Lubang pada lapisan ozon sedikit demi sedikit berhasil ditambal berkat kegigihan para pembuat kebijakan yang sangat peduli akan nasib Bumi. Namun dalam laporan terbaru,
disebutkan bahwa upaya penambalan lubang ozon justru berkontribusi terhadap percepatan proses pemanasan global. Times of India, Rabu 27 Januari 2010, kehadiran lubang pada ozon berdampak pada pembentukan awan basah yang warnanya lebih terang dari awan biasa yang melindungi kawasan Antartika, dan disebabkan emisi gas rumah kaca dua dekade lalu. "Pemulihan untuk menambal lubang tersebut akan berdampak kebalikannya. Pada dasarnya hal ini akan mempercepat proses pemanasan di belahan bumi bagian selatan," kata ahli atmosfer dari University of Leeds, Ken Carslaw. Lubang pada lapisan ozon ditemukan di angkasa wilayah Antartika pada pertengahan 1980. Temuan ini langsung menuai peringatan yang meluas secara global. Pasalnya, ozon memainkan peranan penting dalam melindungi kehidupan Bumi dari efek radiasi ultraviolet yang merusak. Chlorofluorocarbons, bahan kimia pada lemari pendingin dan kaleng penyemprot aerosol dituding sebagai biang keladi kerusakan ozon. Di bawah protokol internasional pada 1987, berbagai negara serentak melarang penggunaan bahan tersebut guna memperbaiki lubang ozon di wilayah Antartika. Peneliti lainnya, Judith Perlwitz dari University of Colorado menyebutkan, meski lapisan ozon berangsur pulih, emisi gas rumah kaca diperkirakan akan terus berkembang dan kian meluas. Dia memprediksi bahwa peningkatan temperatur akan menyebabkan kecepatan angin turut meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini berdampak sama dengan efek pembentukan awan yang dimiliki lubang ozon saat ini. "Masa depan Bumi tidak hanya ditentukan oleh perbaikan lubang ozon. Tapi perlu diperhatikan juga bahwa kita semakin meningkatkan penggunaan gas rumah kaca yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin dari tahun ke tahun," tandasnya.
Minggu, 31 Januari 2010
Sabtu, 30 Januari 2010
NASA temukan pohon di Mars
Sebuah wahana penyelidik NASA mendapatkan foto-foto yang menunjukkan adanya pohon di permukaan planet Mars. Pohon itu kurang dari 240 mil dari kutub utara planet itu.
Foto itu menunjukkan baris gelap "tumbuhan runjung" yang tumbuh di bukit pasir dan bukit-bukit di permukaan Mars. Tapi yang tampak seperti pohon itu, sebenarnya hanyalah ilusi optik. Foto menunjukkan bukit pasir memiliki lapisan tipis karbondioksida beku atau es kering, kurang dari 240 mil dari kutub utara planet. "Pohon" itu sebenarnya jejak puing yang disebabkan oleh tanah longsor, saat es mencair di musim semi Mars. Foto ini diambil di sekitar orbit Mars oleh HiRISE, kamera paling kuat yang dikirim ke luar planet bumi. "Coretan itu adalah pasir, copot seperti es menguap, yang meluncur menuruni bukit pasir. Pada saat ini seluruh Mars ditutupi oleh CO2 yang membeku," kata Candy Hansen dari NASA kepada The Sun. Bulan lalu NASA mengumumkan teleskop baru telah mendeteksi lima planet di luar tata surya. Observatorium yang diluncurkan tahun lalu untuk mencari bumi lain itu, telah mendapat penemuan hanya dalam beberapa minggu pertama operasi. Meskipun dunia baru yang disebut exoplanets itu semuanya lebih besar dari Neptunus, tapi NASA mengatakan teleskop pemburu planet mereka bekerja dengan baik
