Selasa, 10 Agustus 2010

Pemanasan global banyak yang tidak percaya

Studi terbaru mendapati, makin banyak masyarakat yang tak percaya dengan adanya pemanasan global. Sikap skeptis itu dipicu suhu selama tiga dekade terakhir. Studi menemukan bahwa tinggal 78% warga Inggris yang percaya
bahwa temperatur seluruh dunia telah berubah. Jumlah ini menurun dibandingkan sebelumnya yang berjumlah 91% pada studi yang dilakukan 5 tahun lalu. Peneliti mengatakan bahwa meningkatnya keraguan ini disebabkan musim dingin yang terlalu dingin dalam tiga dekade terakhir, dan bocornya email dari Unit Penelitian Temperatur dari University of East Anglia.


Email tersebut menampilkan manipulasi data dari peneliti menyangkut laporan temperatur. Survei dari Ipsos Mori pada 1.822 orang dari Cardiff University menemukan bahwa 40% percaya bahwa permasalahan pemanasan global terlalu dibesar-besarkan. Namun mayoritas dari mereka percaya bahwa perubahan cuaca diakibatkan oleh tindakan manusia Hanya 18% koresponden yang percaya ini terjadi akibat proses alamiah. Hampir dua pertiga dari mereka akan mengurangi penggunaan teknologi dalam membantu mengatasi masalah, dan 40% lainnya memilih membayar lebih mahal produk efisiensi energi.


Seperti dikutip dari DailyMail, Profesor Nick Pidgeon dari bidang psikologi Cardiff Univeristy mengatakan bahwa penurunan kepercayaan adanya perubahan cuaca ini disebabkan kekhawatiran yang berkurang akibat fokus pada masalah krisis keuangan. “Dalam jangka pendek dapat dilihat karena email, dan adanya fakta musim dingin yang sangat dingin. Dan banyak orang yang berpikir, bagaimana bisa terjadi pemanasan global jika saat ini kita berada ditumpukan salju 3 kaki’,” ujar Pidgeon. [ito-Ellyzar Zachra PB-modf.]

Senin, 09 Agustus 2010

Android Vs BlackBerry

Handset BlackBerry sangat fenomenal di Tanah Air. Tapi Android dengan varian harga yang beragam, bisa menggilas kepopuleran BlackBerry. Tanda-tanda akan suksesnya ponsel Android sudah mulai terlihat.
Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya yakin ponsel Android bisa melebihi BlackBerry. Alasannya, Android bisa menyasar semua lapisan masyarakat karena didukung berbagai varian harga. “Sejak masuknya BlackBerry, pada 2008 mulai terlihat masyarakat menyukai ponsel cerdas dengan sistem online 24 jam. Kami optimistis Android bisa mengalami kesuksesan yang sama,” katanya saat dihubungi. Respon konsumen pada ponsel Android sudah sangat tinggi. Sejak menawarkan preorder pada 22 Februari lalu, Indosat telah melepas 1.000 handset Android dari berbagai merek. Indosat juga berhasil menjual sekitar 2.000 handset saat tour 7 kota.


“Hingga akhir tahun ini kami menargetkan 100 ribu handset. Kami optimis dengan melihat respon masyarakat seperti itu,” tambah Teguh. Ponsel Android ada yang ditawarkan dengan harga di bawah Rp 2 juta. Teguh meyakini handset jenis ini tidak akan mengancam bundling ponsel China. Ponsel Android dan bundling ponsel China memiliki segmen berbeda meski harganya tidak jauh berbeda. Pasar Indonesia, kata Teguh, sangat beragam sehingga tidak menutup kemungkinan ponsel China juga dapat dipasarkan dengan Android. Jadi, meskipun ponsel Android dipasarkan dalam berbagai lingkup dan merek, tapi tetap saja diminati konsumen. Teguh mengatakan kekurangan ponsel Android saat ini karena masih sulit ditemui di pasaran. “Kami melihat bahwa orang Indonesia mudah menerima sesuatu yang baru, jadi saya rasa Android bukan sesuatu hal yang tidak dapat diterima mereka,” imbuhnya.


Untuk mendorong penjualan, menurut Teguh, Indosat mengusung beberapa strategi khusus. Indosat menyediakan smartphone berbasis Android dengan beragam level harga. Sementara ketersediaan beragam perangkat itu, kemudian dilengkapi dengan layanan jasa berupa broadband unlimited baik postpaid maupun prepaid. “Kami juga memiliki Komunitas Indosat Android. Di sini, para pengguna layanan dapat saling berinteraksi satu sama lain. Selain itu juga ada Android Application Store atau A-Store,” katanya. Salah satu handset Android yang banyak dibeli konsumen adalah Samsung. Head of Dept HHP Business Samsung Hioe An Kin memperkirakan produk Android Samsung sukses karena pas di kantong. “Fitur-fitur yang kami berikan sesuai yang diinginkan konsumen dan tak kalah dengan harga yang lebih mahal,” imbuhnya.


Ia berharap Android bisa sefenomenal BlackBerry. Namun untuk jangka pendek, Android belum akan mengalahkan BlackBerry, karena saat ini masih dalam tahap pengenalan. “Handsetnya juga masih belum terlalu banyak, ada yang masih setara dan ada beberapa yang lebih mahal dibandingkan BlackBerry. Untuk tiga bulan ke depan, saya rasa masih di tahap pengenalan, walaupun memang reaksi masyarakat saya rasa sudah sangat baik,” imbuhnya. Namun begitu Hioe An Kin mengatakan pada akhir tahun Android sudah membanjir dengan syarat semua pihak bisa mempromosikan produknya secara optimal. “Handset Android saya pikir sudah mulai beragam ketika itu,” jelasnya. Ia menjelaskan pada 2008, kebanyakan orang tidak menyangka BlackBerry bisa sesukses sekarang. Tapi ternyata sekarang BlackBerry bisa begitu terkenal. “Malah banyak gadget yang berusaha mirip atau promosi dengan membawa nama BlackBerry sebagai tolak ukur. Ini menunjukkan jika soal teknologi atau handphone masyarakat Indonesia memang positif sekali,” katanya. [mdr-Ellyzar Zachra PB-modf.]

Minggu, 08 Agustus 2010

Prediksi Kerugian Badai Matahari

Pada 2012/2013 bumi diperkirakan diserang badai matahari. Biaya ekonomi dan sosial akibat badai geomagnetis ini diperkirakan luar biasa.  “Matahari telah terbangun dari tidur yang panjang, dan dalam beberapa tahun mendatang, kami memperkirakan
banyaknya peningkatan aktivitas matahari,” ujar Richard Fisher, kepala divisi Heliophysics NASA. “Di saat yang sama, lingkup teknologi kita telah mengembangkat alat sensitif akan badai matahari.” Komentar Fisher ini muncul di Space Weather Enterprise Forum 2010 di mana para ilmuwan berkumpul untuk mendiskusikan persiapan menghadapi badai matahari besar yang akan menyerang bumi di 2012/2012. Fisher melihat masalah serius akan hadir pada 2012/2013 di mana aktivitas matahari mencapai puncak. “Saya pikir isu saat ini bahwa masyarakat modern sangat tergantung dengan benda elektronik, ponsel, satelit. Ada beberapa dampak ekonomi soal ini.



Kita menganggap hal tersebut sebagai masalah yang sangat serius. Dampak ekonomi dapat terjadi seperti terkena badai atau angin topan besar.” Dalam sebuah laporan bahkan disebutkan, biaya ekonomi dan sosial akibat dampak badai geomagnetis ini bisa jadi belum pernah dialami sebelumnya.  Seperti dikutip dari The Register, bencana ini diperkirakan menghabiskan biaya sekitar US$2 triliun (Rp18,2 biliun) dan diperkirakan membutuhkan perbaikan selama 4 hingga 10 tahun. Peneliti di Pusat Sains Atmosfir dan Iklim LAPAN Prof Dr Thomas Djamaludin mengatakan badai matahari tidak berdampak mematikan atau menghancurkan bumi. Dampaknya lebih ke teknologi dan ekonomi. Sementara badai matahari pernah terjadi pada 2000. Sementara perkembangan teknologi di 2012/2013 tidak jauh berbeda dengan saat puncak aktivitas matahari yang terjadi saat pergantian milenium. “Sekitar 2000 operator satelit dan pengelola jaringan listrik bisa mengatasi badai matahari. Kita tidak mengalami gangguan yang berarti. Bahkan saat terjadi badai besar 28 Oktober 2003 tidak ada dampak yang dirasakan masyarakat,” kata Thomas. “Apalagi prakiraan terbaru puncak aktivitas matahari di 2012/2013 tidak setinggi 2000, hanya sekitar 2/3 puncak 2000. Jadi, tidak perlu risau dengan berita kehancuran bumi atau kerusakan hebat pada 2012/2013.”


Saat terjadi badai matahari, partikel berenergi tinggi berupa proton dan elektron dilontarkan dari matahari. Kadang lontaran itu disertai interaksi dengan medan magnet bumi yang menjadikan dampak tambahan. Bila partikel itu mengarah ke bumi, fasilitas pertama yang terkena dampaknya adalah satelit. Setelah itu yang terkena adalah jaringan listrik di wilayah lintang tinggi. Tapi badai matahari tidak berdampak langsung pada manusia di permukaan bumi. Jadi, hanya dampak teknologi dan ekonomi yang mungkin terjadi, sebut Thomas. Badai matahari sebenarnya bukan hanya saat puncak yang diperkirakan 2012/2013. Ledakan di matahari bisa terjadi sewaktu-waktu. Hanya saja frekuensi kejadiannya paling banyak saat puncak aktivitas matahari. Namun lebih sering terjadi bukan berarti paling kuat. Dan tidak ada seorang pakar yang bisa memperkirakan kapan badai matahari paling besar akan terjadi. Walau perkiraan kasarnya bisa dibuat, yaitu sekitar puncak aktivitas matahari, sebelum atau sesudahnya. [mdr-Ellyzar Zachra PB-modf.]

Jumat, 06 Agustus 2010

Tentara Dilarang Punya Situs

China mengeluarkan peraturan yang melarang 2,3 juta tentaranya membuat situs web atau menulis blog dan menambah daftar larangan bangsa itu menyangkut internet. "Tentara tidak bisa
membuka blog di internet tidak peduli apakah dia tidak dalam kapasitas sebagai seorang tentara atau tidak," lapor kantor berita Xinhua mengutip Wan Long, seorang komisaris politik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).  "Internet itu rumit dan kita harus waspada terhadap perangkap online," katanya, mengutip kekhawatiran pada "kerahasiaan militer”.


Aturan baru yang tercantum dalam revisi Peraturan Administrasi Internal PLA mulai berlaku pada 15 Juni, kata laporan itu. Peraturan itu melarang prajurit PLA yang merupakan tentara terbesar di dunia membuat homepage situs web atau blog. China mengoperasikan sistem sensor web besar-besaran, yang kadang-kadang dihubungkan dengan "Great Firewall" untuk memblok konten yang dianggap tidak dapat diterima, mulai dari pornografi hingga pendapat politik yang berbeda. Awal bulan ini, pemerintah dengan mengutip faktor keamanan mempertahankan haknya untuk menyensor internet, dan memperingatkan negara-negara lain untuk menghormati kebijakan dalam mengawasi online terbesar di dunia dengan populasi 400 juta pengguna.


Pada saat yang sama, pemerintah menegaskan "menjamin kebebasan berpendapat warga negara di internet, serta hak publik untuk tahu, untuk berpartisipasi, untuk didengar dan untuk mengawasi". Langkah terbaru itu muncul setelah pertarungan di publik dengan Google menyangkut kebebasan web pada awal tahun ini yang mendorong raksasa internet AS itu untuk menutup mesin pencarinya di China. Sensor dan serangan cyber memicu perang kata-kata dengan Amerika Serikat, pada saat hubungan sudah tidak baik, karena penjualan senjata AS ke Taiwan dan isu-isu perdagangan dan mata uang.[ito-modf.]

