Kamis, 29 September 2011

Selebriti Target Baru Para Hacker

Akhir-akhir ini, banyak pemberitaan mengenai selebriti tanpa busana muncul di media online. Para hacker (peretas) memanfaatkannya untuk menyerang pemiliknya. Pekan lalu, hacker diduga kuat mencuri foto-foto bugil aktris Scarlett Johansson.
Tak lama kemudian, foto tersebut marak ditemukan di dunia maya. Sebelumnya, ada rapper Kreayshawn yang menulis dalam blog-nya menyatakan akun Twitter miliknya dibajak pada Agustus dan saat itu pula, foto-foto telanjangnya juga muncul. Pada Maret, Vanessa Hudgens dari ‘High School Musical’ mengalami cobaan serupa setelah foto-foto bugilnya dilaporkan dicuri dari akun Gmail miliknya. Terakhir menurut Telegraph, pada Desember, polisi Jerman menduga dua remaja menggunakan kemampuan membajak komputernya guna mendapat akses ke akun email dan foto lebih dari 50 selebriti, termasuk Lady Gaga dan Ke$ha.

Scarlett Johansson
Kreayshawn

Di tengah maraknya kehebohan di Hollywood ini, warga mulai menganggap kebocoran foto ini merupakan garda depan terbaru perang ‘hacktivist’, seperti yang dilakukan rangkaian hacker ternama, termasuk Anonymous dan LulzSec. Kelompok-kelompok tersebut telah mengaku bertanggung jawab atas penyerangan pada situs-situs milik pemerintah dan bank. Namun, para ahli keamanan mengatakan, hubungan antara pembajakan selebriti dan kelompok-kelompok seperti Anonymous sangat tipis atau bahkan tidak ada. Kelompok-kelompok semacam ini akan merasa hal semacam ini berada di bawah mereka, ungkap konsultan teknologi senior firma keamanan komputer Sophos, Graham Cluley. “Hal ini jelas dilakukan guna mendapat paparan media,” ujar hacker yang menjadi konsultan keamanan dan penulis ‘Ghost in the Wires,’ Kevin Mitnick. Seolah seperti semua orang mencoba menjadi LulzSec dan Anonymous dan entah bagaimana, selebriti akhirnya menjadi target, lanjutnya. “Pembajakan selebriti tidaklah canggih. Ini tak mengejutkan bagi saya, berita lama,” katanya.


Kasus nyata pertama serangan selebriti terjadi pada 2005 saat hacker masuk ke ponsel Paris Hilton dan mencuri fotonya, papar kepala kantor penelitian firma keamanan internet F-Secure, Mikko Hypponen. Hacker ini mampu masuk ke ponsel Hilton setelah menebak jawaban yang tak terlalu rahasia untuk pertanyaan keamanan artis itu, yakni ‘tinkerbell,’ nama anjing Chihuahua peliharaannya. Menurut peneliti, masalah nyata di sini adalah, prevalensi, dan aksesibilitas foto bugil tersebut. Jika selebriti tak memfoto dan menyimpan foto bugilnya dalam ponsel atau komputer, foto ini tak akan tercuri dan dipublikasikan secara online. “Tiap orang membawa kameranya tiap saat sehingga kecenderungan mengirim foto panas pada calon pasangan akan besar,” kata Cluley. Orang di balik serangkaian pencurian foto bugil selebriti serta cara mereka mencurinya hingga kini masih belum jelas. FBI di Los Angeles pun melakukan penyelidikan atas insiden pembajakan komputer ini namun menolak menguraikan kasus-kasus yang terlibat.


Beberapa orang menunjuk rangkaian hacker baru yang disebut Hollywood Leaks yang beroperasi di Twitter sebagai dalangnya. Senin lalu, kelompok ini menulis tak terkait kebocoran foto Johansson. “Kami tak membocorkan foto Scarlett Johansson. Jadi, berhentilah berspekulasi,” tulis kelompok di Twitter. Menurut Hypponen, tak ada hubungan jelas antara pembajakan selebriti dan kelompok-kelompok hacker seperti Anonymous dan LulzSec. “Namun, jelas sekali, kelompok ini merupakan amuba, dan mereka berubah bentuk serta sangat berbeda satu sama lain.” Selain itu, motif mereka juga tak jelas. Saat remaja, Mitnick terbiasa melakukan permainan keluar memburu nomor telepon selebriti kemudian meneleponnya. Menurutnya, pencurian foto selebriti ini hanyalah kelanjutkan permainan semacam ini. Menurut Cluley, hacker mungkin kehabisan uang dan karena bisa menjual foto-foto ini pada tabloid atau situs orang dewasa. Atau, selebriti itu sendiri yang membocorkan fotonya untuk mendapat perhatian. “Kemungkinan itu harus dipertimbangkan sebagai suatu kemungkinan,” katanya. “Pembajakan akan meningkat. Setelah orang melihat apa yang terjadi pada Scarlett Johansson, Anda bisa bertaruh akan ada banyak orang mencoba melakukan hal serupa pada aktris cantik lainnya,” kata Hypponen. [mdr-inilah-modf.]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar