Minggu, 30 Januari 2011

UFO Terekam di Crop Circle Magelang

Pasca penemuan crop circle di Magelang, Jawa Tengah, kemarin, seorang warga tak sengaja mengabadikan benda aneh yang terbang di sekitar lokasi menggunakan kamera telepon
seluler. Gambar tersebut diambil Tanto, salah satu warga sekaligus santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadin, Dusun Kumbangan, Desa Banyusari, Kecamatan Tengal Rejo, kemarin. Terlihat benda berwarna hitam di atas area penemuan crop circle. Menurut Tanto, saat itu dia sedang iseng memotret area penemuan crop circle, tanpa disengaja menangkap benda aneh di angkasa. Titik hitam pipih tersebut serupa dengan penemuan oleh warga Gunung Kidul, pekan lalu.


Meski demikian Tanto enggan menyimpulkan atau berasumsi apakah benda yang tertangkap dalam kameranya adalah Unidentified Flying Object (UFO). “Saya enggak tahu benda apa itu, tapi kemarin saya ambil waktu banyak polisi di lokasi,” ujar Tanto,”. Sementara itu, pemilik lahan H Muhammad Yasin menyerahkan penemuan pola misterius tersebut kepada pihak berwajib. Mengenai ganti rugi atau pun sebagainya masih memusyawarah keluarga besar. Hingga Senin 31 Januari 2011 siang, lokasi crop circle masih didatangi puluhan warga yang penasaran dengan pola misterius. Kasus ini masih ditangani Polres Magelang.

Crop Circle Magelang

Tidak ada tanda-tanda buatan manusia. Demikian hasil penyelidikan sementara Polres Magelang, terkait fenomena alam di Dusun Kumbangan, Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, yang disebut-sebut crop circle. Padi yang mulai menguning di sawah H Yasin sebagian ambruk, namun anehnya padi yang ambruk itu membentuk pola seperti crop circle, seperti yang terjadi di Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, DIY. Fenomena itu menggemparkan warga dan menjadi tontonan.





“Kami telah melakukan penyelidikan di lokasi, mengukur berapa besaran lingkaran. Kami juga memasang garis polisi di sekitar lokasi,” kata Kasatreskrim Polres Magelang AKP Slamet Riyadi. Hasil penyelidikan sementara, belum ditemukan tanda-tanda buatan manusia. Polanya juga terlihat lebih sederhana, berupa lima lingkaran yang berdiameter berbeda-beda. Lingkaran paling besar di tengah dan yang lainnya hampir sama besarannya.  [ Sholahuddin Al-Ahmed / CN16 / JBSM - Puji Hartono /RCTI/ton – modf. ]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar