Senin, 08 Maret 2010

Wanita Lebih Pintar dari Pria

Sebuah kesimpulan berhasil diperoleh setelah kontes lima bulan antara laki-laki dan perempuan yang dipandu dengan sembilan bahasa dan berdasarkan game populer Trivial Pursuit. Selama kompetisi itu, lebih dari 15 juta pertanyaan ditanyakan dan meskipun ada keseimbangan yang berpindah-pindah dari awal kompetisi pada bulan Oktober 2009 lalu,
akhirnya memberikan kemenangan tipis bagi kaum perempuan. Wanita menjawab 4.088.139 pertanyaan benar, dibandingkan dengan 4.077.596 pertanyaan yang benar dijawab oleh pria. Jika dimainkan sendirian, maka akan membutuhkan waktu nonstop 3500 hari atau 9 tahun, 215 hari, 8 jam dan 24 menit untuk menjawab jumlah pertanyaan yang sama. Game tersebut yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1982. Sementara kategori pertanyaan dipilih agar sesuai dengan kecerdasan alamiah mereka. Kategori yang paling populer sejauh ini adalah hiburan, diikuti dengan sains dan alam, olahraga dan kesenangan, sejarah, literatur dan seni, geografi dan akhirnya orang dan lokasi. Wanita ternyata lebih kuat ketika menjawab pertanyaan kategori hiburan. Mereka menjawab dua kali lebih banyak daripada pria dari kategori tersebut, 56,8% memberikan jawaban tepat. Pertanyaan favorit berikutnya adalah sains dan alam dengan angka 54,4% jawaban benar. Orang dan lokasi menghadirkan tantangan dengan 41,7% pertanyaan yang disediakan dengan jawaban benar. Pertempuran online Trivial Pursuit menguji antara pria dan wanita dari seluruh dunia untuk berkompetisi untuk menjadi tim yang paling pintar, ujar Manajer Senior Global Trivial Pursuit Katreena Lines.

Minggu, 07 Maret 2010

Teknologi Anti Pornografi Microsoft

Microsoft bekerjasama dengan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) menciptakan teknologi baru yang berfungsi untuk memerangi pornografi anak yang kian tumbuh subur di internet.
Dengan menggunakan PhotoDNA, sistem tersebut mengambil gambar yang identik, bahkan meski gambar tersebut telah melalui proses edit dengan berbagai cara. Sistem tersebut kemudian mencocokkan gambar identik tersebut melalui teknik yang membuat gambar menjadi monokrom, memecah gambar menjadi potongan-potongan kecil dan memperjelas gradien yang diubah dalam bentuk tanda-tanda tertentu. Pada intinya, piranti lunak yang dirancang Microsoft itu mampu mengidentifikasi gambar pelecehan seksual terhadap anak. Microsoft kemudian menyumbangkan teknologi ini pada NCMEC dengan harapan bisa berkontribusi dalam mencegah pertumbuhan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Teknologi ini hadir pada waktu yang tepat. Pasalnya saat ini pornografi anak tengah meledak seiring dengan pertumbuhan penggunaan internet, kata CEO NCMEC Ernie Allen, seperti dikutip dari ZDNet. Namun untuk membuat teknologi ini bekerja efektif, tetap diperlukan kebijakan yang ketat dari pemerintah dalam menugaskan para penyedia layanan internet atau ISP dan konten untuk menggunakan teknologi semacam ini. Saat ini sebagian besar ISP di AS telah bekerjasama dengan NCMEC untuk menciptakan jaringan internet yang aman bagi anak-anak.

Jumat, 05 Maret 2010

Badai Matahari Terjadi Antara 2012-2015

Film fiksi ilmiah '2012' yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari ( flare ) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015.
Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia. "Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari," ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom. Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur. "Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," imbuhnya. Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus. "Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah," jelas Elly. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti. Lapan pun berniat mensosialisasikan dampak aktivitas matahari ini ke masyarakat. Sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 pun akan digelar di Gedung Pasca Sarjana lantai 3, Universitas Udayana, Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali pada 9 Maret 2010 pukul 11.00 WITA.

Sumber : LAPAN
dan gambar berikut penjelasan singkat tentang Badai Matahari :

Gambaran Badai Matahari
Badai Matahari beserta Keterangan
Efek yang terlihat di Bumi muncul Aurora

Kamis, 04 Maret 2010

Kupu-kupu Penghasil Uang

Prestasi gemilang ditunjukkan kepolisian Spanyol. Lembaga penegak hukum itu berhasil membekuk tiga otak kejahatan komputer terbesar saat ini.
Ketiga hacker ( pembobol jaringan computer ) itu menjangkiti lebih dari 13 juta komputer dengan virus yang bisa mencuri nomor kartu kredit dan data lainnya. Diduga ketiga pria itu menjalankan program Mariposa botnet, kata Garda Sipil Spanyol. Mariposa berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "kupu-kupu". Program itu dirancang untuk secara diam-diam mengambil alih komputer sasaran dan menjadikannya sebagai ''pelayan'' yang dalam istilah militer disebut "botnet". Mariposa selanjutnya mencuri data login rahasia dan mencatat setiap tekanan pada tombol komputer yang terinfeksi. Virus tersebut kemudian mengirimkan data ke "pusat komando dan kontrol" yang menjadi bank penyimpanan data curian itu. "Pada dasarnya mereka akan mengejar sesuatu yang mendatangkan uang,'' kata Chris Davis, kepala eksekutif perusahaan Defence Intelligence Inc, yang menemukan program tersebut tahun lalu. Defence Intelligence Inc adalah perusahaan keamanan internet asal Kanada yang membantu pengungkapan kasus tersebut. Perusahaan lainnya yang juga turut berperan adalah Panda Security SL asal Spanyol. Davis menjelaskan, Mariposa awalnya menyebar dengan mengeksploitasi kelemahan pada browser Internet Explorer Web milik Microsoft Corp. Virus itu juga bisa menyebar melalui USB atau peranti lunak layanan MSN instant messaging Microsoft. Microsoft belum bisa berkomentar mengenai hal itu. Defence Intelligence dan Panda Security menyatakan, Mariposa telah menginfeksi lebih dari 13 juta komputer yang tersebar di 190 negara. Tak hanya jaringan komputer rumah, virus juga menjangkiti jaringan komputer di sejumlah kantor pemerintah, sekolah, lebih dari setengah juta perusahaan terbesar di dunia, dan sekitar 40 lembaga keuangan. "Itu sungguh keji, kami rasa. Kita harus mengakhirinya. Kita harus memutus hingga pangkalnya,'' kata Davis. 800.000 Data Kedua lembaga keamanan internet itu tidak menyebutkan berapa uang yang berhasil dicuri para hacker. Para pakar keamanan internet menyatakan, biaya untuk menghapus virus itu dari 13 juta komputer yang terinfeksi bisa mencapai puluhan juta dolar. Panda Security mengatakan, hacker bernama panggilan "Net- kairo" dan "hamlet1917" ditangkap bulan lalu. Dia diduga sebagai pemimpin jaringan pembobol komputer itu. Sebelumnya, dua pelaku lainnya telah lebih dulu ditangkap, yaitu "Ostiator" dan "Johnylo-leante". Menurut penasihat senior Panda Security Pedro Bustamante, salah satu pelaku mengantongi 800.000 data pribadi ketika ditangkap aparat Spanyol. Selain mengumpulkan data, ketiga pria itu juga menjual kepada hacker lain jutaan komputer yang telah dijadikan "botnet". Mariposa botnet merupakan salah satu dari banyak jaringan sindikat yang diyakini bermarkas di Eropa timur, Asia tenggara, China, dan Amerika Latin. Kendati aparat kerap berhasil memberangus jaringan itu, namun jarang yang bisa menangkap aktor intelektualnya. "Mariposa merupakan jaringan paling besar yang berhasil diberangus. Namun itu hanya puncak gunung es. Kejahatan serupa selalu muncul,''kata Mark Rasch, mantan kepala unit kejahatan komputer Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Dia menduga, ada lebih dari tiga orang dalam jaringan itu dan mereka yang tidak tertangkap bisa dengan mudah mengoperasikan kembali program tersebut.

Rabu, 03 Maret 2010

Microsoft Selidiki Masalah Windows 7

Microsoft mengatakan akan menyelidiki laporan yang masuk ke mereka, mengenai problem di Windows 7 yang berpengaruh pada baterai di laptop konsumen.
"Kami tengah melakukan penyelidikan mengenai isu ini bersama mitra hardware, termasuk masalah di firmware-nya," tulis pernyataan Microsoft, yang dikutib dari BBC. Peringatan juga dilakukan agar konsumen mengecek baterai di laptop mereka, jika ada masalah. Khususnya pengguna komputer basic input output system (BIOS). "Pasti kita memberikan informasi terbaru jika memang sudah ada temuan terbaru," kata Microsoft. Sebelumnya, dikabarkan terjadi masalah khususnya pada baterai laptop yang tiba-tiba panas berlebih, saat laptop dijalankan dengan Windows 7. Penting bagi Microsoft untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap Windows 7, sebab sistem operasi ini memberikan keuntungan bagi perusahaan itu, bahkan lonjakannya mencapai 60%.

Selasa, 02 Maret 2010

Google Sediakan Laptop Gratis

Para pegawai Google yang mendapatkan ponsel Nexus One gratis bukanlah satu-satunya kelompok yang diuntungkan Google.
Perusahaan mesin pencarian tersebut juga memberikan laptop gratis bagi 600 sekolah. Masing-masing sekolah terpilih tersebut mendapatkan lima unit laptop untuk membantu perkembangan studi di bidang sains, teknologi, teknik dan keahlian matematika. Juru bicara Google Emily Wood menyebutkan, sebelumnya Google melakukan seleksi dari 1.000 sekolah paling berprestasi di AS. "Sekolah-sekolah ini memiliki siswa siswi dengan prestasi menonjol di bidang teknologi. Kami ingin membantu menyediakan fasilitas terbaik untuk mendukung pendidikan mereka," kata Wood seperti dikutip dari Cnet. Google juga mengemukakan bahwa pemberian laptop gratis ini juga ditujukan untuk memberikan penghargaan kepada para pengguna Google di kalangan pendidikan yang telah percaya menggunakan Google. "Kami ingin memberikan penghargaan pada dampak yang telah mereka berikan kepada Google dengan memberikan lima unit laptop untuk tiap sekolah. Empat laptop ini akan diberikan untuk dua siswi dan dua siswa yang paling beprestasi di bidang sains dan matematika. Satu unit lagi diperuntukkan bagi kepala departemen ilmu sains dan komputer di sekolah tersebut," kata Wood. Adapun perangkat yang disumbangkan Google yaitu laptop besutan Lenovo berukuran 15 inci dengan desain mewah dan diberikan dalam kemasan tas punggung Google.

Senin, 01 Maret 2010

Satellite Pengamat Cuaca Luar Angkasa

NASA akan menggunakan teknologi terbarunya dalam sistem pemantauan cuaca luar angkasa. Sistem iSWA akan membantu peneliti mempelajari lebih jauh tentang fenomena luar angkasa.
Peneliti di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard berhasil meluncurkan sistem analisis cuaca ruang angkasa terintegrasi ( iSWA ) teknologi terbaru dan alat paling kuat. Menurut para peneliti, iSWA dapat menjalankan berbagai instruksi terkustomisasi untuk memonitor cuaca luar angkasa dan juga kondisi cuaca saat ini dan masa lalu. Baik analisis heliosfer matahari, informasi Administrasi Atmosfer Laut Nasional ( NOAA ), Pusat Observasi Heliosfer dan Tata Surya dan satelli STEREO NASA. Sistem analisis data cuaca ruang angkasa iSWA menawarkan level kustomisasi unik dan fleksibel untuk perawatan, modifikasi dan menambahkan alat baru dan produk data ketika tersedia, ujar Kepala Pengembang sistem iSWA Goddard NASA Marlo Maddow. Idealnya, sistem iSWA ini akan mampu membantu melihat ke dalam keluaran massa koronal ( CME ), awan yang terbentuk dari gas magnetik dan elektrik, yang keluar dari dalam matahari dalam kecepatan hingga 1300 mil per detik. Sistem iSWA juga memberikan kemampuan kepada astronom amatir untuk menggunakan data iSWA, mengkoleksi informasi dan sumber lainnya. Jika digunakan secara optimal, maka astronom amatir akan mampu mempelajari cuaca angkasa dan indikasi dari NASA. Selain itu peneliti juga mampu mempelajari kondisi permukaan Bumi hingga ke lapisan magnetosfer, yakni medan magnet yang bertanggung jawab melindungi Bumi, sejalan dengan kondisi cuaca yang ada di Matahari.