Kamis, 05 Agustus 2010

Gilaaa !! Manusia Bisa Buat Makhluk Hidup

Ilmuwan AS berhasil mengubah bahan kimia mati menjadi makhluk hidup dalam percobaan yang menimbulkan pertanyaan mendalam tentang esensi kehidupan. Craig Venter, pelopor genom Amerika Serikat
mengumumkan bahwa para ilmuwan di laboratorium di Maryland dan California telah berhasil dalam proyek 15 tahun untuk membuat "sel sintetik" pertama di dunia berupa bakteri yang disebut Mycoplasma mycoides.


"Kami telah melewati batas psikologis kritis," kata Dr Venter pada FT. "Ini telah mengubah pemikiran saya sendiri, baik secara ilmiah dan filosofis, tentang kehidupan dan bagaimana cara kerjanya." Gen bakteri itu semuanya dibuat di laboratorium dari empat botol bahan kimia di sebuah synthesizer kimia, dimulai dengan informasi di komputer, katanya. Penelitian diterbitkan online di Jurnal Science dan dipuji sebagai terobosan oleh banyak ilmuwan independen dan filsuf. "Venter membuka pintu yang paling dalam, dalam sejarah umat manusia yang berpotensi mengintip takdir," kata Julian Savulescu, profesor etika di Universitas Oxford. "Ini adalah langkah menuju penciptaan makhluk hidup dengan kapasitas dan sifat-sifat yang tidak pernah bisa berkembang secara alami."





Bakteri sintetis memiliki 14 " urutan tanda " yang melekat pada genom mereka di mana DNA membedakan mereka dari rekan-rekan yang alami. Mereka bertingkah dan berbagi dalam cawan laboratorium seperti bakteri alami. M mycoides dipilih sebagai mikroba sederhana untuk mengembangkan dan membuktikan teknologi serta tidak memiliki aplikasi langsung. Tetapi ilmuwan di J Craig Venter Institute dan Synthetic Genomics perusahaan pemberi dana penelitian mereka berniat untuk bergerak cepat ke target yang lebih berguna yang mungkin tidak ada di alam. Mereka sangat tertarik dalam merancang alga yang dapat menangkap karbon dioksida dari udara dan menghasilkan bahan bakar hidrokarbon. [ito-modf.]





Rabu, 04 Agustus 2010

Situs Berita Vs Situs Pornografi

Situs-situs dewasa yang memuat konten pornografi perlahan mulai ditinggalkan oleh para pengunjung internet. Survei yang dilakukan terhadap orang - orang Inggris menunjukkan bahwa orang-orang Inggris kini, lebih senang
menghabiskan waktu di situs-situs berita ketimbang situs dewasa. Data yang dikeluarkan United Kingdom Online Measurement Company (UKOM) menunjukkan, 2,8 persen waktu yang digunakan orang Inggris untuk berselancar di dunia maya digunakan untuk mencari informasi di portal-portal berita. Sedangkan untuk mengunjungi situs pornografi orang Inggris hanya menghabiskan sekira 2,7 persen waktunya.


Alex Burmaster dari UKOM mengatakan, sejak tiga tahun lalu, trafik situs pornografi mulai menurun. Demikian dilansir Telegraph. "Situs pornografi selalu tinggi, tapi kenyataannya kini berbeda, orang biasanya berpikir bahwa situs pornografi akan selalu dikunjungi orang, tapi sebenarnya situs tersebut tak sebesar yang dipikirkan banyak orang," kata Burmaster.


Studi yang dilakukan UKOM, juga menunjukkan bahwa orang Inggris  minimal berselancar di dunia maya setidaknya 24 jam sebulan. "Waktu yang dihabiskan untuk berselancar di dunia maya terus meningkat sekira 65 persen sejak tiga tahun lalu, rata-rata netter menghabiskan waktu 22 jam 15 menit untuk online sebulan," papar Burmaster. Situs yang paling banyak dikunjungi, pengguna internet di Inggris adalah situs-situs jejaring sosial. "22,7 persen waktu berselancar di internet digunakan untuk mengunjungi situs jejaring sosial," ujar Burmaster. (ugo-Stefanus Yugo Hindarto-modf.)

