Jumat, 16 September 2011

Cara Hacker Kirim Virus Via Twitter

Twitter merupakan tujuan online mendapat segala hal, dari gosip selebriti hingga sarapan teman. Selain itu, jumlah follower menjadi indeks keberhasilan sosial online. Namun, apakah semua follower Anda
tampak seperti terlihat? Belum tentu, ahli komputer mengatakan, beberapa follower mungkin saja spammer yang berharap agar Anda mem-follow-nya kembali. Kemudian, akun itu mungkin saja mencoba mengirim spam pada Anda, atau bahkan menginfeksi komputer dengan virus. Rata-rata pengguna bisa menerima hingga 17 pesan ‘berbahaya’ per hari di Twitter.


Kebiasaan pengguna blok mikro tersebut mengirim tautan internet ‘yang disingkat’ membuat layanan situs ini sangat berbahaya bagi pengguna komputer. Karenanya, software baru yang dirilis pekan ini bertujuan melawan spammer dan penjahat cyber lainnya. Apa yang mungkin terlihat seperti tautan berita lucu mungkin saja bisa berubah menjadi unduhan software yang mengubah PC menjadi komputer ‘zombie’ yang bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh penjahat di benua lain. Petugas teknis BitDefender Catalin Cosoi yang pekan ini meluncurkan software SafeGo yang memberantas akun ‘tidak aman,’ mengatakan, “Terdapat 200 juta pengguna terdaftar di Twitter, dan 200 juta pesan dikirim tiap hari namun sebenarnya jauh lebih banyak yang diterima yakni mencapai 350 miliar karena tiap pesan terkirim ke sejumlah besar orang sekaligus”.


Menurut statistik kami, 1% pesan tersebut berbahaya dan berisi spam atau tautan ke situs yang berisi virus atau software berbahaya lainnya, lanjutnya. Artinya, sebanyak 3,5 miliar pesan berbahaya terkirim tiap harinya. Bagi pengguna rata-rata bisa terancam 17 pesan berbahaya per harinya, lanjutnya lagi. “Kebanyakan hanya spam dan banyak spammer mengawasi kata kunci yang menjadi tren di Twitter kemudian mengirim spam yang mengandung kata-kata tersebut. Sisanya, merupakan pesan berisi software berbahaya,” paparnya. Melalui SafeGo, tersangka spammer di antara daftar orang yang Anda ‘follow’ ditandai dengan empat warna dan merah sangat mencurigakan, mulai dari pengguna yang mengirim spam atau tautan berbahaya. Sangat mudah menentukan ‘follower’ yang mungkin tak benar-benar menjadi teman, dan kemudian memblok mereka. Layanan ini juga memberitahu Anda melalui pesan instan jika ada follower baru yang mencurigakan dan selama software terus berjalan, software akan memantau daftar follower Anda.


Banyak spam Twitter terbaru mentarget pencari pekerjaan dengan tautan yang mengarahkan mereka untuk ‘bekerja dari situs rumah’ yang menarik biaya untuk bergabung. Rincian kartu kredit mereka pun kemudian dicuri. Penjahat cyber Indonesia baru-baru ini menyerang pengguna Twitter dengan tautan singkat yang tampaknya mengarahkan pada gambar dari Facebook namun sebenarnya menginstal software pada komputer korban yang dirancang untuk mencuri uang. “Mengklik tautan itu akan mengarahkan pada URL Twitter singkat. Sebagian besar pengguna Twitter ini berasal dari Indonesia. Untuk memancing pengguna mengklik URL, penjahat cyber memasukkan Facebook.com dalam tautannya. Sejak 2 September 2011, sekitar 600 pesan menggunakan tautan yang sama telah terkirim,” kata pakar keamanan Trend Micro dalam posting blognya pekan ini. [mdr-inilah-modf.]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar