yang digunakan untuk berkomunikasi dengannya. Sehingga, dia mengakui kalau dirinya merupakan orang yang pertama kemasukan virus komputer di dalam tubuhnya. [tyo-Susetyo Dwi Prihadi-modf.]

Kamis, 27 Januari 2011

Virus Stuxnet Serang Program Nuklir

Ahli keamanan menemukan bukti baru serangan virus Stuxnet pada program nuklir Iran. Ini merupakan kolaborasi kekuatan Barat dan penjaga keamanan rahasia Israel. Tom Parker, ilmuwan keamanan berbasis di AS yang khusus
melacak serangan cyber telah menghabiskan beberapa bulan menganalis kode Stuxnet dan menemukan bukti bahwa virus tersebut diciptakan dua organisasi terpisah. Bukti forensik memaparkan bahwa suatu sumber intelejen ikut bergabung dalam dua tahap terpisah.



“Ini kemungkinan besar dikembangkan kekuatan Barat. Mereka tampak sangat mendukung pihak kedua yang begitu besar menargetka serangan ini,” ujar Parker seperti dikutip Telegraph. Perangkat lunak berbahaya ini pertama kali dideteksi Juni tahun lalu. Stuxnet didesain untuk merusak, melakukan penyesuaian diam-diam ke mesin sentrifugal yang digunakan di Natanz, situs pengayaan uranium Iran. Meskipun meremehkan dampaknya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengkonfirmasi keberadaan Stuxnet meningkatkan semangatnya dalam ambisi nuklir. Penyelidikan terpisah oleh ahli nuklir AS, ditemukan cara kerja Stuxnet dengan meningkatkan sentrifugal kecepatan uranium untuk merusak sistem periode pendek. Di waktu yang sama, virus ini mematikan sistem pemantauan keamanan dan operasional.




Parker juga menegaskan bahwa serangan cyber itu dilakukan oleh beberapa orang yang sangat berbakat. Ia percaya bahwa beberapa kekuatan Barat, termasuk Inggris, bekerja sama karena mereka memiliki banyak ahli yang memiki keahlian khusus menciptakan dan menguji virus langka. Kritik Parker yang disampaikan di konferensi keamanan komputer BlackHat di Washington DC, Amerika Serikat, juga diamini oleh banyak ahli, salah satunya konsultan enkripsi komputer Nate Lawson. [mor-sarie-modf.]

Minggu, 21 November 2010

Negara dengan Internet Paling Rawan

AVG merilis daftar sembilan negara yang paling berbahaya bagi pengguna internet. Kabar baiknya, Indonesia tidak masuk dalam daftar mengkhawatirkan itu. Perusahaan keamanan AVG mengumpulkan data dari pengguna jaringan internet
dari 100 juta PC di 144 negara. Indonesia termasuk negara yang diteliti oleh perusahaan penyedia antivirus ini.


AVG telah menganalisa data tersebut dan mencari tahu berapa jumlah serangan internet di seluruh dunia. Data ini juga digabung dengan frekuensi antivirus AVG yang telah diperbarui dalam kurun satu minggu.


Negara dengan tingkat penggunaan internet paling berisiko adalah Turki. Peringkat kedua ialah Rusia disusul dengan Armenia. Peringkat keempat adalah Azerbaijan diikuti oleh Bangladesh, Laos dan Vitenam. Peringkat delapan negara yang rawan serangan berbahaya di internet adalah Portugal. Posisi kesembilan ialah Amerika Serikat.[ito-Ellyzar Zachra PB-Agung Rajasa-modf.]

Selasa, 21 September 2010

Bakteri Super Ditemukan

Jepang melaporkan kasus gen bakteri baru yang dikenal sebagai bakteri super yang tahan terhadap segala jenis obat-obatan. Kasus pertama di Jepang ini ditemukan di tubuh seorang lelaki Jepang setelah dia menjalani perawatan medis
di India. Menurut Menteri Kesehatan Jepang, Kensuke Nakajima, bakteri yang ditemukan di tubuh lelaki berusia 50 tahun itu bernama NDM-1. Para ahli mengatakan bahwa gen bakteri yang biasanya tersebar di India ini berubah menjadi bakteri dan tahan terhadap semua jenis antibiotik. Lelaki yang tidak disebutkan namanya ini sekembalinya dari India untuk mendapatkan perawatan medis. Nakajima menolak untuk mengatakan perawatan apa yang diperolehnya di India demi alasan privasi.


Dia masuk rumah sakit di Tochigi, utara Tokyo, setelah menderita demam tinggi. Rumah Sakit Universitas Dokkyo Medis, menyimpan sampel dari lelaki itu yang mereka duga mengandung bakteri super. Rumah Sakit mengadakan pemeriksaan terhadap sampel yang mereka ambil setelah jurnal medis Inggris, Lancet, melaporkan mengenai penemuan bakteri NDM-1 ini pada bulan Agustus. Rumah sakit tersebut lalu memberitahukan menteri kesehatan mengenai penemuan bakteri super ini. Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa tidak ada seorangpun pada rumah sakit tersebut yang tertular. Menyusul penemuan pertama di Jepang ini, Kementerian Kesehatan meminta semua petugasnya untuk memeriksa setiap rumah sakit apabila ditemukan kasus serupa.


Walaupun bakteri super ini tersebar di India, namun kasus-kasus serupa juga ditemukan di Australia, Kanada, Amerika Serikat, Belanda, Swedia, dan Inggris. Para ahli mengatakan penyebaran bakteri super ini keseluruh dunia karena banyaknya warga Amerika dan Eropa di India dan Pakistan untuk melakukan wisata medis, diantaranya adalah operasi kecantikan. (VIVAnews-TvOne-modf.)

Minggu, 30 Mei 2010

Cara Hacker Menyusupi Google

Masih ingatkah perseteruan Google dengan pemerintah China. Google telah melakukan tindakan yang tegas setelah sejumlah hacker China menyerang para pemilik akun gmail. Bagaimana cara hacker
untuk menyusup ke akun Gmail dan menyebarkan malware di situs mesin pencari tersebut. Financial Times melaporkan, para hacker mengawali aksinya dengan mencari alamat instant messaging (IM) para karyawan Google di china melalui situs jejaring sosial.


Orang yang diduga melakukan penyerangan ke Google dan sejumlah perusahaan kemudian meminta untuk menjadi 'teman' para karyawan Google. Ketika mereka telah menjalin pertemenan itulah, para hacker mengirimkan link yang berisi malware kepada para karyawan. Dengan demikian, malware akan menyebar begitu karyawan Google meng-klik link tersebut. "Penyidikan menunjukkan bahwa penyerang telah memilih sejumlah karyawan perusahaan yang memiliki akses ke data-data penting dan mereka juga mempelajari teman-teman karyawan google lainnya," tulis Financial Times.

"Hacker telah menggunakan akun di jejaring sosial terhadap sejumlah karyawan dan telah menghitung sejumlah kemungkinan bahwa orang tersebut akan mengklik link yang dikirim," lanjut tulisan  Financial Times George Kurtz, Chief Technology Officer McAfee membenarkan, penyerang banyak menggunakan program-program instant messaging yang digunakan karyawan untuk mendistribusikan malware. Kendati demikian, Google juga tetap menyelidiki sejumlah karyawannya yang diduga terlibat dalam serangan yang dimulai sejak pertengahan Desember silam. Tak hanya Google, serangan hacker juga mengenai 30 komputer lainnya.(ugo-modf.)