Foto itu menunjukkan baris gelap "tumbuhan runjung" yang tumbuh di bukit pasir dan bukit-bukit di permukaan Mars. Tapi yang tampak seperti pohon itu, sebenarnya hanyalah ilusi optik. Foto menunjukkan bukit pasir memiliki lapisan tipis karbondioksida beku atau es kering, kurang dari 240 mil dari kutub utara planet. "Pohon" itu sebenarnya jejak puing yang disebabkan oleh tanah longsor, saat es mencair di musim semi Mars. Foto ini diambil di sekitar orbit Mars oleh HiRISE, kamera paling kuat yang dikirim ke luar planet bumi. "Coretan itu adalah pasir, copot seperti es menguap, yang meluncur menuruni bukit pasir. Pada saat ini seluruh Mars ditutupi oleh CO2 yang membeku," kata Candy Hansen dari NASA kepada The Sun. Bulan lalu NASA mengumumkan teleskop baru telah mendeteksi lima planet di luar tata surya. Observatorium yang diluncurkan tahun lalu untuk mencari bumi lain itu, telah mendapat penemuan hanya dalam beberapa minggu pertama operasi. Meskipun dunia baru yang disebut exoplanets itu semuanya lebih besar dari Neptunus, tapi NASA mengatakan teleskop pemburu planet mereka bekerja dengan baik
Kamis, 28 Januari 2010
Neptunus - Uranus punya lautan berlian
Manusia tidak perlu ke negeri Pandora di film Avatar untuk menggali unobtanium. Neptunus dan Uranus disinyalir punya gunung es berlian yang mengapung di lautan berlian. Penemuan mengejutkan tersebut datang dari hasil pengukuran detil titik cair berlian di Neptunus dan Uranus. Ilmuwan menembak berlian dengan menggunakan laser yang bertekanan 40 kali lebih kuat daripada atmosfer bumi pada temperatur laut. Kemudian secara bertahap diturunkan baik temperatur dan tekanannya. Secara kebetulan berlian tersebut berperilaku seperti air, yakni membeku dan mencair dan gumpalan berlian tersebut mengambang di atas cairan yang unsurnya juga adalah berlian. Lautan berlian menjelaskan mengapa medan magnet di Uranus dan Neptunus melenceng dari lintang utara dan lintang selatannya, memberi arti bahwa unsur berlian tersebut mampu membelokkan medan magnet. Kedua planet tersebut mengandung 10% karbon, yakni elemen penting yang membentuk bongkahan berlian. Ilmuwan tidak bisa benar-benar memastikan hingga meluncurkan misi ke kedua planet tersebut atau mencoba mensimulasikan kondisi kedua planet tersebut di bumi.
Rabu, 27 Januari 2010
API Baru Twitter
Twitter telah meluncurkan kemampuan baru yang memungkinkan pengguna baru Twitter mendaftar ke layanan mereka dari aplikasi atau website pihak ketiga.
Guna menarik lebih banyak pengguna baru, Twitter menciptakan fitur Sign-Up API (Application Programming Interface) yang memudahkan siapa saja membuat akun Twitter dari website lain. Namun sejauh ini, fungsi tersebut baru hadir di Citysearch, situs lokal AS yang menyediakan infomasi bisnis, dan petunjuk ke berbagai layanan publik. Para pebisnis yang memiliki akun di Citysearch yang membuat akun Twitter menggunakan API baru, bisa melihat tweet mereka muncul di laman bisnis Citysearch.
Guna menarik lebih banyak pengguna baru, Twitter menciptakan fitur Sign-Up API (Application Programming Interface) yang memudahkan siapa saja membuat akun Twitter dari website lain. Namun sejauh ini, fungsi tersebut baru hadir di Citysearch, situs lokal AS yang menyediakan infomasi bisnis, dan petunjuk ke berbagai layanan publik. Para pebisnis yang memiliki akun di Citysearch yang membuat akun Twitter menggunakan API baru, bisa melihat tweet mereka muncul di laman bisnis Citysearch.
Selasa, 26 Januari 2010
Daftar Domain Berbahaya
McAfee merilis daftar negara yang memiliki domain paling berbahaya untuk ditelusuri. Selain karena rawan akan aksi phising dan pop-up yang berlebihan,
domain-domain di bawah ini juga menginfeksi komputer pemakainya dengan virus. Studi yang dilakukan McAfee ini mengungkapkan bahwa domain yang dimiliki oleh Kamerun (.cm) menduduki posisi pertama dalam urutan domain negara paling berbahaya, dengan angka risiko mencapai 36,7%. Di urutan kedua daftar ini ditempati oleh domain milik Cina (.cn), diikuti Samoa (.ws), dan Filipina (.ph). sedang urutan kelima ada domain milik negara yang kini sudah tak ada, yakni Uni Soviet (.su). sedangkan domain yang paling aman di jagat Internet jatuh di Negara Jepang (.jp). dengan hanya 0,1% dari situs-situsnya yang mengandung ancaman keamanan. Berikutnya Irlandia (.ie), Kroasia (.hr), dan Luksemburg (.lu).
domain-domain di bawah ini juga menginfeksi komputer pemakainya dengan virus. Studi yang dilakukan McAfee ini mengungkapkan bahwa domain yang dimiliki oleh Kamerun (.cm) menduduki posisi pertama dalam urutan domain negara paling berbahaya, dengan angka risiko mencapai 36,7%. Di urutan kedua daftar ini ditempati oleh domain milik Cina (.cn), diikuti Samoa (.ws), dan Filipina (.ph). sedang urutan kelima ada domain milik negara yang kini sudah tak ada, yakni Uni Soviet (.su). sedangkan domain yang paling aman di jagat Internet jatuh di Negara Jepang (.jp). dengan hanya 0,1% dari situs-situsnya yang mengandung ancaman keamanan. Berikutnya Irlandia (.ie), Kroasia (.hr), dan Luksemburg (.lu).
Senin, 25 Januari 2010
Ilmuwan temukan cara bangkitkan spesies punah
Peneliti membuat kemajuan luar biasa yang mampu membawa manusia lebih dekat untuk membangkitkan spesies langka yang telah punah. Rambut mammoth akan digunakan menjadi sumber DNA yang akan dijadikan untuk membuat kloning hewan besar purba itu. Menyangkut DNA, ilmuwan mengetahui jika makhluk hidup yang telah punah seperti mammoth dan mastodon adalah tidak lebih daripada urutan empat huruf A, C, T dan G yang membuat cetak biru genetika atau kode kehidupan. Kode untuk hewan yang sudah punah diperkirakan telah hilang juga bersama dengan terkuburnya hewan-hewan tersebut. Namun mesin di laboratorium DNA Smithsonian mulai mengerjakan hal-hal yang tidak mungkin terjadi. “Studi DNA mampu menembus waktu 20 tahun lalu atau kurang. Ide bahwa DNA dari makhluk hidup yang telah punah dapat diciptakan ulang dari tulang fosil mempelajari sesuatu lebih jauh lagi,” kata profesor biologi molekuler dan genetika di Universitas Wisconsin Sean Carrol. Spesimen tua yang telah terkubur jauh dalam museum sejarah alam seperti Smithsonian tiba-tiba menjadi penemuan potensial bagi informasi genetika. Tahun 2009 lalu, dengan menggunakan beberapa gumpalan rambut mammoth yang seperti wol, ilmuwan dari Penn State mampu mengekstrak fragmen DNA yang cukup untuk menentukan kandungan genetikanya, membuat wol mammoth tersebut menjadi bagian tubuh hewan punah itu bisa dikodekan gennya. Membangkitkan salah satu jenis hewan ini menjadi penting, dan ilmuwan mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi rekayasa genetika terbaru. Mengambil makhluk hidp yang berhubungan dengan mammoth, gajah misalnya, bisa menentukan semua tempat dimana perbedaan DNA antara gajah dengan mammoth dan kemudian memodifikasi DNA gajah agar cocok. Tetapi hal tersebut belum bisa terealisir, jadi ilmuwan akan melakukan opsi kloning. Ketika ditanyakan kemungkinan mendapatkan DNA hewan punah seperti rambut wol mammoth untuk membuat klonnya, Carrol mengatakan, “Ya, saya kira kami akan bisa mendapatkan banyak hal dari DNA rambut mammoth.
Minggu, 24 Januari 2010
Ilmuwan hampir pecahkan teka-teki Gempa Bumi
Teknologi saat ini tidak mampu menyediakan peringatan dini gempa seperti yang menghancurkan Haiti. Tapi ilmuwan Rusia mengklaim akan mendapat hasil yang menggembirakan.
Konsekuensi tragis dari terjadinya gempa bumi yang menimpa Haiti pada Selasa 12 Januari 2010 telah mengejutkan dunia. Ibukota Haiti dipenuhi dengan jenazah di mana-mana termasuk jalan raya, kerumunan orang juga masih terluka menunggu bantuan datang. Jalan raya yang runtuh atau infrastruktur yang hancur di Haiti bisa menjadi wahana untuk memprediksi bencana alam semacam itu. Tetapi ilmuwan masih berusaha mencari tahu cara untuk dapat memprediksinya. Tidak ada sinyal yang logis untuk memberitahu apakah akan ada gempa bumi, kapan dan di mana, ujar Ahli Seismologi Gennady Sobolev. Hanya beberapa kemungkinan yang bisa dibuat, dengan probabilitas kecil periode gempa bumi akan terjadi atau tampaknya akan terjadi di mana. Belum ada metode terukur untuk bisa memprediksi gempa bumi. Di Institut Fisika Bumi Rusia, lebih dari separuh abad para ilmuwan telah menganalisi proses awal terjadinya gempa bumi dengan mengujicobakan simulasi di laboratorium. Mesin khusus di Institut dapat menunjukkan apa yang terjadi di patahan bumi beberapa kilometer di bawah permukaan bumi selama terjadinya bencana. Tetapi kemungkinan apa yang lebih penting adalah teknologi tersebut memberikan kemampuan peneliti apa yang terjadi sebelum gempa bumi menimpa manusia. Sebuah sampel yang ditempatkan di bawah tekanan menceritakan banyak hal. Setiap detik sekitar 20 sensor yang terdaftar mendeteksi semua perubahan yang terjadi di dalam bumi. Tekanan, temperatur, elektromagnetik dan perubahan geofisika bahkan suara dapat menjadi indikator yang berguna. Sebelum patahan utama bergerak, banyak ceruk kecil muncul dan menimbulkan suara, ujar Sergey Anisimov dari Institut. Sejalan dengan kecepatan peneliti mendaftarkan suara tersebut untuk memahami suara apa yang terindikasi pada saat gempa bumi berlangsung, peneliti akan mampu meramalkan atau bahkan mencegah terjadinya bencana.
Konsekuensi tragis dari terjadinya gempa bumi yang menimpa Haiti pada Selasa 12 Januari 2010 telah mengejutkan dunia. Ibukota Haiti dipenuhi dengan jenazah di mana-mana termasuk jalan raya, kerumunan orang juga masih terluka menunggu bantuan datang. Jalan raya yang runtuh atau infrastruktur yang hancur di Haiti bisa menjadi wahana untuk memprediksi bencana alam semacam itu. Tetapi ilmuwan masih berusaha mencari tahu cara untuk dapat memprediksinya. Tidak ada sinyal yang logis untuk memberitahu apakah akan ada gempa bumi, kapan dan di mana, ujar Ahli Seismologi Gennady Sobolev. Hanya beberapa kemungkinan yang bisa dibuat, dengan probabilitas kecil periode gempa bumi akan terjadi atau tampaknya akan terjadi di mana. Belum ada metode terukur untuk bisa memprediksi gempa bumi. Di Institut Fisika Bumi Rusia, lebih dari separuh abad para ilmuwan telah menganalisi proses awal terjadinya gempa bumi dengan mengujicobakan simulasi di laboratorium. Mesin khusus di Institut dapat menunjukkan apa yang terjadi di patahan bumi beberapa kilometer di bawah permukaan bumi selama terjadinya bencana. Tetapi kemungkinan apa yang lebih penting adalah teknologi tersebut memberikan kemampuan peneliti apa yang terjadi sebelum gempa bumi menimpa manusia. Sebuah sampel yang ditempatkan di bawah tekanan menceritakan banyak hal. Setiap detik sekitar 20 sensor yang terdaftar mendeteksi semua perubahan yang terjadi di dalam bumi. Tekanan, temperatur, elektromagnetik dan perubahan geofisika bahkan suara dapat menjadi indikator yang berguna. Sebelum patahan utama bergerak, banyak ceruk kecil muncul dan menimbulkan suara, ujar Sergey Anisimov dari Institut. Sejalan dengan kecepatan peneliti mendaftarkan suara tersebut untuk memahami suara apa yang terindikasi pada saat gempa bumi berlangsung, peneliti akan mampu meramalkan atau bahkan mencegah terjadinya bencana.
Langganan:
Postingan (Atom)






