Apa yang akan terjadi di bumi jika badai solar maksima muncul pada 2012? Mengapa solar maksimum kali ini menjadi penting? Yang pasti akan ada kesusahan besar. Sejak tahun 1996 penggunaan satelit untuk berbagai kepentingan sangat mendominasi kehidupan sehari-hari. Apabila terjadi solar maksima yang besar, semua satelit yang ada akan luluh lantak dan tidak berfungsi. Bukan itu saja, penyaluran listrik juga akan terkena dampaknya sehingga bumi akan sama sekali gelap tanpa listrik. Kelihatannya hal itu sederhana, namun ketiadaan komunikasi dan energi akan menyebabkan meledaknya kekacauan global. Jika kita tidak melakukan langkah persiapan, maka akan ada kesusahan besar. Kesusahan seperti apa saja? Sangat banyak dan beberapa di antaranya sebagai berikut:
Pertama, sistem elektronik bank tidak berfungsi, dan akses untuk mendapatkan uang tertutup. Logam seperti emas, nikel, tembaga, nikel akan menjadi alat tukar, dan uang nilainya sama dengan kertas toilet
Kedua, ketiadaan listrik menyebabkan transportasi yang membawa bahan bakar terhambat. Industri yang membutuhkan listrik dan bahan bakar serta air otomatis tutup. Pabrik pengolah makanan akan runtuh sehingga distribusi pangan terhenti sama sekali.
Ketiga, ribuan pasien di rumah sakit yang dalam keadaan kritis tidak dapat memperoleh pertolongan karena tidak adanya peralatan yang berfungsi.
Keempat, pemerintah tidak berfungsi karena semua fasilitas komunikasi, pangan, energi tidak berfungsi.
Kelima, masyarakat kebingungan dan panik serta kelaparan. Tidak berapa lama kemudian pandemik akan muncul, dan peradaban kita akan mulai lagi dari nol.
*) Richard Claproth adalah lulusan geologi ITB dan pakar ilmu bumi bergelar Ph.D dari University of Wollongong Australia. Pria yang meyakini sains dan spiritualitas benar-benar bisa selaras ini, juga penerima beasiswa dari UNESCO di International Institute for Research in Geothermal Science Pisa Italia-modf.
Ilmuwan pernah menilai keanekaragaman hayati bisa membantu mempertahankan posisi fungsi hewan dan mencegah dari kepunahan. Namun, keragaman spesies nyatanya tidak menjamin keberhasilan masa depan bagi sekelompok hewan. Hal itu menyebabkan kepunahan massal terus berjalan sangat cepat, berdasarkan studi terbaru. “Implikasi utama dari perubahan ini adalah kita benar-benar seperti berjudi,” kata John Alroy, ahli paleobiologi di Macquarie University di Sydney, Australia. “Kita tidak tahu mana saja kelompok yang akan jadi korban, kelompok mana yang mengalami perubahan dengan cepat, atau mana saja yang berakhir dengan tingkat ekuilibrium jangka panjang.”
Klik untuk memperbesar gambar
Di masa lalu, peneliti biasanya menghitung spesies berdasarkan rekaman fosil dengan mengambil secara acak sejumlah sampel hewan dalam periode tertentu. “Di beberapa metode lama, ada sistem seperti pengambilan suara di Amerika di mana terkadang kemungkinan minoritas tidak tampak,” kata Charles Marshall, ahli paleontologi di University of California, Berkeley.
Laporan kepunahan di masa lalu menunjukkan kesulitan memprediksi kelompok hewan mana saja yang musnah dan seberapa cepat. “Bertahan hidup dan perbaikan lingkungan merupakan dua isu yang berbeda,” kata Marshall lagi. Satu hal yang pasti, perubahan keanekaragaman hayati dapat terjadi kapanpun, menurut studi Alroy. Dia menambahkan bahwa latar belakang kemusnahan spesies manusia juga bisa terjadi.[ito-inilah-Ellyzar Zachra PB-modf.]
Lupakan bayangan asteroid besar mengancam bumi seperti di film “Armageddon”. Penghuni bumi justru harus mewaspadai asteroid yang lebih kecil. Asteroid-asteroid yang memiliki ukuran lebih kecil dapat meledak di atmosfer bumi. Menurut ilmuwan, batu luar angkasa yang meledak (airburst) pada 1908 di Tunguska dan Siberia jauh lebih mengancam. Objek seperti itu dapat menghantam bumi setiap 12 tahun. Bahaya ledakan asteroid itu menjadi pembicaraan di konferensi Luar Angkasa 2010 di California, Amerika Serikat. Fisikawan Mark Boslough dari Sandia National Laboratories Albuquerque mengatakan, “Kami belum mengetahui fisik airburst, dan penelitian tentang hal itu belum pernah dilakukan.”
Menurut model airburst yang ada, Boslough menyebutkan ledakan ini mengeluarkan panas tinggi dan menciptakan ledakan angin yang sangat besar hingga menyentuh tanah. “Kita memang harus memikirkan hal kecil,” katanya. Selain itu, asteroid yang cukup besar dan berhasil masuk ke dalam atmosfer bumi sebelum meledak akan menciptakan gas mendesis yang dapat membakar apa pun. Vegetasi akan menguap dan batu meleleh, pendeknya ledakan itu sangat mengerikan. Situasi serupa pernah terjadi 30 juta tahun lalu di gurun Libya, kata Boslough. Secara statistik, kemungkinan bumi dihantam objek besar menjadi kecil dengan banyaknya asteroid-asteroid kecil ditemukan. “Ada banyak objek kecil sehingga kita sebaiknya membuat lebih banyak teleskop,” katanya. Jika objek kecil ini ditemukan “Kita tak punya pilihan selain menerima hantamannya,” katanya. Direktur Center for Orbital and Reentry Debris Studies Bill Ailor mengatakan, “Kita selalu membicarakan asteroid besar saja dan kita berhasil melewati ancaman itu.
Namun, asteroid kecil terus menjadi ancaman dan tantangannya adalah apa yang akan kita lakukan.” Senada, manager Near-Earth Object Program Office NASA, Don Yeomans di Jet Propulsion Labolatory Pasadena, California mengatakan, “Kita bisa mendeteksi asteroid besar, namun masih sangat jauh untuk dapat mendeteksi yang kecil.”
“Kita harus mencari mereka sebelum mereka menemukan kita.” [nic-inilah-modf.]
AVG merilis daftar sembilan negara yang paling berbahaya bagi pengguna internet. Kabar baiknya, Indonesia tidak masuk dalam daftar mengkhawatirkan itu. Perusahaan keamanan AVG mengumpulkan data dari pengguna jaringan internet dari 100 juta PC di 144 negara. Indonesia termasuk negara yang diteliti oleh perusahaan penyedia antivirus ini.
AVG telah menganalisa data tersebut dan mencari tahu berapa jumlah serangan internet di seluruh dunia. Data ini juga digabung dengan frekuensi antivirus AVG yang telah diperbarui dalam kurun satu minggu.
Negara dengan tingkat penggunaan internet paling berisiko adalah Turki. Peringkat kedua ialah Rusia disusul dengan Armenia. Peringkat keempat adalah Azerbaijan diikuti oleh Bangladesh, Laos dan Vitenam. Peringkat delapan negara yang rawan serangan berbahaya di internet adalah Portugal. Posisi kesembilan ialah Amerika Serikat.[ito-Ellyzar Zachra PB-Agung Rajasa-modf.]
Metode rekomendasi milik Google diselidiki pihak berwenang Texas. Google dinilai melakukan manipulasi hasil pencarian internet untuk meminimalisir persaingan. Pihak penyelidik membuka kembali kasus Google setelah menemukan bukti baru. Sejak dimulai 12 tahun lalu di Silicon Valley, Google menjadi salah satu pebisnis paling berpengaruh mengingat pendapatan tahunan mereka mencapai US$30 miliar (Rp 273 triliun). Juru bicara Kejaksaan Agung Texas Greg Abbott mengakui adanya penyelidikan itu, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut.
Penyelidikan tersebut diperkirakan fokus pada kemungkinan Google melakukan manipulasi pada hasil pencarian internet mereka untuk meminimalisir persaingan. Urutan tertinggi pada mesin pencari mungkin mempopulerkan situs karena mesin pencari Google memproses sekitar dua pertiga permintaan pencarian di AS. Jumlah ini bahkan lebih tinggi di beberapa bagian dunia. Oleh karena itu, dominasi peringkat situs pada halaman pertama hasil Google mungkin akan menarik lebih banyak lalu lintas dan menghasilkan pendapatan lebih, baik dari iklan atau penjualan barang dagangan.
Di sisi lain, regulator Eropa sudah melakukan menyelidiki soal keluhan bahwa Google telah mendukung layanan milik mereka sendiri, bukan hasil situs saingan mereka. Beberapa gugatan yang didaftarkan di AS juga menuduh rumus pencarian Google adalah bias. Di sisi lain, Google percaya bahwa Abbott adalah yang pertama membuka penyelidikan soal monopoli perdagangan ini. “Kami tertarik untuk menjawab pertanyaan Abbott karena kami yakin bahwa Google bekerja dengan cara terbaik bagi para pengguna,” kata Don Harrison, wakil penasihat umum Google.[ito-Ellyzar Zachra PB-inilah.modf.]
Dunia harus segera bertindak untuk menghentikan hilangnya spesies hewan dan tumbuhan yang memungkinkan manusia eksis. PBB memperingatkan itu di awal pertemuan puncak keanekaragaman hayati di Nagoya Jepang. Delegasi dari 193 anggota Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (CBD) berkumpul di pusat kota Nagoya untuk bekerja sama menyusun strategi guna membalikkan kepunahan massal disebabkan oleh manusia.
"Waktu untuk bertindak adalah sekarang dan tempat untuk bertindak adalah di sini," kata sekretaris eksekutif CBD Ahmed Djoghlaf saat pertemuan dibuka. Ia menggambarkan acara 12-hari itu sebagai "momen yang menentukan" dalam sejarah umat manusia. "Bisnis seperti biasa lebih merupakan pilihan, ketika menyangkut kehidupan di bumi. Kita perlu pendekatan baru, kita perlu berhubungan kembali dengan alam dan hidup selaras dengan alam." Delegasi diberitahu tekanan populasi manusia telah memusnahkan ekosistem, seperti hilangnya hutan tropis dan terumbu karang, dan musnahnya hewan dan tumbuhan yang membentuk jaring kehidupan manusia.
"Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya dunia untuk mengatasi fakta yang sangat sederhana kita menghancurkan kehidupan di bumi," kata direktur eksekutif Program Lingkungan PBB Achim Steiner dalam pidato pada upacara pembukaan. "Kita merusak dasar-dasar yang mendukung kehidupan di planet ini." Delegasi di Nagoya akan menetapkan target baru tahun 2020 untuk menahan hilangnya spesies, dan akan mendiskusikan peningkatan bantuan keuangan jangka menengah bagi negara-negara miskin untuk membantu mereka dalam melindungi satwa liar dan habitatnya. Tapi janji belum terpenuhi, dan Djoghlaf mengatakan pemerintah di seluruh dunia harus mengakui kegagalan itu. "Mari kita memiliki keberanian untuk melihat ke dalam mata anak-anak kita dan mengakui bahwa kita telah gagal secara individual dan kolektif untuk secara substansial mengurangi laju kehilangan keanekaragaman hayati tahun 2010," kata Djoghlaf. [ito-inilah-modf.]
