Jumat, 27 November 2009

Internet Sehat, Aman lewat DNS Nawala


Dalam rangka penyelenggaraan yang dicanangkan Menteri Negara Komunikasi dan Informatika, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) hari ini (17/11) bertempat di Ruang Pasopati Kantor TELKOM STO Gambir Jakarta Pusat, menandatangani perjanjian kerjasama penyediaan internet sehat melalui penyediaan Mirror DNS Nawala. Menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, keberadaan intentet memang banyak memberikan keuntungan dan kemudahan, namun tidak dipungkiri pula bahwa kemajuan teknologi ini juga sarat dengan pengaruh negatif. TELKOM sebagai ISP (Internet Service Provider) terbesar di Indonesia peduli dan sangat mendukung terhadap program Internet Sehat yang dicanangkan Menkominfo, ujarnya. "Demi tumbuh kembang serta peningkatan kualitas generasi muda dan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom menyediakan DNS Nawala yang dapat menyeleksi konten internet," tambah Eddy Kurnia. DNS (Domain Name System) Nawala digunakan secara gratis oleh pengguna internet seluruh Indonesia yang membutuhkan konten terseleksi. Secara spesifik DNS Nawala akan mengurangi konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, DNS Nawala juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya. Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama TELKOM dalam penyediaan DNS Nawala. Dengan adanya DNS Nawala diharapkan Internet dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar masyarakat dapat memanfaatkan internet secara optimal untuk mempercepat kemajuan serta kesejahteraan. DNS Nawala sejak awal dirancang untuk menerima masukan langsung dari komunitas internet dan masyarakat umum yang menjadi pengguna fasilitas ini. Masukan inilah yang ditelah oleh Tim Nawala Project untuk menentukan apakah sebuah situs layak di filter atau tidak. Jadi pengguna internet dapat mengusulkan kandidat situs black list seandainya menjumpai konten negatif yang belum terblokir, terang Eddy Kurnia. DNS Nawala juga dapat dimanfaatkan untuk mereduksi (menghemat) konsumsi bandwidth hingga 30% akibat konten negatif tersebut. Konsumsi bandwidth yang tidak tepat guna dan kurang bertanggung jawab akan merugikan bangsa karena harus dibayarkan ke pihak luar dalam mata uang asing sehingga turut menguras cadangan devisa Nasional. Cara menggunakan fasilitas DNS Nawala ini cukup mudah yaitu dengan melakukan perubahan konfigurasi IP DNS komputer/server DHCP/Modem Router/Router ke alamat IP:

• 180.131.144.144 (primary)

• 180.131.145.145 (secondary)

Selanjutnya DNS tersebut akan berlaku sebagai perangkat saringan konten negatif. DNS Filtering juga dapat digunakan untuk akses Internet massal dan akan efektif apabila admin hanya membuka akses setiap query ke arah DNS Nawala. Sehingga pengguna akan dipaksa hanya menggunakan layanan DNS dari Nawala Project. Penyelenggara Jasa Internet juga dapat memanfaatkan fasilitas DNS Nawala sebagai nilai tambah untuk penggunanya, dengan cara menggunakan DNS Nawala yang ada di Telkom maupun dengan melakukan mirroring secara mandiri dengan konfigurasi any-cast terhadap DNS induk di Nawala Project. Di waktu yang akan datang, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Sosial Responsibility / CSR) Telkom akan mengembangkan dan menyediakan layanan yang memiliki kemampuan deep inspection filtering yang tetap bekerja di sisi provider, tidak di sisi pengguna. Di samping itu sebagai program INSANI (Internet Sehat dan Aman Indonesia), Telkom juga menyediakan layanan yang bekerja secara client-side dalam meminimalisir efek dari misuse of internet. Kombinasi kedua hal ini akan lebih mengamankan pengguna internet dari efek negatif dengan lebih optimal.

Rencana Windows 8 Bocor di Internet


Meski Windows 7 belum juga luncur secara resmi, rencana untuk Windows 8 sudah mulai terdengar. Salah satu bagian dari rencana itu bocor di internet, Gara-garanya adalah Robert Morgan, dari tim Microsoft Research, yang menampilkan profil lengkapnya di situs jejaring sosial Linkedin, Situs itu merupakan situs ala Facebook namun khusus untuk kalangan profesional. Seperti dikutip dari V3.co.uk, Jumat (9/10), Morgan menuliskan deskripsi dirinya sebagai berikut: "Bekerja di departemen sekuriti untuk riset dan pengembangan yang melibatkan rencana strategis untuk proyek jangka sedang dan panjang. Proyek riset termasuk kompatibilitas arsitektur 128bit untuk kernel Windows 8 dan rencana Windows 9. Jika benar, profil Morgan itu membocorkan rencana Microsoft mendukung 128bit pada Windows 8, Padahal, sistem operasi Windows yang ada saat ini baru versi 32bit dan 64bit. Morgan juga mengungkapkan untuk portamakalinya sebuah sistem operasi bernama Windows 9. Bisa diduga ini akan menjadi generasi berikutnya satelah Windows 8.

Selasa, 24 November 2009

HACKER Ciptakan Jaringan Sosial Sendiri


Para Hacker saat ini telah memiliki jaringan sosial mereka sendiri, dibeking oleh GnuCitizen, sebuah grup hacking. Jaringan sosial yang disebut House of Hackers, telah memliki anggota sekitar 1000 orang sejak dirilis pada Mei 2008.
GnuCitizen memberikan dukungan jaringan untuk mempromosikan kolaborasi antara para peneliti keamanan. Pendiri situs ini mengatakan bahwa mereka menggunakan kata-kata “hacker” dalam artian positif. Pendiri GnuCitizen, Petko D. Petkov mengatakan bahwa hacker adalah sekumpulan orang yang mengekspresikan kemampuan mereka dengan cara-cara kreatif, pintar, unik serta menarik. GnuCitizen juga menegaskan bahwa mereka tidak mendukung aktivitas kriminal. Jaringan sosial ini didesain agar para anggotanya dapat saling bertukar informasi, ide serta berkomunikasi antar tim yang nantinya dapat berpartisipasi di lingkungan para hacker. GnuCitizen juga mempunyai sisi bisnis yang mendukung para anggotanya agar dapat berkerja sebagai peneliti keamanan di berbagai proyek ataupun perusahaan. Jaringan sosial ini dibuat dengan menggunakan Ning, dan para programmer dapat mengostumasi add-on dengan menggunakan Google Open Social API. GnuCitizen didirikan pada 2005 dan telah banyak menghasilkan penemuan penting, seperti celah pada SNMP dan router BT Home Hub Wi-Fi.

Minggu, 22 November 2009

Celah Berbahaya Software Open Source


Sangat mengejutkan, sebuah celah berbahaya dengan dampak yang sangat besar telah ditemukan di open source key generation. Termasuk varian Linux Debian dan Ubuntu. Untuk semua para pengkritik dan peneliti keamanan Microsoft, sepertinya harus memalingkan mukanya ke software open source. Ternyata open source tidak seaman yang orang pikir, paling tidak jika dibandingkan dengan OS Windows. Baru-baru ini bahkan telah digelar sebuah keonferensi hacker yang menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan Mac OS X, terlepas dari lambatnya patch yang dirilis oleh Apple. Operating system Mac dibajak hanya dalam waktu 10 menit, dan di saat yang sama Linux dan Windows ternyata lebih aman dari Mac. Saat ini, para peneliti keamanan telah menemukan celah keamanan berbahaya yang digunakan di berbagai program keamanan Linux. Celah ini sebenarnya telah dideteksi sejak tahun 2006 ketika para programer open source tanpa sengaja menemukan kesalahan pada kode dasar Linux. Kesalahan pemograman direduksi oleh generated program keys yang diciptakan oleh OpenSSL library. Seorang hacker, H. D. Moore dari proyek Metasploit telah merilis sebuah “mainan” yang dapat membantu para hacker menjebol sistem keamanan Linux dan Ubuntu. Situs Moore memberikan daftar key yang belum dikalkulasi berdasarkan celah pada Linux, agar para hacker dapat dengan mudah mengidentifi kasi sistem yang tidak aman. Sayangnya, memperbaiki celah pada Linux tidak semudah memperbaiki kelemahan buffer overflow. Debian, sebuah varian Linux yang ba nyak digunakan oleh para keamanan professional dan Ubuntu yang mayoritas digunakan oleh pengguna rumahan sama-sama terinfeksi.Lebih jauh lagi, server-server Windows kemungkinan terkena dampak jika mereka menggunakan key generated pada sistem Linux.

Kamis, 19 November 2009

Revolusi Format Digital pengganti MP3


Jika anda penggila gitar dan Anda ingin fokus pada tune gitar Joe Satriani dan tidak ingin mendengar suara vocal ataupun alat musik lainnya, mimpi Anda telah terwujud. Para insinyur Korea memperkenalkan format musik digital terbaru yang memiliki control terpisah pada suara volume untuk setiap instrumen musik, seperti gitar, drum, bass, dan vokal. Sebuah tool ideal untuk penggila musik dengan selera berbeda, bahkan untuk penyuka karaoke. Format baru ini memliki file ekstensi MT9 dan untuk pasar komersial disebut Music 2.0. MT9 direncanakan akan menggantikan format file popular MP3 yang saat ini telah manjadi standar de facto file musik. Teknologi MT9 pertama kali digaungkan oleh Electronics and Telecommunications Research Institute (ETRI) dan dikomersialkan oleh perusahaan Audizen. MT9 dipilih sebagai kandidat pengganti MP3 pada saat pertemuan Motion Pictur Expert Group (MPEG), sebuah perkumpulan industri musik dan video. Fitur unik MT9 da yang membedakannya dari format musik digital MP3 adalah 6 channel equalizer audio, yang tiap channel-nya ditujukan untuk suara, chorus, piano, gitar, bass, dan drum. Contoh, jika Anda mematikan channel suara, MT9 akan berubah menjadi karaoke player. Banyak produsen ponsel dan music player yang tertarik dengan format musik digital terbaru ini. Raksasa elektronik Korea, Samsung dan LG telah tertarik untuk mengaplikasikan MT9 ke produk ponsel mereka. Tidak seperti format digital lainnya yang digunakan oleh perusahaan besar seperti SK Telecom, Audizen memperbolahkan penggunanya untuk meng-copy file musik MT9, membuatnya menjadi format musik yang menarik serta fleksibel digunakan.