Selasa, 03 Agustus 2010

Bukan Tsunami Matahari

Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Bachtiar Anwar membantah ada ledakan besar di matahari pada 1 Agustus lalu. Dia pun menyangkal peristiwa tersebut sebagai tsunami matahari
yang mengancam kehidupan di bumi. Menurut Bachtiar, ledakan di matahari baru-baru ini hanyalah letupan (flare) di bagian terluar sang Surya. Letupan itu tergolong kecil dengan skala C. “Istilah tsunami matahari itu tidak tepat,” katanya saat dihubungi. Observatory NASA mengabarkan, kemarin bakal terjadi sebuah ledakan besar matahari. Para astronom dari seluruh dunia menyaksikan suara besar di atas sunspot raksasa seukuran Bumi, yang terkait dengan letusan lebih besar di permukaan matahari


Baca ini 
"NASA : Tsunami Matahari"
Bumi bisa terkena gelombang cuaca ruang angkasa pada hari Selasa, 3 Agustus 2010 (Kemarin) menyusul sebuah ledakan besar matahari, menurut para ilmuwan. Kembang api matahari di akhir pekan telah dicatat oleh beberapa satelit, termasuk Solar Dynamics Observatory NASA yang menyaksikan riak gelombang kejut yang keluar. Para astronom dari seluruh dunia menyaksikan suar besar di atas sunspot raksasa seukuran Bumi, yang terkait dengan letusan lebih besar di permukaan matahari. Ledakan ini bertujuan langsung menuju Bumi, yang kemudian mengirimkan tsunami matahari sejauh 93 juta mil melintasi ruang. Gambar dari SDO menunjuk pada gelombang kejut yang berjalan dari suar ke angkasa, New Scientist melaporkan. Para ahli mengatakan gelombang gas penuh tenaga kemungkinan mencapai Bumi pada hari Selasa, ketika akan berjuang menembus perisai magnetik alam yang melindungi Bumi. Hal ini kemungkinan memicu tampilan spektakuler dari aurora atau cahaya utara dan selatan. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa letusan matahari yang sangat besar bisa menghancurkan satelit dan merusak jaringan energi dan komunikasi di seluruh dunia jika itu terjadi. NASA baru-baru ini memperingatkan bahwa Inggris bisa menghadapi pemadaman listrik yang luas dan tanpa sinyal komunikasi untuk jangka waktu yang lama, setelah bumi terkena badai ruang angkasa. The Daily Telegraph mengungkapkan pada bulan Juni bahwa ilmuwan senior badan antariksa itu percaya bumi akan terpukul oleh energi magnetik jilatan api matahari dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Matahari bangun dari sebuah tidur panjang sekitar tahun 2013.

Menurut Bachtiar, tsunami matahari terjadi bila ada gempa kuat di matahari (sun quake) hingga menimbulkan gelombang atau materi besar di luar angkasa. Letupan yang kecil, kata dia, tidak mengancam kehidupan di bumi atau satelit ruang angkasa serta listrik. Negara yang berada di sekitar garis ekuator seperti Indonesia relatif aman. Adapun gangguan dikhawatirkan terjadi di belahan kutub utara dan selatan. “Partikel letupannya bisa mengganggu penerbangan pesawat. Oleh karena itu maskapai perlu mendapat peringatan,” ujarnya.




Dibanding ledakan pada 29 Oktober 2003 silam yang berskala X, letupan matahari kali ini 100 kali jauh lebih kecil. Saat itu, ledakan sampai mengganggu satelit dan memadamkan listrik di sejumah negara. ”Dampaknya sekarang tidak sedahsyat yang lalu,” kata Bachtiar. Saat ini dari pantauan para peneliti matahari di Lapan, aktivitas matahari memang sedang menuju puncak. Namun titik hitam (sun spot) matahari masih kecil-kecil. Dari hasil pengamatan, kata Bachtiar, membesarnya bintik hitam yang kemungkinan menimbulkan badai matahari, diperkirakan baru akan terjadi pada 2014 mendatang. [ANWAR SISWADI-Tempo-modf.]