Jumat, 25 November 2011

Jelajah Masa Lampau Bersama Google

Melihat kembali foto-foto masa lalu dan membandingkannya dengan masa kini bisa membuat orang terkagum-kagum pada perubahan yang terjadi. Kini Anda bisa menjelajahinya. Gagasan ‘kini dan lalu’ membuat
‘Google Streetmap of History’ hal tersebut bisa menjadi nyata. Memanfaatkannya, kini orang bisa kembali ke masa lampau dan melihat seperti apa kondisi suatu tempat di rentang 10, 20 atau bahkan 100 tahun lalu.







Berkat aplikasi ini, pengguna bisa ‘menempel’ foto pada peta untuk mengetahui bagaimana dunia berubah sejak foto diambil dan membaca kisah di balik wilayah itu. Artinya, misalnya, orang bisa melihat seperti apa Monas sebelum seperti saat ini. CEO perusahaan nirlaba ‘We Are What We Do,’ Nick Stanhope, mengatakan, “Semua orang punya sejarah. Bisa dari 10 tahun lalu atau bahkan generasi lalu. Ada jutaan arsip lokal dan sejarah nasional di dunia yang bisa dibuka untuk global agar bisa dinikmati semua orang”.








Tak hanya itu, orang bisa belajar dari sejarah itu dan menggunakannya untuk membangun pemahaman yang lebih baik pada dunia. Sejauh ini, proyek ini terbilang sukses di mana lebih dari 600 ribu orang menggunakan situs ini tiap bulan dan 60.584 foto, video, klip audio dan kisah telah terunggah. Akses di historypin. [mor-inilah-modf.]

Selasa, 22 November 2011

Teknologi untuk bisa Melayang

Di film Harry Potter, cukup merapal mantra tertentu maka Anda bisa melayang. Kini, Anda tak lagi membutuhkan mantra-mantra itu untuk bisa malayang. Bagaimana bias? Mahasiswa dari
Tel Aviv University (TAU) menunjukkan, efek ‘pengunci kuantum’ atau ‘perangkap kuantum’ atau yang disebut Quantum Levitation selama konferensi tahunan Association of Science di Maryland, Amerika Serikat (AS).











Mahasiswa ini memperagakan bagaimana magnet beku bisa melayang di mana pun ia meletakkannya di dalam medan magnet saat kondisinya di balik. Bahkan benda ini berjalan melingkari trek dengan posisi sama. Teknik ini memang bukanlah hal baru. Namun dalam video terlihat bagaimana posisi dan sudut magnet bisa dikunci di dalam medan saat benda bergerak.[mor-inilah-modf.]

Minggu, 20 November 2011

Penampakan Alien di Brazil Diklaim Asli

Alien terlihat di hutan hujan Brazil dan sekelompok anak-anak berhasil merekamnya. Video ini diklaim merupakan video asli. Seperti apa? Video ini pertama muncul di All News Web dan dibawakan Mike Cohen di internet. Media itu sendiri dijuluki sebagai "layanan berita
antar angkasa satu-satunya di dunia". Video ini sendiri merupakan hasil rekaman turis Inggris yang sedang berkunjung ke hutan Amazon.





“Video ini merupakan contoh artefak di mana Anda melihat video dan melihat sesuatu yang tak seharusnya ada disana,” ungkap kepala analis foto dan video Marc Dantonio dari organisasi UFO tebesar dunia, Mutual UFO Network ( MUFON ). Tak hanya itu, menurut The Sun, terdapat cahaya biru muncul tepat di sebelah alien itu. “Video ini sangat sulit dibantah. Nampaknya alien tertarik dengan wilayah ini karena keanekaragaman biologinya,” ujar Cohen. [mor-inilah-modf.]

Selasa, 15 November 2011

GPS Menakjubkan untuk Kendaraan Anda

Selama bertahun - tahun, penggambaran navigasi satelit (sat-nav) selalu serti kokpit pesawat tempur. Kini produk semacam ini telah menjadi kenyataan. Seperti apa? Making Virtual Solid mengungkap produk terbarunya
yang ‘melukiskan’ informasi ‘ke dalam’ dunia nyata yang Anda di lihat di depan Anda. Laser produk ini melukiskan ‘kabel’ virtual berwarna merah di kaca mobil.



Garis merah ini berada di atas jalan dan Anda cukup mengikutinya untuk membuat proses navigasi semudah melacak jalur kereta. Sistem ini ‘memodel’ jalan secara nyata dan memproyeksikan datanya ‘dalam’ lanskap 3D sehingga dapat menunjuk titik tempat tertentu seperti SPBU.




Pembuatnya mengatakan, proyeksi ini benar-benar transparan dan lebih aman karena proyeksi tidak ‘duduk’ di lanskap. Sistem ini juga memproyeksikan informasi keselamatan penting di jalan dengan ‘menyalakan’ rambu yang hampir tak bisa dilihat saat malam. Saat ini, Making Virtual Solid sedang mencari mitra untuk membuat unit sat-nav ini ke dalam dasbor mobil dan truk. Perusahaan ini tak membocorkan berapa harga sistem ini namun ada kecenderungan sistem ini bisa ditemui di mobil mewah seperti Chrysler.[mor-inilah-modf.]

Minggu, 13 November 2011

Mobil Masa Depan Dikendalikan Komputer

Mobil ini bisa berbicara, melihat, menyetir dan tak butuh bantuan manusia. Kendaraan semacam ini telah diizinkan melaju di jalan raya. Seperti apa? Izinkan melaju di jalan umum diberikan setelah diuji peneliti
dari Free University Berlin di sekitar ibu kota Jerman. Kendaraan ini bermanuver menggunakan kombinasi perangkat canggih, termasuk komputer, elektronik, sistem navigasi satelit akurat, kamera, dan pindai laser.




“Karenanya, kendaraan ini bisa mengenali kendaraan lain di jalan, pejalan kaki, gedung dan pohon pada jarak 70 meter di sekitarnya. Bahkan, mobil ini mampu melihat lampu lalu lintas dengan tepat,” papar kepala kelompok riset intelijen buatan Raul Rojas.



Menariknya lagi, pengenalan dan reaksi mobil pada lingkungannya jauh lebih cepat dibanding reaksi manusia. Ilmuwan mengerjakan risetnya pada Volkswagen Passat yang bernilai US$551.800 (Rp4,9 miliar) dengan banyak teknologi khusus di dalamnya selama empat tahun. Sebelumnya, beberapa kelompok lain juga telah mengerjakan teknologi ini, termasuk Google dengan Toyota Prius-nya. Profesor ekonomi otomotif Ferdinand Dudenhoeffer dari University of Duisburg-Essen memperkirakan, butuh satu dekade hingga teknologi ini bisa tersedia untuk konsumen.[mor-inilah-modf.]

Kamis, 10 November 2011

Pencarian Google Kini Diawasi Pemerintah

Ibarat dewa, Google bisa menjadi dewa yang mampu menjawab segala pertanyaan yang diajukan orang. Namun apakah pemerintah mengawasi pertanyaan-pertanyaan kita? Pemerintah tak pernah

mengetahui saat Anda mengetik ‘apa saya memiliki mata merah muda’ pada bar pencarian Google atau saat mengetik rasa penasaran Anda dan menulis ‘apa rasanya membunuh seseorang’. Namun, jika rasa ingin tahu seseorang ini membuatnya mengubah apa yang hanya ada dalam pikirannya menjadi tindakan nyata badan penegak hukum dari pemerintah akan meminta akses pada informasi akun Google pengguna itu. Hal tersebut dilakukan pemerintah untuk mencari petunjuk aktivitas kriminal apa yang bisa ditemukan dalam email dan aktivitas pencarian pengguna yang dicugai ini. Menurut Laporan Transparansi Google terbaru pada 25 Oktober lalu, badan-badan penegak hukum dalam pemerintahan Amerika Serikat (AS) sudah melakukannya.


Badan-badan hukum ini meminta data pengguna dari 11.057 akun Google selama semester pertama 2011. Menanggapi permintaan tersebut. Google memenuhi 93% permintaan yang telah diajukan. Dengan demikian, pemerintah jelas ‘mengetahui’ apa yang dicari beberapa ribu tersangka kriminal di mesin pencari tersebut, setidaknya hingga saat data tersebut diminta. “Jumlah permintaan yang kami terima untuk mendapat informasi akun pengguna sebagai bagian dari investigasi kriminal telah meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini tak mengherankan karena tiap tahun kami menawarkan lebih banyak produk dan jasa serta jumlah pengguna yang terus bertambah banyak,” kata Google dalam laporannya.


Pada 2009, saat kekhawatiran mengenai data pengguna Google yang tersedia bebas untuk pemerintah sesuai permintaan muncul, mantan CEO Google Eric Schmidt mengatakan, “Jika Anda punya sesuatu yang tak ingin diketahui siapa pun, Anda tak seharusnya melakukannya”. Jika Anda benar-benar membutuhkan privasi semacam itu, kenyataannya adalah, mesin pencari, termasuk Google, memang menyimpan informasi ini untuk beberapa waktu dan hal ini sangat penting, lanjutnya. “Penyimpanan data tersebut dilakukan guna semua subyek harus tunduk pada UU Patriot di Amerika Serikat dan sangat mungkin membuat semua informasi yang ada tersedia untuk pihak berwenang,” tutupnya. [mdr-inilah-modf.]

Senin, 07 November 2011

Sekarang Mereka Percaya Global Warming

Sekian lama pemanasan global (Global Warming) dianggap sebagai isu yang penuh dengan bumbu politik. Namun, mereka yang tadinya skeptis perlahan mulai percaya. Mengapa? Seorang fisikawan terkenal yang tadinya menentang habis-habisan isu pemanasan global, Richard Muller, menghabiskan dua tahun terakhir untuk membuktikan para pakar iklim aliran mainstream ini salah. Akhirnya, ia sendiri malah membuktikan dirinya yang salah. Sebuah studi mengenai temperatur permukaan bumi dilakukan oleh Muller. Ia mendapat dukungan dana dari yayasan yang terhubung dengan mereka yang tak percaya.


Muller melakukannya karena skandal bocornya email ilmuwan Inggris yang dikenal sebagai skandal Climategate. Muller menemukan, daratan lebih panas 1 derajat Celcius ketimbang di era 1950-an. Pria yang bekerja di University of California ini menelitinya bersama Lawrence Berkeley National Lab. Hasilnya cocok dengan penelitan National Oceanic and Atmospheric Administration dan Badan Antariksa AS (NASA).



“Kami bahkan meneliti jauh ke belakang, yakni tulisan-tulisan Benjamin Franklin dan Thomas Jefferson,” kata Muller. Hasil penelitian yang ditampilkan dalam sebuah konferensi awal pekan ini, tak berbeda dengan apa yang selama ini dikemukakan pakar iklim. Seperempat dana US$600 ribu untuk penelitian itu diperoleh dari Charles Koch Foundation, yang pemiliknya termasuk golongan skeptips, Charles dan David Koch. Mereka memiliki sejumlah perusahaan besar yang dalam kegiatannya banyak memproduksi gas rumah kaca.



Tim peneliti Muller memeriksa dua kritikan terbesar yang diajukan kelompok skeptis. Yakni dua hal yang tak bisa dipercaya dan mengacaukan analisa temperature, stasiun prakiraan cuaca dan kota-kota yang dikatakan sebagai sumber terbesar pemanasan global. “Kini kami punya bukti, bahwa kenaikan temperatur yang sebelumnya dilaporkan memang dilakukan tanpa bias. Seharusnya, studi ini memang dilakukan bersama golongan skeptis yang tak percaya adanya pemanasan global,” lanjut Muller.


Tak ada alasan untuk meragukan suhu bumi yang terus menghangat, demikian Muller baru-baru ini menulis untuk golongan skeptis di media yang tergolong ‘netral’, Wall Street Journal. Namun ia tak menyertakan apa menurutnya yang menjadi penyebab pemanasan global. Sebagian besar ilmuwan menyatakan, pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara adalah penyebab utama perubahan cuaca dan pemanasan global. Studi Muller juga tak meneliti menghangatnya suhu laut dan seberapa besar ancamannya terhadap manusia.


Muller menasihati manusia untuk mulai mengurangi pemakaian bahan bakar fossil agar bisa mengurangi emisi karbon dioksida. “Gas rumah kaca akan merusak dunia,” ujarnya, meski ia masih merasa ancaman itu belum terbukti. Selain itu, studi Muller juga menyebutkan kekhawatiran kelompok skeptis mengenai kondisi stasiun prakiraan cuaca yang memprihatinkan. Muller hanya menyebutkan kondisi beberapa kota dan pulau-pulau atau daratan yang menghangat.






Sayangnya, reaksi ilmuwan lain yang masih meragukan pemanasan global, tak antusias. Seperti profesor ilmu atmosfer Texas A&M University, Jerry North. Ia merasa Muller hanya mengungkapkan apa yang sudah diketahui ilmuwan iklim lainnya. “Saya hanya berharap studinya memiliki dampak positif, membuat orang-orang lebih fokus pada isu perubahan iklim yang amat nyata ini. Sayangnya, beberapa orang memang tak mau berubah,” kata North. Meski begitu, Muller dan Koch Foundation masih terus mengadakan riset. [mdr-inilah-modf.]