Kamis, 17 Juni 2010

Teori Terbentuknya Bulan Bumi

Studi terbaru mengklaim bulan lahir dari serpihan kulit Bumi yang terlempar keluar. Jika benar, maka akan menggantikan model saintifik yang selama ini diterima. Sebelumnya diyakini bulan terbentuk karena
tubrukan.Teori itu memberikan penjelasan bahwa planet berukuran seperti Mars yang bernama Theia, menabrak proto-Bumi sekitar 62 juta tahun lalu setelah kelahiran sistem tata surya yang terjadi 4,6 miliar tahun lalu.



Besi dan nikel yang menjadi inti di kedua belah planet bergabung menjadi satu untuk membentuk Bumi sementara kulit dan kerak yang ringan terlempar ke luar angkasa membentuk bulan, maka kemudian menjelaskan mengapa bulan sama padatnya dengan Bumi. Simulasi komputer memberikan gambaran sekitar 80% materi bulan datang dari benda langit yang menubruk tersebut, dan 20% dari Bumi. Tetapi Profesor Rob de Meijer dari Universitas Western Cape Afrika Selatan dan Dr Wim van Westrenen dari Universitas VU di Amsterdam percaya bahwa teori tersebut memiliki masalah. “Baik batuan bulan dan Bumi memiliki konten isotopik yang hampir sama, di mana terbentuk dan bercampur dalam orbit ketika bulan terbentuk,” ujar mereka berdua dalam situs arXiv.


Menurut tulisan yang dipublikasikan dalam situs arXiv tersebut, Bumi berputar dengan batu yang mencair, namun kekuatan gravitasi mencegahnya terlempar keluar. Namun goncangan sedikit saja cukup untuk mengeluarkan sedikit bagian ke orbit dan secara tiba-tiba membentuk bulan, tulis mereka. Tidak ada yang mengetahui di mana energi meledak sehingga membentuk bulan. De Meijer dan van Westrenen percaya bahwa energi tersebut datang dari ledakan nuklir di kulit Bumi.Tetapi ilmuwan planet Dr Simon O-Toole dari Observasi Anglo Australia mengatakan bahwa hal tersebut adalah ide yang menarik, tetapi keilmiahannya tidak kuat. O’Toole mengatakan, “asumsi yang diminta untuk ide tersebut adalah sangat luas dibandingkan dengan teori yang telah diterima.”[ito-modf.]

Rabu, 16 Juni 2010

Cara Menghitung Usia Pohon

setiap pohon, sebagaimana makhluk hidup lain, mempunyai awal dan akhir atau tumbuh, kembang, dan mati. Namun bagaimana cara mengetahui usia sebatang pohon? Batang pohon adalah bagian tumbuhan
yang tegak untuk menopang berbagai bagian lain. Ya, dahan, ranting, buah, daun, dan bunga sangat tergantung pada batang. Batang pohonlah yang membuat tetumbuhan berdiri tegak dan terus tumbuh ke atas. Batang pohonlah yang mengantarkan dedaunan meraih sinar matahari. Dari batang pula, usia tumbuhan bisa kita ketahui.




Setiap tahun, seiring pertumbuhan pohon, batang pun membesar dalam lingkaran-lingkaran yang memusat (konsentris). Lebar lapisan-lapisan yang berurutan itu, atau cincin-cincin pertumbuhan, berbeda-beda. Itu tergantung pada keadaan cuaca selama tahun-tahun tertentu. Keliling batang rata-rata bertambah 2,5 cm setiap tahun. Berdasar kenyataan itu, kita bisa mengetahui usia pohon, tanpa perlu menebangnya.



Ukurlah keliling batang pohon dalam satuan sentimeter pada tempat yang tak memiliki akar tumbuh. Kemudian bagi angka itu dengan 2,5. Jika keliling sebuah pohon 250 cm, berarti usia pohon tersebut 250:2,5 = 100 tahun. Beberapa pohon memang tak mengikuti ketentuan itu. Kayu merah dan cemara tumbuh lebih cepat, sedangkan pohon jeruk tumbuh lebih lambat. Bahkan pohon palem sama sekali tak mengikuti pola itu. (gbs/dari berbagai sumber-modf.)

Senin, 14 Juni 2010

Stephen Hawking Jelaskan Mesin Waktu

Stephen Hawking fisikawan, ahli kosmologi dan pemimpi menjawab pertanyaan besar bagaimana perjalanan waktu bisa dilakukan, menemukan portal menuju masa lalu, atau menemukan sebuah jalan pintas ke masa depan.

Perjalanan waktu pernah dipertimbangkan sebagai pendapat yang bertentangan dengan ajaran resmi. Hawking yang seringkali menghindari pembicaraan tentang perjalanan antar waktu karena khawatir disebut eksentrik kini mengungkap pendapatnya. Faktanya, orang yang membangun Stonehenge, terobsesi dengan waktu.


Stephen Hawking
Hawking bermimpi jika memiliki mesin waktu maka bisa mengunjungi Marilyn Monroe pada masa jayanya atau pergi bersama Galileo melihat bintang melalui teleskopnya atau juga berjalan ke akhir alam semesta untuk menemukan bagaimana cerita kosmik berakhir. Untuk melihat bagaimana perjalanan waktu bisa terjadi, harus melihat studi fisikawan tentang empat dimensi. Tidak sesulit yang terdengar, setiap orang tahu bahwa setiap materi memiliki obyek fisik dalam tiga dimensi, yakni panjang, lebar dan tinggi.


Tetapi ternyata ada sebuah ukuran lain, yakni panjang waktu. Ada perbedaaan antara manusia yang mampu hidup dalam waktu 80 tahun, Stonehenge ribuan tahun dan sistem tata surya yang bertahan hingga miliaran tahun. Setiap materi memiliki panjang waktu sebagaimana ruang angkasa. Menjelajah waktu berarti melalui dimensi ke-empat tersebut. Manusia normal setiap hari mengendarai sebuah kendaraan. Berkendara dalam garis lurus berarti berjalan di dimensi pertama, belok ke kanan atau ke kiri berarti berada di dimensi kedua dan ketika jalan menanjak atau menurun maka hal tersebut merupakan dimensi ketiga.


Lalu bagaimana berjalan dalam ruang waktu? bagaimana menemukan sebuah jalur melalui dimensi keempat? Sains fiksi menyebut perjalanan waktu seringkali menampilkan sebuah mesin besar yang lapar akan energi. Mesin tersebut menciptakan sebuah jalur melalui dimensi ke-empat, sebuah terowongan waktu. Fisikawan telah lama berpikir tentang terowongan waktu juga, namun datang dalam sudut pandang yang berbeda. Semua ahli penasaran jika portal ke masa lalu atau masa depan cocok dengan hukum alam, bahkan telah dinamakan dengan wormhole.



Kebenarannya adalah wormhole tersebut ada di sekitar manusia, hanya sangat kecil untuk terlihat. Mereka bersembunyi di kanal ruang dan kanal waktu. Tidak ada yang datar atau solid. Jika diperhatikan maka semua materi pasti memiliki lubang atau kerutan di dalamnya. Hal tersebut merupakan prinsip dasar dan bahkan bisa diterapkan pada waktu. Ada kebenaran tentang dimensi keempat, dalam waktu ada sisi kosong, kerutan, lubang maupun celah. Dengan skala yang amat sangat kecil bahkan lebih kecil dari molekul dan atom, ada sebuah tempat yang disebut dengan buih kuantum, di dalam sanalah keberadaan wormhole.




Terowongan kecil atau jalan pintas untuk melewati kanal dan bentuk ruang dan waktu. Dengan tiba-tiba bisa menghilang masuk ke dalam dunia kuantum dan karena terhubung dengan lokasi dan waktu lainnya, maka akan muncul di sana. Secara kebetulan, saluran waktu dalam kehidupan real tersebut ukurannya seper-triliun centimeter. Sangat kecil untuk manusia bisa melewatinya, tetapi ada sebuah definisi tentang mesin waktu wormhole menjadi kenyataan. Beberapa ilmuwan bahkan berpikir sangat mungkin menangkap wormhole dan memperbesarnya triliunan kali untuk membuatnya cukup bagi manusia atau bahkan pesawat ruang angkasa masuk ke dalamnya.





Dengan memberikan teknologi canggih dan kekuatan yang cukup, maka sebuah lubang waktu besar bisa tercipta dalam bangunan kanal ruang dan waktu.

Click Here --> Time Machine

Hal tersebut sangat mungkin dilakukan dengan perangkat canggih luar biasa, dengan keluaran ujung yang belum diketahui. Secara teoritis sebuah terowongan waktu (wormhole) bisa membawa manusia ke tempat dan waktu lainnya, bahkan planet lainnya. [ito-Syamsudin Prasetyo-modf.]