Rabu, 18 November 2009

Adobe kembangkan open digital Cinema file format


Adobe menawarkan standar baru format file dokumentasi terbuka untuk industri film demi menghindari inkompatibilitas format file dan menekan tingginya biaya pembuatan film. Adobe merupakan perusahaan yang terkenal dengan aplikasi editing video dan foto dan pembuat produk software populer, seperti Adobe Photoshop dan Adobe Premier Pro. Adobe mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan sebuah format file terbuka untuk file digital cinema. Format yang nantinya akan diberi nama CinemaDNG ini berbasiskan format milik Adobe, yakni Adobe Negative file format yang biasa digunakan untuk fotografidigital. Format DNG digunakan untuk keperluan fotografi. DNG membuat Anda dapat mengembangkan lebih banyak ide kreatif pada file negative digital. Adobe mengatakan bahwa format terbuka CinemaDNG akan membuat para produsen film terhindarkan dari masalah inkompatibilitas format digital yang melibatkan berbagai macam perangkat digital, format file, dan jenis kamera. CinemaDNG juga membuat metadata dapat ditambahkan ke file digital agar perkerjaan pascaproduksi dapat dikerjakan lebih mudah serta membuat para pengguna dapat mencari konten dengan lebih nyaman. Metadata juga akan mempermudah perkerjaan para pembuat iklan digital. Kemampuan metadata pada CinemaDNG dapat dilakukan melalui sebuah software, yaitu Adobe Media Player.

Minggu, 15 November 2009

NASA Temukan Air di Bulan

Teka-teki mengenai keberadaan air di bulan terbukti sudah. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan, pihaknya telah menemukan air beku dalam jumlah yang signifikan di bulan. Temuan itu merupakan
lompatan besar dalam eksplorasi antariksa dan menumbuhkan harapan bagi didirikannya pangkalan permanen di bulan. Data awal dari sebuah eksperimen dramatis di bulan menunjukkan misi berhasil menemukan air di dalam sebuah kawah bulan yang gelap dan permanen, kata NASA dalam penyataannya. “Temuan tersebut membuka babak baru pemahaman kita tentang bulan” lanjut penyataan itu. “Ya, kami benar-benar telah menemukan air dan tidak hanya sedikit namun dalam jumlah yang signifikan” kata Anthony Colaprete, ilmuwan dan peneliti utama untuk misi Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS).


Misi LCROSS berbiaya 79 Juta dolar AS (sekitar Rp 742,6 Miliar). Data tersebut diperoleh setelah NASA bulan lalu mengirimkan sebuah roket dan wahana antariksa untuk membuktikan adanya air di bulan. Roket ditabrakkan ke kawah Cabeus yang berada dekat kutub selatan bulan dengan kecepatan sekitar 9.000 kilometer per jam. Empat menit kemudian menyusul sebuah wahana antariksa yang dilengkapi dengan kamera untuk merekam dampak awal tabrakan. Wahana antariksa itu lah yang kemudian mengirimkan asap besar dari material yang mengepul dari dasar kawah yang telah miliaran tahun tidak tersentuh cahaya matahari. Kami menemukan mungkin sekitar satu lusin ember air di dalam kawah selebar 20-30 meter tersebut. Ini baru hasil awal, kata Colaprete. Kami gembira, tambahnya.



Dia mengatakan, beberapa bukti menunjukkan adanya air baik di sudut tinggi uap maupun semburan debu dari dampak Cebtaur yang dibuat LCROSS. Konsentrasi dan distribusi air serta zat-zat lainnya masih memerlukan analisis lebih lanjut, tetapi aman untuk menyatakan bahwa Cabeus mengandung air, tandas Colaprete. Peter Schultz, profesor ilmu geologi Universitas Brown yang juga menjadi peneliti misi LCROSS, berharap terdapat lebih banyak air yang dapat ditemukan di bulan. Yang sangat menarik adalah kami baru menabrak satu titik, kita Schultz. lni seperti ketika Anda mengebor minyak. Begitu menemukannya di satu tempat, maka ada peluang yang lebih besar Anda menemukan lebih banyak lagi di sekitamya. Sebelumnya, para ilmuwan berteori bahwa bulan secara keseluruhan kering kendati kemungkinan ada es di dasar kawah-kawahnya. Lebih lanjutnya anda bisa mengunjungi website NASA.