Para penggemar science fiction dan misteri mungkin sudah pernah mendengar nama John Titor, seseorang yang mengaku berasal dari tahun 2036. Sekarang, seorang pria lain mengaku bahwa ia berasal dari tahun 2256, dan ia dapat membuktikannya. Pada tanggal 28 Januari 2003, Seorang pria bernama Andrew Carlssin digiring oleh FBI atas permintaan SEC (Security and Exchange Commission) untuk diinterogasi atas kecurigaan melakukan insider trading. Kecurigaan itu bermula ketika SEC mengetahui bahwa Carlssin berhasil meningkatkan portfolionya senilai $800 menjadi $350.000.000 hanya dalam dua minggu. Ia menaruh portfolionya pada 126 keputusan trading yang berisiko tanpa sekalipun gagal. Bertahun-tahun, para trader terhebat di Wall Street mengalami kerugian besar akibat volatilitas pasar yang luar biasa. Jadi ketika Carlssin mengalami keuntungan luar biasa dari 126 keputusan trading, para trader menjadi curiga.
Dalam interogasinya di hadapan FBI, Carlssin yang berusia 44 tahun memberikan penjelasan yang luar biasa bagaimana ia mendapatkan kekayaannya tersebut. Ia mengakui bahwa ia berasal dari tahun 2256. FBI mengatakan,”Kita masih berusaha untuk mengorek sumber orang dalamnya dalam melakukan trading. Ia akan tetap berada di penjara sampai kita memperoleh informasi tersebut.” Selama empat jam interogasi, Carlssin mengatakan bahwa ia adalah seorang time traveller, seorang yang berasal dari tahun 2256. Ia berkata,”aku tidak dapat menahan diri, padahal aku telah berusaha untuk kelihatan natural, dengan membuat diriku rugi sedikit disini, sedikit disana. Namun kelihatannya aku terhanyut dengan suasana.”
Carlssin mengakui bahwa ia datang dari tahun 2256 dimana pengetahuan tentang volatilitas pasar saham adalah sesuatu yang biasa sehingga setiap orang yang mengetahui sejarah pasar saham dapat mengambil keuntungan darinya. Untuk membuktikan pengakuannya, Carlssin memberikan prediksinya tentang tanggal pasti invasi Amerika ke Irak, dan ia memberikan tanggal yang tepat. Carlssin juga menawarkan untuk memberi tahu lokasi Osama Bin Laden dan obat penyembuhan bagi AIDS. Yang dia inginkan hanyalah dilepaskan dan dibiarkan kembali ke mesin waktunya. Ketika ditanya, Carlssin menolak untuk memberitahu lokasi mesin waktunya atau mendiskusikan cara kerjanya karena takut teknologi itu dapat jatuh ke tangan yang salah. Tentu saja FBI tidak begitu saja mempercayai cerita Carlssin. Namun sebuah sumber dari SEC mengakui bahwa tidak seorangpun yang dapat melacak asal-usul Carlssin sebelum Desember 2002. Seakan-akan Carlssin tidak pernah ada sebelum itu. Namun, cerita tentang Carlssin tidak berhenti sampai disitu. Kisah Carlssin tiba-tiba saja menghilang dan tidak pernah diungkit lagi. Demikian pula keberadaannya. Tidak ada media yang meliputnya kembali. SEC dan FBI bahkan kemudian menyangkal bahwa mereka pernah menangkap Carlssin. Pengacaranya mengatakan bahwa Carlssin harusnya menemui dia untuk acara dengar pendapat di pengadilan pada tanggal 2 April 2003, namun ia tidak muncul, hilang begitu saja.
Cerita tentang Carlssin yang mengklaim berasal dari masa depan ini bermula dari berita di tabloid Weekly World News tanggal 25 Februari 2003, yang kemudian dikutip oleh media-media terkemuka seperti Yahoo news. Dalam artikel susulan tanggal 29 April 2003, Weekly World News menulis bahwa mereka berhasil mewawancarai Carlssin via telepon dan Carlssin berkata bahwa ia sedang berada di Toronto dan sedang menyiapkan sebuah perusahaan yang akan go public pada tahun 2007. Carlssin mengakui bahwa pada tanggal 29 Maret 2003, ia dilepaskan oleh FBI atas kebaikan hati dari seseorang yang tidak dikenal yang memberikan uang jaminan senilai 1 juta dolar. Pada saat ditangkap tahun 2003, Carlssin berusia 44 tahun. Namun Carlssin mengatakan bahwa hingga saat ini, ia tidak bertambah tua sedikitpun. Ketika ditanya apa yang ia lakukan selama tahun-tahunnya yang hilang, ia menjawab ,”No Comment.” Dan soal kehebohan yang ditimbulkannya, Carlssin berkata,”Waktu adalah segalanya dan segala sesuatu terjadi sesuai waktunya. Aku disini sekarang. Jadi inilah waktuku."
Banyak orang hingga kini tidak mempercayai bahwa seseorang dapat melakukan perjalanan lintas waktu atau time travel. Namun para ahli fisika tidak sependapat dengan mereka. Para mahasiswa di MIT (Massachusets Institute of Technology) - salah satu universitas Iptek terbaik di dunia pernah mengadakan konvensi fisika dengan mengundang semua orang yang mengklaim berasal dari masa depan. Einstein dan Hawking, dua dari fisikawan terbesar sepanjang masa percaya bahwa manusia dapat mengadakan perjalanan lintas waktu. Bahkan Einsteinlah yang sebenarnya memulai ide tentang perjalanan waktu dengan teori relativitasnya. Dibelahan bumi lainnya, tepatnya di Jenewa, CERN - sebuah organisasi fisika nuklir Eropa sedang melakukan eksperimen membuat lubang hitam mini yang dapat diaplikasikan untuk perjalanan lintas waktu. Dan CERN tentu saja bukan organisasi sembarangan mengingat merekalah yang menemukan Internet (World Wide Web). John titor, salah seorang misterius yang mengaku berasal dari tahun 2036 mengaku bahwa ia datang dari masa depan lewat dua lubang hitam mini. Tidak cukup sampai disitu, Ronald Mallet, seorang profesor fisika dari Universitas Connecticut telah menggunakan persamaan Einstein dan sinar laser untuk menciptakan mesin waktu. Bahkan Prof Mallet memprediksikan bahwa dalam 10 tahun ini, manusia sudah dapat menemukan mesin waktu yang dapat digunakan untuk perjalanan lintas waktu.
Time Machine CERN
Menyangkut kisah Carlssin, beberapa kecurigaan mulai timbul bahwa cerita ini adalah murni rekayasa Weekly World News, mengingat tabloid ini biasa memberitakan kisah-kisah yang aneh dan diragukan kebenarannya. Namun sampai sekarang, tidak pernah ada klarifikasi dari tabloid tersebut mengenai benar tidaknya berita tersebut. FBI dan SEC telah menyangkal berita tersebut dan mengatakan bahwa kisah itu adalah murni gurauan. Apa yang mungkin menguatkan dugaan ini adalah sulitnya untuk menemukan foto Andrew Carlssin di internet. Setelah mencari-cari, saya dapat menemukan guntingan koran mengenai kisah ini dan didalamnya ada foto Andrew Carlssin. Kemudian foto ketika ia digiring oleh FBI.
Klik untuk memperbesar Gambar
Itupun hanya menunjukkan foto yang tampak dari belakang. Namun, apabila kisah ini adalah sebuah gurauan, seharusnya sudah ada klarifikasi dari tabloid yang bersangkutan atau klasifikasi dari pria yang fotonya ada di guntingan koran diatas. Sampai saat ini, tidak ada klarifikasi tersebut. Mereka yang menyebut kisah ini gurauan, tidak pernah memberikan bukti yang memadai. Jadi bagi saya, kisah ini masih merupakan misteri yang terbuka. [wahw33d-modf.]