Penjelasan Stephen Hawking ( Video Verison ) 1-5
























Minggu, 13 Juni 2010

Bumi dan Iklim

Berdasar analisis 1,2 juta tahun terakhir, geolog University of California Santa Barbara, Lorraine Lisiecki, mendaku telah menemukan pola hubungan perubahan teratur siklus orbit bumi terhadap iklim.
Temuan itu dilaporkan dalam jurnal ilmiah Nature Geoscience. Lisiecki menganalisis suhu inti sedimen laut dari 57 lokasi di seluruh dunia. Dengan menganalisis sedimen, para ilmuwan dapat membuat bagan iklim bumi selama jutaan tahun pada masa lalu. Lisecki menghubungkan iklim dan catatan sejarah orbit bumi. Dia memperoleh data orbit bumi terhadap matahari berubah bentuk setiap 100.000 tahun. Orbit tersebut menjadi lebih baik atau lebih lonjong pada interval waktu itu.




Bentuk orbit dikenal sebagai eksentritas. Satu aspek yang berkait adalah siklus 41.000 tahun pada kemiringan sumbu bumi. Glasiasi bumi juga terjadi setiap 100.000 tahun. Lesiecki menemukan waktu perubahan iklim dan eksentrisitas terjadi bersama-sama. “Hubungan jelas antara waktu perubahan di orbit dan mengubah iklim bumi merupakan bukti kuat hubungan keduanya,” kata dia. Dia menyatakan hal itu memperlihatkan betapa tak mungkin peristiwa-peristiwa tersebut tak saling terkait. Selain menemukan hubungan antara perubahan dalam bentuk orbit dan awal glasiasi, dia juga menemukan korelasi mengejutkan. Dia menemukan siklus glasial terbesar terjadi selama perubahan terlemah di eksentrisitas orbit bumi dan sebaliknya.




Terjadi perubahan kuat orbit bumi berhubungan dengan perubahan iklim lemah. “Itu mungkin berarti iklim bumi memiliki ketidakstabilan internal, selain sensitivitas terhadap perubahan dalam lintasan,” ujar Lisiecki. Dia menyimpulkan, pola perubahan iklim selama satu juta tahun terakhir mungkin melibatkan interaksi rumit antara bagian-bagian berbeda dari sistem iklim serta tiga sistem orbital berbeda. Tiga sistem orbital itu meliputi eksentrisitas obrit, kemiringan, dan presesi atau perubahan orientasi sumbu. (Muhammad Tafta Zaini Ardiyanto-modf.)

Jumat, 11 Juni 2010

Google : Spam Email Menurun

Volume spam di dunia maya diprediksi perlahan mulai mengalami penurunan dalam hitungan per kuartal, meski jika dibandingkan tahun lalu, angkanya tetap saja meningkat. "Pada kuartal pertama tahun 2010 ini,


volume spam lebih rendah dibanding kuartal terakhir 2009. Namun jika dibandingkan pada kuartal yang sama tahun lalu, volume ini meningkat sekira 6 persen," ujar perusahaan riset sewaan Google, Postini, seperti dikutip melalui PC Magazine. Dari data tersebut, kontribusi spam terbesar berasal dari virus berkedok spam email, yang marak disebar oleh spammer pada kuartal kedua tahun 2009 lalu. Email bervirus memiliki persentase 0,3 persen dari keseluruhan spam yang ada kuartal pertama 2009. Namun angka tersebut kemudian melonjak menjadi 3,7 persen pada kuartal kedua 2009. 



Meski kemudian turun kembali sekira 1,1 persen pada kuartal pertama 2010, tetap saja angka tersebut masih 12 kali lipat lebih banyak dibanding kuartal pertama tahun lalu. Maret ini, Google juga memperkirakan adanya peningkatan untuk kapasitas spam yang dikirim. Spam-spam yang disebar rata-rata memiliki kapasitas memori 30 persen lebih berat ketimbang yang lalu. Hal ini dikarenakan kebanyakan spam email menyertakan gambar-gambar tak penting untuk menarik korban.


"Spammer diperkirakan menggunakan cara promosi model baru yang akan membuatnya lebih mudah dan lebih cepat menarik korban, seperti sebuah komponen plug and play yang biasa digunakan spammer," ujar Senior Product Marketing Manager Google Postini Adam Swidler. Dalam data tersebut juga ditemukan, topik untuk spam email masih tidak berubah banyak, yaitu obat-obatan murah, gosip selebriti, breaking news, dan tragedi bencana alam. Pada bulan Januari, spammer juga menggunakan iming-iming donasi dari mengatasnamakan gempa Haiti dengan mencatut nama yayasan donasi, politikus maupun selebriti. (srn-modf.)

