Salah satu kemajuan teknologi informasi yang saat ini telah mengubah cara pandang dan hidup manusia, proses bisnis dan strategi suatu institusi bisnis, adalah internet. Dengan internet kita dapat mengakses data dan informasi kapan saja dan di mana saja.
Internet dapat membuat bias jarak, ruang, dan waktu yang merupakan suatu jaringan komunikasi tanpa batas yang melibatkan jutaan komputer yang tersebar diseluruh dunia. karena itu kini masyarakat akrab dengan istilah seperti broadband, mobile communications, tellecomutters, dan lain-lain. Ada banyak sumber daya di intenet yang dapat dimanfaatkan baik berupa content, aplikasi, atau suatu sistem, di antaranya e-mail, newgroups, chatting, phone call, internet telephony (VOIP), real player streaming, internet radio broadcasting, streaming video, video conferencing, dan sebagainya. Untuk dapat terkoneksi ke internet kita harus terkoneksi ke internet service provider (ISP), yakni perusahaan atau badan usaha yang menjual koneksi internet atau sejenisnya kepada pelanggan. ISP awalnya sangat identik dengan jaringan telepon, karena dulu ISP menjual koneksi atau akses internet melalui jaringan telepon. Misalnya Telkomnet Instant dari Telkom. Ada banyak penyedia jasa internet di Indonesia, seperti ASTInet, DTP, IM2, Telkomsel Flash, Speedy, SCBN, Lintas Arta, VIPnet, Elnusnet dan lain-lain. Sekarang, dengan perkembangan teknologi lSP itu berkembang tidak hanya dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi seperti fiber optic dan wireless. Di Bali, Denpasar pada khususnya lSP dengan teknologi wireless paling banyak tumbuh. Pasalnya teknologi ini paling murah, tidak perlu membangun jaringan kabel, mudah dipindahkan, tidak ada biaya izin dan lain-lain. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tercatat tak kurang dari 200 ISP yang secara resmi beroperasi di Indonesia. Dari sekian banyak orang, tentunya ada yang menjadi pelanggan dari ISP. Selain biayanya lebih murah daripada mengakses internet melalui dial up, berlangganan internet melalui ISP bisa memberikan kenyamanan, tidak lelet alias lambat dalam mengakses. ISP pada umumnya memiliki salah satu media teknologi Internet yang dipilih untuk melayani pelanggannya. Berbagai macam pilihan teknologi internet yang sudah tersedia saat ini, namun hanya beberapa saja yang populer digunakan. Secara umum dapat dikategorikan berdasarkan media teknologinya menjadi: 1.Media kabel (cable), contohnya kabel telepon, serat optik, HFC, 2.Media nirkabel (wireless), contohnya WiFi, satelit, WiMax, GPRS, 3G, 3,5G/HSDPA Tak heran semakin banyak orang cenderung memilih mengakses internet melalui ISP. Dalam praktiknya, setiap ISP memiliki metode berbeda dalam memberikan layanan. Ada yang melalui gelombang wireless (radio), via satelit (antena VSAT), atau jaringan kabel. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Untuk wireless misalnya, biasanya dipilih oleh pelanggan di perkantoran yang masih dalam satu wilayah / kota. Pelanggan melalui satelit biasanya digunakan mengingat adanya keterbatasan jaringan komunikasi (saluran telepon) yang memadai di suatu wilayah karena terpisah hutan belantara dan lautan. Ya, salah satu kelebihan akses ISP melalui satelit adalah daya jangkaunya yang mencapai 99% di seluruh permukaan bumi. Sedangkan akses internet ISP dengan jaringan kabel, sebenarnya terbagi ada yang melalui kabel telepon biasa, kabel Unshielded Twisted Pair / UTP (mirip dengan kabel telepon biasa tapi dengan kapasitas lebih besar), kabel koaksial (menyerupai kabel TV) dan kabel fiber optik. Dalam hal ini, teknologi ISP yang menggunakan fiber optic mampu memberikan transfer data (bandwidth) di atas 2 Mbps (paling besar dibanding ISP wireless dan satelit) sehingga kenyamanan akses internet semakin terasa. Umumnya setiap ISP mampu memberikan saran bandwidth berkisar antara 32 dan 512 Kbps baik untuk upload maupun download. Faktor kecepatan merupakan alasan utama yang membodakan antara koneksi internet melalui dial up dengan melalui ISP. Pasalnya ISP biasanya mampu memberikan kestabilan bandwidth yang diterima o1eh.
