Selasa, 08 Juni 2010

NASA Berencana Kirim Manusia ke Mars

NASA merencanakan pembaruan program ruang angkasa dan akan fokus pada pengembangan teknologi yang dibutuhkan untuk mengirim manusia ke Mars. Program terbaru tersebut juga ditujukan untuk
mempromosikan pengembangan layanan taksi ruang angkasa komersial. Rencana itu datang seiring dengan persiapan NASA untuk mengakhiri program pesawat ulang aliknya di akhir tahun 2010 ini, yang kemungkinan akan menghabiskan ribuan pekerja kontrak yang terikat dengan program tersebut.


Pejabat NASA mengatakan pekerjaan dalam program terbaru tersebut akan disebarkan kepada 10 pusat agensi, dengan Pusat Ruang Angkasa Johnson di Houston ikut mengambil tanggung jawab dalam biaya sekitar US$ 6 miliar (Rp. 57,6 triliun), program lima tahun untuk mengamati demonstrasi teknologi. Pusat Ruang Angkasa Kennedy di Florida akan menangani US$5,8 miliar (Rp 55,7 triliun) dalam upaya lima tahun membantu perusahaan swasta mengembangkan layanan transportasi ke orbit. Pusat di Maryland California dan Ohio akan mengatur perluasan kampanye observasi bumi menyangkut perubahan iklim dan dampaknya.



Presiden Barack Obama telah menyetujui proposal tambahan US$2 miliar (Rp 19,2 triliun) anggaran tahunan NASA yang berjumlah US$18 miliar (Rp 172,8 triliun) pada permulaan awal anggaran pada 1 Oktober, sebuah peningkatan yang dikatakan Bolden harus menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak pula.[ito-modf.]

Senin, 07 Juni 2010

Amankan Jaringan Internet dengan CBN iControl

Untuk mendukung implementasi internet sehat dan aman, penyedia layanan internet CBN pun memberikan solusi keamanan berinternet dengan nama iControl. CBN  iControl merupakan layanan web security


berbasis cloud computing yang merupakan solusi mudah dan terjangkau dalam memberikan rasa aman kepada para pelanggannnya saat berinternet.

"Latar belakang kami meluncurkan layanan ini adalah untuk mengontrol semua ancaman berbasis web yang berlalu lalang di dalam jaringan internet. hal ini juga didorong dengan banyaknya demand dari para pengguna yang tidak ingin mendapatkan konten-konten yang tidak diinginkan. Yang menarik dari layanan iControl ini, pengguna memiliki total control terhadap jaringan internet yang digunakan. Ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial kami terhadap lingkungan," ujar Chief Commercial Officer CBN Sugiharto Darmakusuma, saat ditemui usai peluncuran iControl di Senayan City, Jakarta.


Menurut Sugiharto, layanan ini diluncurkan sebagai wujud kepedulian CBN terhadap internet sehat dan aman. iControl ini melindungi berbagai aktivita internet tanpa memerlukan perangkat keras atau lunak apapun. Ditambahakn Sugiharto, iControl dapat membantu orang tua melindungi anak-anak dari terpaan unsur pornografi dan konten kekerasan di internet. Sedangkan untuk korporasi, memungkinkan suatu perusahaan untuk mengatur hak akses karyawan, meminimalisir kehilangan data penting perusahaan, dan membantu dalam pengaturan bandwidth.

Beberapa fitur iControl yang dapat membantu orang tua dan perusahaan dalam berinternet sehat dan aman adalah,

1. URL Filtering, berfungsi mengontrol web 2.0 seperti webmail, instant messging, social networking, blogging dan media streaming, dan lainnya.
2. Data loss prevention, berfungsi memberikan lalu lintas data http/https untuk mencegah kebocoran data penting.
3. Browser Control, mengatur dan menentukan versi browser, patch, plug-in, dan apllikasi mana saja yang digunakan untuk perusahaan.
4. P2P protection, mendeteksi dan melindungi pengguna darikemungkinan penyalahgunaan dan ancaman saat melakukan file sharing.
5. Bandwidth Management, mengatur alokasi bandwidth secara eksisting dengan menentukan aplikasi web amana saja yang mendapatkan prioritas untuk diakses

"Layanan ini bekerja sama dengan vendor sistem keamanan asal California bernama ZScaler sebagai penyedia platform," ujar Sugiharto. Berdasarkan data akhir 2009 lalu, jumlah pelanggan CBN sendiri saat ini, menurut Sugiharto, telah mencapai 2.000 pelanggan korporat dan 35.000 pelanggan individu. akhir 2009 lalu. "Meski pelanggan individu paling banyak namun kontribusi revenus terbanyak berasal dari pelanggan dari korporat," ujar Sugiharto. Untuk urusan jaringan, CBN mengaku telah memiliki jaringan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Bali. Saat ini CBN sedang memfokuskan diri untuk memperluas jaringan di Jakarta. Layanan iControl ini bisa digunakan dengan sistem berbayar. Terdapat tiga paket iControl, yaitu Standar dengan biaya Rp25.000 per account per bulan, Advanced, berbiaya Rp35.000 per account per bulan, dan paket Premium dengan biaya Rp45.000 per account per bulan (srn-modf.)