Kamis, 10 Juni 2010

Khawatir Perluasan Zona Rendah Oksigen

Level oksigen yang makin rendah khususnya di Laut Pasifik pantai barat AS bisa menjadi sinyal perubahan fundamental terkait perubahan iklim global, menurut para ilmuwan. Mereka memberi peringatan bahwa lautan
mengandung ekosistem bawah laut yang kompleks dan rapuhnya rantai makanan akan banyak mengganggu kehidupan. Di beberapa titik yakni Washington dan Oregon, wilayah yang kekurangan oksigen telah meninggalkan bangkai kepiting di dasar lautan, membunuh bintang laut yang berusia 25 tahun, membuat cacat berbagai koloni dan memproduksi bakteri berbahaya yang potensial dapat berkembang dengan subur di kondisi semacam itu.



Area hypoxia atau oksigen rendah telah lama berada di lautan dalam. Area tersebut terdapat di Pasifik, Atlantik dan Lautan Hindia, relatif menyebar dan menutupi lebih banyak mil persegi, memberi ketakutan di beberapa tempat, seperti di barat laut Pasifik melewati batas benua dalam garis pantainya.“Pengurangan level oksigen di tiga lautan tersebut sangat bersifat menyerang,” ujar Gregory Johnson, ahli oseanografi di Administrasi Atmosfer dan Laut Nasional di Seattle.


Di beberapa titik seperti pantai California Selatan, level oksigen jatuh mencapai 20% selama 25 tahun terakhir. Ilmuwan mengatakan di berbagai tempat level oksigen menurun hingga sepertiga selama 50 tahun terakhir. “Kejutan terbesarnya adalah bagaimana hal tersebut menjadi fenomena baru,” ujar Jack Barth, profesor oseanografi di Universitas Oregon. “Kami telah mengamati selama bertahun-tahun.”


Barth dan ilmuwan lainnya mengatakan bahwa perubahan tersebut konsisten dengan model perubahan iklim saat ini. Studi sebelumnya telah menemukan bahwa lautan menjadi lebih bersifat asam seiring dengan penyerapan karbondioksida lebih banyak dan gas dari efek rumah kaca. “Jika bumi menghangat terus berlanjut, maka kemungkinan manusia akan memiliki level oksigen yang semakin rendah dan semakin rendah lagi,” ujar Francis Chan, peneliti lautan di Oregon. Ilmuwan mengatakan beberapa dari area termasuk yang berada di barat laut Amerika Utara, secara khusus terhubung dengan perubahan yang lebih luas terhadap level oksigen.[ito-modf.]

Rabu, 09 Juni 2010

Hitung Dampak Badai Matahari

Badai surya 1859 merusak sistem telegram serta muncul aurora merah darah di dua pertiga bumi. Ilmuwan telah membuat model untuk mengukur dampak terbesar dari badai itu. Lidah api dan bintik matahari
besar bisa melemparkan awan gas besar bermuatan listrik ke bumi dan menyebabkan lonjakan daya dan menyebabkan kompas menjadi tak berfungsi. Cuaca di ruang angkasa telah mengalami masa tenang belum pernah terjadi sebelumnya pada abad lalu, namun para peneliti percaya bahwa kita bisa memasuki periode lebih tidak stabil.



Matahari telah meredup ke tingkat terendah hampir 150 tahun, sebuah fenomena yang biasanya sebagai pendahuluan munculnya badai ruang angkasa besar. Lidah surya yang benar-benar besar terakhir adalah pada 1859 yang merusak sistem telegram, kompas kapal serta munculnya aurora berwarna merah darah di dua pertiga bumi. Sekarang tim ilmuwan Inggris di Lancaster University dan British Geological Survey (BGS) di Edinburgh mengembangkan sebuah model yang menunjukkan dampak cuaca buruk ruang angkasa itu bisa menyerang Inggris.



Dr Alan Thomson, pemimpin tim akan mempresentasikan temuan mereka di Pertemuan Astronomi Nasional di Glasgow. "Tujuan utama untuk mengungkapkan dampak baik cuaca sehari-hari maupun yang ekstrim dan untuk menyadari risiko secara lebih baik," katanya. Model yang dikembangkan oleh tim Inggris ini adalah yang paling canggih, mengambil pengukuran medan magnet dari seluruh Inggris dan melihat bagaimana badai itu mempengaruhi pasokan listrik di negara itu. Akademi Nasional AS memperkirakan kerugian akibat badai akan mencapai 1,5 triliun pounsterling di tahun pertama jika menerpa Amerika Serikat. Mereka percaya bisa membutuhkan waktu 4-10 tahun untuk pemulihan.[ito-modf.]