Selasa, 29 Desember 2009
Senin, 28 Desember 2009
Gerhana Matahari 15 Januari 2010
Gerhana matahari pada 15 Januari 2010 merupakan gerhana matahari cincin (annular), yaitu bundaran bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari sehingga masih tersisa bagian yang bercahaya, yang mengesankan seperti cincin. Namun di Indonesia, gerhana ini hanya akan nampak sebagai gerhana matahari sebagian (parsial), karena umbra gerhana hanya melintas di wilayah Afrika timur, India selatan dan Sri Lanka, Myanmar dan China bagian tengah. Di Indonesia, gerhana ini hanya bisa disaksikan di seluruh Pulau Sumatra, Kalimantan, serta sebagian Jawa dan Sulawesi. Gerhana ini terjadi saat matahari di langit barat dilihat dari segenap wilayah Jawa Tengah dan seluruh tahapannya, yakni kontak awal, puncak serta kontak akhir bisa diamati sepenuhnya. Puncak gerhana terjadi di antara jam 15:19 - 15:23 WIB, tergantung pada lokasinya. Pada saat puncak, matahari akan nampak benjol (robek) sedikit di bagian kanan bawah (sisi utara). Mengingat Jawa Tengah berdekatan dengan garis marginal gerhana maka durasi dan magnitude gerhana, yakni persentase ketertutupan matahari oleh bulan, menjadi berbeda-beda di setiap lokasi. Magnitude gerhana ini sangat kecil, maksimal hanya 4 % (Brebes) dan cenderung menurun begitu beranjak ke timur. Demikian pula durasinya. Wonogiri menjadi wilayah dengan karakteristik gerhana paling minimal, yaitu durasinya hanya 24 menit dengan magnitude 0,9 %. Karena durasinya bervariasi, maka bagi umat lslam terdapat situasi kondisional untuk menunaikan ibadah shalat sunah gerhana matahari. Geometri gerhana matahari ini mirip dengan gerhana mata hari cincin 27 Januari 632 yang bersejarah, karena terjadi bersamaan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW dari istri Mariah Qibthiyah dan menjadi sebab diturunkannya perintah melaksanakan shalat sunah gerhana. Pada saat itu lintasan umbra berbentuk hampir sama dengan lintasan umbra gerhana matahari cincin 2010 ini, hanya saja lokasinya sedikit bergeser ke utara dengan melintasi Semenanjung Arabia bagian selatan.
Gerhana Bulan 1 Januari 2009
Gerhana bulan pada 1 Januari 2010 merupakan gerhana bulan sebagian (parsial) yang bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Gerhana diawali pada jam 00:17 WIB saat bulan mulai memasuki penumbra Bumi (kontak awal penumbra). Kondisi ini sukar diamati dengan mata telanjang, namun bisa dideteksi lewat perangkat optik seperti binokuler / teleskop di mana mulai terjadi penurunan kecerahan (magnitude) bulan meski sangat sedikit. Penurunan kecerahan dramatis, sewaktu bulan mulai nampak gelap, terjadi sejak jam 01:53 WIB ketika bulan mulai memasuki umbra Bumi (kontak awal umbra). Puncak gerhana terjadi pada jam 02:24 WIB ketika 8 % permukaan bulan tertutupi umbra Bumi sehingga bulan nampak gelap sebagian. Berangsur-angsur bagian gelap ini mulai menyusut dan berakhir ketika bulan sepenuhnya meninggalkan umbra Bumi pada 02:53 WIB (kontak akhir umbra), tatkala bulan akan nampak bundar penuh kembali sebagai pumama. Namun gerhana sejatinya baru berakhir pada jam 04:28 tatkala bulan sudah meninggalkan penumbra Bumi (kontak akhir penumbra). Secara keseluruhan gerhana berlangsung selama 4 jam 11 menit, namun bagian umbranya hanya berlangsung selama 1 jam. Dengan durasi cukup lama, maka bagi umat Islam tersedia waktu cukup panjang untuk menunaikan ibadah shalat sunah gerhana bulan. Penduduk Jawa Tengah bisa mengamati seluruh tahapan gerhana saat bulan berada di langit barat. Kontak awal penumbra terjadi saat bulan sangat tinggi, yakni 60 derajat dari kaki langit barat. Berangsur-angsur ketinggian bulan menurun sehingga pada saat puncak gerhana tinggal setinggi 40o. Pada saat puncak, sebagian cakram Bulan akan nampak gelap khususnya bagian sebelah kiri (sisi selatan). Saat kontak akhir penumbra, bulan tinggal setinggi 15 derajat, bertepatan dengan masuknya Jawa Tengah ke waktu subuh.
Minggu, 27 Desember 2009
Kala Tsunami mengguncang Matahari
Bayangkan hal berikut: tsunami maharaksasa yang luar biasa dahsyat, dengan ketinggian gelombang sampai 100.000 km, mendadak menerjang dengan kecepatan 900 ribu km/ jam dengan mengangkut energi 2.400 megaton atau 120 ribu kali lipat lebih dahsyat dibanding bom nuklir Hiroshima. Adakah yang masih tersisa ketika tsunami ini menghantam pantai?
Sebagai pembanding, tsunami yang jauh lebih kecil dan ketinggian gelombangnya "hanya" 34,5 m dan kecepatan penjalarannya "hanya" 700 km/jam yang dibangkitkan gempa megathrust Sumatra-Andaman 26 Desember 2004 (9,1 skala magnitude) telah merenggut korban lebih dari 250 ribu juta jiwa, selain kerusakan infrastruktur yang teramat masif. Tunggu dulu, tsunami maharaksasa itu memang benar-benar nyata, namun terjadi di lokasi sejauh 150 juta km dari bumi. Tsunami maharaksasa itu terjadi di matahari akibat pelepasan jutaan ton plasma superpanas secara mendadak dari atmosfer terluar matahari menyusul berkecamuknya badai matahari. Meski kedahsyatannya luar biasa, tsunami matahari hanya bisa diamati dari satelit lewat kamera yang bekerja pada spektrum sinar ultraungu. Ilmuwan telah mencurigai eksistensinya sejak 1997 lewat bidikan satelit solarand heliospheric observatory (SOHO) yang memonitor matahari tanpa henti selama 24jam perhari melalui orbit uniknya di titik Lagrange yang sejauh 1,5 juta km dari bumi. Saat itu SOHO merekam adanya pantulan gelombang di lubang korona (lubang garis gaya magnet di atmosfer matahari) dan goyangan semburan lidah api. Namun keberadaan tsunami matahari baru dipastikan pada 2009 ini melalui satelit solar terestrial relations observatory (stereo), yakni sepasang satelit dengan geometri orbit demikian rupa sehingga keduanya menempati kedudukan saling tegak lurus jika dilihat dari matahari.
Adalah peristiwa badai matahari 13 Februari 2009 yang dilepaskan oleh bintik matahari (sunspot) nomor 11012 yang menyibak rahasianya. Tsunami matahari adalah usikan kuat akibat gangguan magnetik yang terjadi di plasma (campuran proton dan elektron bebas) bersuhu 6.000 derajat Celsius di permukaan matahari. Permukaan matahari bisa diibaratkan sebagai samudra karena kerapatan fluidanya hampir sama dengan air (yakni 1,4 gram/cm3) sehingga gelombang yang menjalar melewatinya pun ibarat gelombang air. Tsunami muncul akibat badai matahari, yakni tatkala arus konveksi dari bagian dalam matahari yang telah lama tertahan oleh tembok gangguan magnetik di permukaan matahari berupa bintik sanggup menjebol tembok tersebut. Arus selanjutnya terlepas ke atmosfer matahari dalam waktu singkat sehingga nampak sebagai ledakan (flare) yang menyemburkan massa partikel dan foton berenergi tinggi. Tak jarang sebuah ledakan sanggup menyemburkan 10-100 juta ton elektron dan proton berkerapatan tinggi ke angkasa sebagai coronal mass ejection ke angkasa berkecepatan 1,08-1,8 juta km/jam yang memiliki kuat medan magnet hingga 10 Gauss. Lepasnya massa jutaan ton inilah yang menyebabkan usikan sangat kuat sehingga membangkitkan gelombang magnetohidrodinamik cepat ketinggian awalnya demikian besar, mencapai 1/13 diameter matahari, yang selanjutnya menjalar melewati plasma ke segenap penjuru permukaan matahari sebagai tsunami. Tsunami matahari sama sekali tak mengganggu Bumi mengingat fenomena tersebut hanya terjadi di permukaan matahari. Sebaliknya fenomena ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan prediksi aktivitas matahari khususnya terkait badai di sana. Badai matahari, yang didesas-desuskan akan meningkat