Minggu, 06 Juni 2010

Google akan Buat 'iPad' ?

Google menambah daftar jajaran perusahaan yang kepincut mengembangkan perangkat serupa iPad untuk menyaingi Apple. Seperti dilansir New York Times, CEO Google Eric Schmidt kabarnya
memuluskan jalan raksasa internet tersebut untuk mengembangkan tablet mirip iPad Apple. Sumber lain yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan, Google tengah bereksperimen membuat komputer tablet berbasis Android yang dimaksudkan untuk menyaingi iPad. Sumber tersebut bahkan menyebutkan, Google diperkirakan akan segera menjual komputer bermodel slate tersebut dalam waktu dekat.



Jika kabar ini benar, Google kian meramaikan jajaran perusahaan yang bermaksud menyaingi iPad. Satu-satunya andalan Google dalam membangun sebuah perangkat baru yaitu sistem operasi Android yang didukung oleh Open Handset Alliance.


Sebelumnya, beberapa perusahaan besar dikabarkan tengah mengembangkan komputer tablet. Sebut saja Nokia, berhembus kabar bahwa vendor ponsel tersebut bekerjasama dengan perancang dan suplier teknologi dalam membuat tablet. Hewlett-Packard sudah terlebih dahulu siap dengan tablet yang dinamakan Slate yang akan segera meluncur pertengahan tahun ini. Sementara Dell disebut-sebut tengah mengembangkan tablet bernama Streak dan Lenovo sudah memiliki IdeaPad s10-3. (rah-modf.)

Jumat, 04 Juni 2010

Microsoft 'Primadona' Pembajak di Indonesia

Dari sejumlah kasus pembajakan software ilegal yang ditemui oleh komunitas anti pembajakan Business Software Aliance (BSA) yang menjadi primadona pembajak dalam menggunakan peranti lunak tidak sah adalah
, Microsoft. Menurut Kepala Perwakilan dan Juru Bicara BSA Donny Alamsyah Sheyoputra, memang wajar jika Microsoft sering ditemui dalam kasus yang diketahui BSA. Pasalnya, peranti lunak asal Amerika Serikat tersebut memang telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam menjalankan aktifitas perkantoran saat menggunakan komputer.




Namun, menurut Donny, tidak hanya Microsoft yang paling sering dibajak oleh pengguna ilegal tersebut. Ada beberapa produk software buatan anggota BSA yang menjadi korban aksi pembajakan di Indonesia. "Dari sekian banyak tersebut ada yang masuk lima besar yang sering dibajak selain Microsoft, yaitu Adobe, Symantec, Autodesk dan Corel," tambahnya, saat konferensi pers, di Restoran Sindang Reret, Jakarta. Memang jika dilihat, agak mengherankan jika Autodesk masuk kedalam software yang sering dibajak. Sebab, aplikasi ini merupakan software khusus yang hanya digunakan perusahaan-perusahaan tertentu saja, yang lebih sering berhubungan dengan konstruksi.



"Memang Autodesk itu merupakan software yang segmentif, namun pada kenyatannya banyak perusahaan yang menggunakan software tersebut untuk membuat denah di perusahaan mereka," tegas pria berkaca mata tersebut. Sementara itu pemberantasan pembajakan software ilegal di Indonesia dinilai pihak kepolisian sudah dilakukan secara maksimal. Menurut Kombes Pol  Kanit I Indag Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Tony Hermanto secara skala penanganan software masih kecil, karena masih kalah dengan optical disk. "Dari segi penjualan kita bisa lihat, DVD bajakan mulai dari musik sampai dengan film selalu laku keras. Hasil razia kami saja, terdapat 32 industri dengan 200 mesin untuk membuat kepingan bajakan, ujar Toni". Tony mengharapkan, kesadaran ini tidak hanya menjadi tanggung jawab polisi semata saja. Melainkan juga masyarakat dalam meningkatkan kesadaran untuk membeli produk yang asli, serta memantau semua perkara yang masuk hingga ke pengadilan. (tyo-modf.)

Kamis, 03 Juni 2010

Google akan terintergrasi dengan status Facebook

Sebelumnya Google yang pertama kali memperkenalkan pencarian real-time pada Desember lalu, mempertegas kalau sumber data lain untuk Google real-time hasil akan mencakup MySpace dan Twitter.
Namun kekurangan dengan tambahan fitur terbaru tersebut adalah Google hanya memberikan akses ke pembaharuan dari 3 juta akun saja, yang biasanya untuk selebriti, politisi, merek, bisnis lokal, dan bukan rata-rata pengguna Facebook. Memang Informasi ini bisa berguna namun terbatas, karena kekuatan pencarian real-time berasal dari sejumlah besar kontributor.


Padahal Facebook memiliki jumlah pengguna yang besar lebih dari 400 juta pengguna aktif, sehingga sangat disayangkan bila Google tidak memanfaatkannya. Ini tentunya menjadi sebuah hambatan, karena Bing malah menggunakan fitur ini jauh lebih lengkap, dengan memberikan akses penuh pengguna Facebook melakukan pembaruan di Bing. Demikian yang dilansir Engadget. Kendati demikian tidak seperti Twitter, yang dilaporkan menghasilkan uang dari pencariannya yang merupakan kerja sama dengan Bing dan Google, Facebook tidak melakukan pengisian mesin pencari untuk data di Google. (tyo-modf.)

Rabu, 02 Juni 2010

Koran Online Vs Koran Cetak

Kini salah satu aplikasi yang digadang-gadang bakal jadi andalan di iPad adalah berlangganan surat kabar. Wall Street Journal di Amerika Serikat (AS) menanggapi hal tersebut dengan sebuah aplikasi khusus.


Sebagaimana dikutip detikINET dari Engadget, aplikasi itu bakal memiliki biaya berlangganan 17,29 dolar AS setiap bulan atau sekitar Rp 150.000.
 

Biaya tersebut memungkinkan pengguna aplikasi mengakses konten tertentu yang tidak bisa diakses pada Wall Sreet Journal versi online. Selain itu, ada kemampuan khusus seperti personalisasi, akses arsip tujuh hari ke belakang dan penyimpanan tulisan untuk dibaca secara offline.


Jika tidak berlangganan, aplikasi Wall Street Journal juga tersedia secara gratis. Namun akses hanya dibatasi pada berita utama dan data pasar. Nah, kembali ke soal harga, rupanya media massa itu belum “rela” kehilangan pelanggan koran cetak. Anggapan tersebut wajar terlontar karena harga langganan koran itu versi cetak, menurut Engadget, sebesar 11,67 dolar AS per bulan atau sekitar Rp 100.000.


Terlihat, harga versi digital dari Wall Street Journal ternyata lebih mahal ketimbang versi cetak. Apakah model bisnis seperti itu yang akan diikuti oleh koran lain? Juga di Indonesia? (Narulita Dwi Ardiyanti-modf.)

Selasa, 01 Juni 2010

Insinyur Microsoft Termuda

Macedonia, yang berharap berubah jadi wilayah pusat teknologi saat ini, sangat berbangga hati. Sebab, Marko Calasan, bocah berumur sembilan tahun dari kawasan itu, menjadi insinyur termuda
di dunia yang bekerja di Microsoft Certified System. Namun lantaran tak ada tanggapan dan dukungan serius dari pemerintah, Marko tak melihat ada masa depan yang baik di wilayah Balkan yang menyatakan kemerdekaan pada tahun 1992 dari Yugoslavia.“Saya ingin tinggal di sini (Macedonia-Red), tetapi di sini kurang sumber daya. Saya ingin pergi ke Amerika Serikat, tempat di mana saya akan mendapatkan bahan-bahan teknis yang dibutuhkan. Saya tidak bisa sejahtera di sini. Saya ingin tinggal di sini, tetapi tidak bisa,” ujar Marko, sebagaimana dikutip Reuters.







Pada usia enam tahun, Marko memperoleh pengakuan atas sistem administrasi pertamanya dari Microsoft. Dia menjadi selebriti di sepanjang wilayah Balkan pada bulan Desember ketika mendapatkan sertifikasi sistem insinyurnya. Itu gelar yang sulit diperoleh bahkan oleh seorang insinyur komputer yang ahli sekalipun. Dengan bakat besar, dia dianugerahi hak spesial. Pemerintah Macedonia pun mengizinkan dia tidak datang ke sekolah secara rutin.




“Saya suka pergi ke sekolah. Namun saya tak bisa pergi setiap hari. Terlalu mudah pelajarannya, tetapi saya mendapatkan hal yang baru di sana,” ujar Marko, yang fasih berbahasa Inggris.Dia juga bekerja sebagai pengendali sistem administrasi di sebuah lembaga nonprofit yang membantu orang-orang cacat. Marko saat ini memiliki proyek baru untuk mengajari orang tentang pengetahuan komputer dalam bahasa Inggris menggunakan streaming video.



Di antara waktunya mengolah sistem komputer dan membagi pengetahuan, Marko tampak seperti anak-anak lain pada umumnya. Dia suka bermain bola dengan teman-temannya, bersepatu roda, dan menghilangkan stereotipe seorang kutu buku. Dia menganggap permainan di komputer buang-buang waktu dibandingkan waktu “bermain di luar”. (Narulita Dwi Ardiyanti-modf.)