jumlahnya pada akhir 2012 mendatang, telah lama menjadi perhatian mengingat daya rusaknya. Meski bila dibandingkan Venus, Bumi lebih tahan terhadap ancaman badai matahari berkat selubung medan magnetnya. Pada Venus, tanpa medan magnet selembar pun, arus elektron dan proton dari badai matahari membuat suhu atmosfernya secara mendadak naik hingga 150 derajat Celsius sebelum kemudian turun ke 90 derajat dalam 5-7 menit sehingga berdampak sangat signifikan pada iklim Venus. Badai Geomagnet Pada Bumi, pemanasan atmosfer tidaklah terjadi. Dan kenaikan suhu permukaan Bumi sebesar 0,36 derajat (rata-rata) sejak 1970, kurang dari sepertiganya saja yang disumbangkan oleh badai matahari. Bahaya terbesar berasal arus elektron dan protonnya, yang oleh sabuk radiasi van Allen akan dibelokkan ke kutub-kutub geomagnet sehingga takkan sanggup mencapai permukaan. Namun gerakan proton dan elektron sebagai partikel bermuatan listrik di medan magnet Bumi akan menciptakan badai geomagnet, yang memicu terbentuknya arus listrik induksi geomagnetik sebesar ratusan hingga ribuan ampere. Pada masa ketika sektor-sektor infrastruktur di Bumi seperti sumber energi (pembangkit listrik, stasiun bahan bakar dan gas), transportasi (sistem navigasi berbasis satelit), layanan kedaruratan, jaringan komunikasi, birokrasi pemerintahan dan militer serta layanan finansial saling bergantung satu sama lain, arus induksi badai matahari mampu melumpuhkan semuanya secara bersamaan. Pada badai matahari 13 Maret 1989 misalnya, terjadi medan geomagnet induksi sekuat 500 nT sehingga arus induksi yang diciptakannya membakar gardu induk stasiun pembangkit listrik Hydro-Quebec dan akibatnya 6 juta penduduk Kanada mengalami kegelapan selama 9 jam. Kanada pun lumpuh kembali pada bulan Januari 1994 ketika badai matahari merusak 2 satelit komunikasi Anik yang dipangkalkan di orbit geosinkron (36.000 km dari permukaan Bumi), di mana biaya perbaikannya satelitnya saja mencapai 70 juta dolar AS. Dan pada bulan Desember 2005, radiasi sinar-X dari sebuah badai matahari membuat sinyal salah satu satelit Naystar GPS terganggu selama 10 menit. Satelit menjadi target paling empuk karena mayoritas tidak dilengkapi perisai alumunium setebal = 5 g/cm2 atas pertimbangan ekonomis. Simposium Fisika Matahari di AS pada 22-23 Mei 2008 memprediksikan dampak badai matahari mendatang bakal melebihi dampak topan Katrina, bila kekuatannya setara badai matahari Maret 1989. Diprediksikan 350 gardu induk berpotensi rusak permanen, yang akan membuat 130 juta penduduk AS terperangkap dalam gelap sehingga dampak sosialnya pun cukup besar. Badan antariksa seperti NASA dan ESA diniinta bersiap-siap untuk kehilangan paling tidak 60 % satelitnya yang berada di orbit Bumi. Upaya pemulihan diperkirakan akan menelan biaya 1 triliun-2 triliun dolar AS untuk kurun waktu 4 hingga 10 tahun pascabadai. Dalam situasi di mana ekonomi global sedang diterjang resesi besar dengan skala tak terperi, prediksi kerusakan berskala masif ini sungguh tidak enak didengar. Selain menyiapkan usulan rencana tanggap darurat dan mitigasi dalam bentuk penguatan gardu-gardu induk, simposium juga mengusulkan perbaikan sistem peringatan dini di bawah kendali NOAA dengan biaya 6-7 juta dolar AS per tahun hingga 2012 kelak. Di sinilah fenomena tsunami matahari berperan penting untuk mempertajam skala dan akurasi pengamatan badai matahari sehingga terdapat selang waktu lebih besar guna menyiapkan diri. Artikel ini saya peroleh dari “Muh Ma’rufin Sudibyo” alumnus Teknik Fisika UGM, anggota Himpunan Astronom Indonesia ( HAI )
Sebagai pembanding, tsunami yang jauh lebih kecil dan ketinggian gelombangnya "hanya" 34,5 m dan kecepatan penjalarannya "hanya" 700 km/jam yang dibangkitkan gempa megathrust Sumatra-Andaman 26 Desember 2004 (9,1 skala magnitude) telah merenggut korban lebih dari 250 ribu juta jiwa, selain kerusakan infrastruktur yang teramat masif. Tunggu dulu, tsunami maharaksasa itu memang benar-benar nyata, namun terjadi di lokasi sejauh 150 juta km dari bumi. Tsunami maharaksasa itu terjadi di matahari akibat pelepasan jutaan ton plasma superpanas secara mendadak dari atmosfer terluar matahari menyusul berkecamuknya badai matahari. Meski kedahsyatannya luar biasa, tsunami matahari hanya bisa diamati dari satelit lewat kamera yang bekerja pada spektrum sinar ultraungu. Ilmuwan telah mencurigai eksistensinya sejak 1997 lewat bidikan satelit solarand heliospheric observatory (SOHO) yang memonitor matahari tanpa henti selama 24jam perhari melalui orbit uniknya di titik Lagrange yang sejauh 1,5 juta km dari bumi. Saat itu SOHO merekam adanya pantulan gelombang di lubang korona (lubang garis gaya magnet di atmosfer matahari) dan goyangan semburan lidah api. Namun keberadaan tsunami matahari baru dipastikan pada 2009 ini melalui satelit solar terestrial relations observatory (stereo), yakni sepasang satelit dengan geometri orbit demikian rupa sehingga keduanya menempati kedudukan saling tegak lurus jika dilihat dari matahari.
Adalah peristiwa badai matahari 13 Februari 2009 yang dilepaskan oleh bintik matahari (sunspot) nomor 11012 yang menyibak rahasianya. Tsunami matahari adalah usikan kuat akibat gangguan magnetik yang terjadi di plasma (campuran proton dan elektron bebas) bersuhu 6.000 derajat Celsius di permukaan matahari. Permukaan matahari bisa diibaratkan sebagai samudra karena kerapatan fluidanya hampir sama dengan air (yakni 1,4 gram/cm3) sehingga gelombang yang menjalar melewatinya pun ibarat gelombang air. Tsunami muncul akibat badai matahari, yakni tatkala arus konveksi dari bagian dalam matahari yang telah lama tertahan oleh tembok gangguan magnetik di permukaan matahari berupa bintik sanggup menjebol tembok tersebut. Arus selanjutnya terlepas ke atmosfer matahari dalam waktu singkat sehingga nampak sebagai ledakan (flare) yang menyemburkan massa partikel dan foton berenergi tinggi. Tak jarang sebuah ledakan sanggup menyemburkan 10-100 juta ton elektron dan proton berkerapatan tinggi ke angkasa sebagai coronal mass ejection ke angkasa berkecepatan 1,08-1,8 juta km/jam yang memiliki kuat medan magnet hingga 10 Gauss. Lepasnya massa jutaan ton inilah yang menyebabkan usikan sangat kuat sehingga membangkitkan gelombang magnetohidrodinamik cepat ketinggian awalnya demikian besar, mencapai 1/13 diameter matahari, yang selanjutnya menjalar melewati plasma ke segenap penjuru permukaan matahari sebagai tsunami. Tsunami matahari sama sekali tak mengganggu Bumi mengingat fenomena tersebut hanya terjadi di permukaan matahari. Sebaliknya fenomena ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan prediksi aktivitas matahari khususnya terkait badai di sana. Badai matahari, yang didesas-desuskan akan meningkat jumlahnya pada akhir 2012 mendatang, telah lama menjadi perhatian mengingat daya rusaknya. Meski bila dibandingkan Venus, Bumi lebih tahan terhadap ancaman badai matahari berkat selubung medan magnetnya. Pada Venus, tanpa medan magnet selembar pun, arus elektron dan proton dari badai matahari membuat suhu atmosfernya secara mendadak naik hingga 150 derajat Celsius sebelum kemudian turun ke 90 derajat dalam 5-7 menit sehingga berdampak sangat signifikan pada iklim Venus. Badai Geomagnet Pada Bumi, pemanasan atmosfer tidaklah terjadi. Dan kenaikan suhu permukaan Bumi sebesar 0,36 derajat (rata-rata) sejak 1970, kurang dari sepertiganya saja yang disumbangkan oleh badai matahari. Bahaya terbesar berasal arus elektron dan protonnya, yang oleh sabuk radiasi van Allen akan dibelokkan ke kutub-kutub geomagnet sehingga takkan sanggup mencapai permukaan. Namun gerakan proton dan elektron sebagai partikel bermuatan listrik di medan magnet Bumi akan menciptakan badai geomagnet, yang memicu terbentuknya arus listrik induksi geomagnetik sebesar ratusan hingga ribuan ampere. Pada masa ketika sektor-sektor infrastruktur di Bumi seperti sumber energi (pembangkit listrik, stasiun bahan bakar dan gas), transportasi (sistem navigasi berbasis satelit), layanan kedaruratan, jaringan komunikasi, birokrasi pemerintahan dan militer serta layanan finansial saling bergantung satu sama lain, arus induksi badai matahari mampu melumpuhkan semuanya secara bersamaan. Pada badai matahari 13 Maret 1989 misalnya, terjadi medan geomagnet induksi sekuat 500 nT sehingga arus induksi yang diciptakannya membakar gardu induk stasiun pembangkit listrik Hydro-Quebec dan akibatnya 6 juta penduduk Kanada mengalami kegelapan selama 9 jam. Kanada pun lumpuh kembali pada bulan Januari 1994 ketika badai matahari merusak 2 satelit komunikasi Anik yang dipangkalkan di orbit geosinkron (36.000 km dari permukaan Bumi), di mana biaya perbaikannya satelitnya saja mencapai 70 juta dolar AS. Dan pada bulan Desember 2005, radiasi sinar-X dari sebuah badai matahari membuat sinyal salah satu satelit Naystar GPS terganggu selama 10 menit. Satelit menjadi target paling empuk karena mayoritas tidak dilengkapi perisai alumunium setebal = 5 g/cm2 atas pertimbangan ekonomis. Simposium Fisika Matahari di AS pada 22-23 Mei 2008 memprediksikan dampak badai matahari mendatang bakal melebihi dampak topan Katrina, bila kekuatannya setara badai matahari Maret 1989. Diprediksikan 350 gardu induk berpotensi rusak permanen, yang akan membuat 130 juta penduduk AS terperangkap dalam gelap sehingga dampak sosialnya pun cukup besar. Badan antariksa seperti NASA dan ESA diniinta bersiap-siap untuk kehilangan paling tidak 60 % satelitnya yang berada di orbit Bumi. Upaya pemulihan diperkirakan akan menelan biaya 1 triliun-2 triliun dolar AS untuk kurun waktu 4 hingga 10 tahun pascabadai. Dalam situasi di mana ekonomi global sedang diterjang resesi besar dengan skala tak terperi, prediksi kerusakan berskala masif ini sungguh tidak enak didengar. Selain menyiapkan usulan rencana tanggap darurat dan mitigasi dalam bentuk penguatan gardu-gardu induk, simposium juga mengusulkan perbaikan sistem peringatan dini di bawah kendali NOAA dengan biaya 6-7 juta dolar AS per tahun hingga 2012 kelak. Di sinilah fenomena tsunami matahari berperan penting untuk mempertajam skala dan akurasi pengamatan badai matahari sehingga terdapat selang waktu lebih besar guna menyiapkan diri. Artikel ini saya peroleh dari “Muh Ma’rufin Sudibyo” alumnus Teknik Fisika UGM, anggota Himpunan Astronom Indonesia ( HAI )
Kamis, 24 Desember 2009
Trojan Mac berlaku sebagai Video Codec
Aksi Trojan akhir-akhir ini cukup meresahkan para pengguna komputer. Bukan cuma pengguna Windows, Trojan juga sudah mulai mengganggu pengguna Mac. Belum lama ini Intego Security menyebar rilis resmi yang membeberkan sebuah varian Trojan baru yang ditujukan untuk pengguna Mac. Trojan yang dinamakan OSX.RSPlug.A (atau OSX/Puper), beraksi dengan cara menyembunyikan dirinya sebagai sebuah codec video yang dibutuhkan untuk memainkan file video gratis. Installer-nya dinamakan MacCodec, dan Trojan membutuhkan akses administrator untuk menginstal dan bukannya menjalankan codec untuk video, Trojan ini malah menjalankan sebuah skrip berbahaya yang mengubah server DNS, dengan tujuan mengarahkan pengguna ke situs berbahaya. Trojan ini menargetkan situs-situs porno yang menawarkan akses nonton video porno dengan tajuk “Download Sample Now” atau “Free movie clip”. Seperti biasa, untuk menghindari Trojan ini menjangkiti komputer, Anda wajib tidak menyetujui sebuah program tidak jelas yang mencoba mengakses komputer dan jika membutuhkan sebuah codec untuk menjalankan video, Anda masih bisa menggunakan format video lain dari pada menggunakan QuickTime yang sistem keamanannya lemah. Anda bisa mencoba menggunakan Perian, sebuah utility open source, gratis dan relatif lebih aman, atau VLC dan Windows Media Component untuk QuickTime yang juga tersedia gratis. Sejauh ini QuickTime sering kali dimanfaatkan oleh para hacker karena banyaknya celah yang terdapat di apliksi QuickTime. Berbagai macam aplikasi berbahaya dibuat oleh para penjahat cyber ini, mulai dari virus, Trojan, sampai dengan komputer zombi. Jadi perkuatlah sistem keamanan komputer Anda.
Rabu, 23 Desember 2009
PC tanpa Windows
Phoenix Technologies Firma pembuat BIOS untuk komputer, telah membuat kejutan dengan merilis HyperSpace. HyperSpace merupakan sebuah produk virtualisasi yang diklaim mampu menawarkan performa, kecepatan, dan efisiensi baterai lebih baik dari operating system Microsoft Windows. HyperSpace adalah sebuah software yang terintegrasi dengan layer BIOS yang memungkinkan menjalankan aplikasi Windows secara instan tanpa harus booting Windows. Phoenix menargetkan konsumen yang sering menggunakan PC portable serta mengambil keuntungan dari banyaknya kekurangan Windows. HyperSpace memungkinkan pengguna melewatkan proses booting dan langsung mengakses aplikasi favorit tanpa harus login Windows, seperti menjalankan browser Internet Explorer.
Selasa, 22 Desember 2009
Ambisi India menjadi Negara Superkomputer
Sebagai Negara Maju, mungkin AS menjadi pemimpin dalam hal superkomputer. Tapi sebuah perusahaan besar TI dari India telah membuat sebuah supercomputer paling kuat nomor empat di dunia. Rangking empat yang diperoleh India diperoleh berdasarkan rilis Top500 superkomputer dunia dan di-update setiap enam bulan. Computational Research Laboratories (CRL), sebuah firma TI India yang memliki supercomputer ini mengatakan bahwa India ingin membangun penelitian mengenai layanan High Performance Computing (HPC). CRL berkantor pusat di Pune, India, dan tujuan CRL membangun layanan HPC adalah memajukan teknologi superkom-puter India dan mengatasi masalah-masalah yang berkenaan dengan HTC. CRL merupakan anak perusahaan dari Tata Sons Ltd., dan merupakan salah satu penyedia layanan TI terbesar di India. CRL membangun superkomputer dengan menggunakan server Hewlett Packard dan chip Intel dengan jumlah total 14.240 processor core. Dan superkomputer ini akan digunakan untuk penelitian ilmiah pemerintah serta pengembangan produk otomotif milik Tata. Walaupun superkomputer India menempati urutan keempat dunia, untuk menjadi nomor satu masih diperlukan kerja keras. Komputer tercepat, dengan processing core mencapai 213.000 adalah IBM Blue Gene/L System, sebuah supercomputer yang dikembangkan oleh IBM bekerja sama dengan departemen nuklir AS.
Langganan:
Postingan (Atom)







